Liputan6.com, Jakarta - Hari Palang Merah Indonesia sering disamakan begitu saja dengan tanggal berdirinya organisasi ini, padahal ceritanya jauh lebih panjang dari sekadar satu tanggal di kalender nasional. Sebelum PMI berdiri, embrio organisasi kepalangmerahan sudah lebih dulu ada di bumi Nusantara sejak era kolonial Belanda, puluhan tahun sebelum kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada 1945.
Perdebatan soal Hari Palang Merah Indonesia jatuh pada 3 September atau 17 September masih sering muncul setiap tahun di kalangan masyarakat awam. Dua tanggal ini sama-sama penting dan resmi, tapi menandai peristiwa berbeda dalam rangkaian proses lahirnya PMI. Memahami perbedaan keduanya membantu meluruskan kekeliruan yang kerap beredar luas.
Untuk memahami akar persoalan dua tanggal tersebut, penting menelusuri kembali sejarah PMI dari titik paling awal. Perjalanan panjang ini dimulai dari organisasi Palang Merah bentukan pemerintah kolonial Belanda, berlanjut ke perjuangan tokoh-tokoh Indonesia mendirikan organisasi sendiri, hingga akhirnya PMI resmi berdiri setelah Indonesia merdeka. Berikut ini adalah sejarah singkat PMI dari zaman Belanda hingga pasca-kemerdekaan yang dilansir oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (2/9/2026).
Advertisement
Pembentukan Nerkai: Palang Merah Hindia Belanda
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/737815/original/014928300_1410858711-donor-darah.jpg)
Sejarah Palang Merah di Indonesia dimulai jauh sebelum negara ini merdeka. Pada 21 Oktober 1873, Pemerintah Kolonial Belanda mendirikan organisasi Palang Merah bernama Nederlands Rode Kruis Afdeling Indie, disingkat Nerkai, sebagai badan resmi kepalangmerahan di wilayah jajahan. Organisasi ini menjadi cikal bakal kegiatan kepalangmerahan di Nusantara, jauh sebelum gagasan Palang Merah Indonesia sendiri muncul dari kalangan terpelajar pribumi.
Gagasan mendirikan Palang Merah versi Indonesia baru muncul sekitar 1932, dipelopori Dr. RCL Senduk dan Dr. Bahder Djohan bersama sejumlah kalangan terpelajar. Menurut laman resmi Palang Merah Indonesia Jakarta Pusat, "Inisiatif ini mendapatkan dukungan luas, terutama dari kalangan terpelajar Indonesia," sebelum akhirnya rancangan itu diajukan pada Konferensi Nerkai tahun 1940 dan ditolak mentah-mentah oleh pemerintah kolonial saat itu.
Upaya kedua muncul pada masa pendudukan Jepang setelah Belanda kalah dalam Perang Dunia II. Para tokoh kembali mencoba membentuk Badan Palang Merah Nasional, tapi pemerintah militer Jepang kembali menghalangi rencana tersebut dengan alasan keamanan. Rancangan itu pun terpaksa disimpan untuk kedua kalinya, menunggu momentum yang lebih tepat setelah situasi politik berubah total pascakemerdekaan Indonesia.
Advertisement
Kemerdekaan dan Berdirinya Palang Merah Indonesia
Momentum yang ditunggu akhirnya datang setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Tujuh belas hari kemudian, Presiden Soekarno memerintahkan pembentukan organisasi Palang Merah Nasional. Perintah ini menjadi titik balik setelah dua kali upaya pendirian Palang Merah Indonesia gagal pada masa kolonial dan pendudukan Jepang sebelumnya.
Menindaklanjuti perintah tersebut, Dr. Buntaran selaku Menteri Kesehatan kabinet pertama membentuk Panitia Lima pada 5 September 1945, beranggotakan Dr. R. Mochtar, Dr. Bahder Djohan, Dr. Djuhana, Dr. Marzuki, dan Dr. Sitanala. Panitia inilah yang bekerja mempersiapkan berdirinya organisasi Palang Merah Indonesia secara resmi dalam waktu singkat.
Hasil kerja Panitia Lima terwujud pada 17 September 1945, saat Palang Merah Indonesia resmi berdiri di bawah kepemimpinan Mohammad Hatta. Situs resmi PMI mencatat bahwa organisasi ini "menerima pengakuan internasional dari Komite Internasional Palang Merah (ICRC) pada 15 Juni 1950", disusul keanggotaan di Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah pada Oktober 1950.
