Liputan6.com, Jakarta - Kebiasaan mencegah kecoa masuk rumah sebaiknya dilakukan sebelum serangga ini terlihat berkeliaran di dapur atau kamar mandi. Kecoa bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dapat membawa kuman dari tempat-tempat kotor ke permukaan yang digunakan untuk menyiapkan makanan. Southern Living menjelaskan bahwa kecoa dapat memindahkan patogen seperti E. coli dan Salmonella secara mekanis melalui tubuhnya.
Kehadiran kecoa di rumah juga tidak selalu berarti rumah dalam kondisi kotor. Serangga ini mencari tiga hal utama, yakni makanan, air, dan tempat berlindung. Rumah yang bersih sekalipun tetap bisa didatangi kecoa jika terdapat kebocoran air, celah pada dinding, tumpukan kardus, sisa makanan, atau akses masuk dari luar.
Karena itu, pencegahan perlu dilakukan dari beberapa sisi sekaligus. Bukan hanya rajin menyapu, penghuni rumah juga perlu memperhatikan celah bangunan, kondisi saluran air, tempat sampah, area sekitar rumah, hingga barang-barang yang baru dibawa masuk. Berikut ulasan Liputan6.com, Kamis (13/8/2026).
Advertisement
Mengapa Kecoa Bisa Masuk ke Rumah?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511720/original/003501100_1771916303-unnamed__99_.jpg)
Kecoa merupakan serangga yang sangat mudah beradaptasi. Menurut Eric Benson, ahli entomologi dari Clemson University yang dikutip Southern Living, kecoa akan berusaha bertahan hidup setelah berhasil masuk ke dalam rumah. Makanan, kelembapan, dan tempat berlindung menjadi daya tarik utama bagi serangga ini.
Kecoa dapat menemukan sumber makanan dari