Tugas Palang Merah Indonesia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306710/original/099330900_1784891945-dep2.jpg)
Sebagai organisasi kemanusiaan resmi, PMI memiliki sejumlah tugas pokok yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan. Aturan ini menjadi dasar hukum yang menegaskan peran PMI di tengah masyarakat, baik dalam situasi bencana, konflik, maupun kegiatan kemanusiaan sehari-hari. Berikut delapan tugas pokok tersebut:
1. Memberikan bantuan kepada korban konflik bersenjata, kerusuhan, dan gangguan lainnya.
2. Menawarkan layanan darah sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku.
3. Mengembangkan dan mengelola relawan di seluruh wilayah Indonesia.
4. Melaksanakan pendidikan dan pelatihan terkait kegiatan Palang Merah.
5. Menyebarluaskan informasi tentang kegiatan Palang Merah kepada masyarakat.
6. Memberikan bantuan dalam manajemen bencana, baik di dalam negeri maupun internasional.
7. Memberikan layanan kesehatan dan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.
8. Melaksanakan tugas kemanusiaan lain yang ditugaskan oleh pemerintah.
Advertisement
Hari Palang Merah Indonesia: 3 September atau 17 September?
Kebingungan soal Hari Palang Merah Indonesia jatuh pada 3 September atau 17 September muncul karena keduanya sama-sama tercatat dalam sejarah PMI. Sebagian orang mengira tanggal 3 September hanya catatan administratif biasa, padahal peristiwa itu punya makna tersendiri yang berbeda dari peringatan 17 September yang lebih dikenal luas oleh publik.
Tanggal 3 September diperingati sebagai Hari Palang Merah Indonesia karena menandai hari saat Presiden Soekarno memerintahkan Dr. Buntaran membentuk badan Palang Merah Nasional, cikal bakal Panitia Lima. Tanggal ini menandai awal proses resmi pembentukan organisasi, bukan hari ketika organisasi tersebut benar-benar berdiri dan mulai beroperasi penuh.
Sementara itu, 17 September diperingati sebagai Hari Palang Merah Nasional atau Hari PMI, karena pada tanggal itulah organisasi ini resmi terbentuk di bawah kepemimpinan Mohammad Hatta. Perbedaan makna dua tanggal inilah yang membuat masyarakat perlu memahami konteks masing-masing agar tidak keliru menafsirkan sejarah PMI ke depannya.
Pertanyaan Seputar Hari Palang Merah Indonesia
Kapan Hari Palang Merah Indonesia diperingati? Hari Palang Merah Indonesia diperingati setiap 3 September, menandai perintah Presiden Soekarno untuk membentuk badan Palang Merah Nasional yang kemudian melahirkan Panitia Lima.
Apa perbedaan Hari Palang Merah Indonesia dan Hari PMI? Hari Palang Merah Indonesia (3 September) menandai awal proses pembentukan, sedangkan Hari PMI atau Hari Palang Merah Nasional (17 September) menandai hari organisasi ini resmi berdiri.
Siapa pendiri Palang Merah Indonesia? PMI didirikan atas perintah Presiden Soekarno dan diketuai secara resmi di bawah kepemimpinan Mohammad Hatta, dengan Panitia Lima sebagai badan yang mempersiapkan pembentukannya.
Apa itu Nerkai dalam sejarah PMI? Nerkai atau Nederlands Rode Kruis Afdeling Indie adalah organisasi Palang Merah yang didirikan Pemerintah Kolonial Belanda pada 1873, sebelum PMI berdiri sebagai organisasi nasional Indonesia.
Apa tugas utama Palang Merah Indonesia saat ini? Tugas utama PMI mencakup bantuan korban bencana dan konflik, layanan transfusi darah, pengelolaan relawan, pelatihan kepalangmerahan, serta layanan kesehatan dan sosial kepada masyarakat.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5359126/original/045528800_1758620783-OJK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463536/original/058765400_1767636182-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331557/original/037451000_1787549916-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-24T123722.755.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338347/original/024642600_1788324642-470120451_10170146579330099_4110087173216024747_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338337/original/025409400_1788323996-THE_CULT_IS_ALMOST_COMPLETE.One_night._Four_forces._One_shared_frequency._seringai_official__sur.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338290/original/093788200_1788321796-5d71c992-40c7-46cb-a33a-44cd771b18ac.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338184/original/098672400_1788317145-Untitled.jpg)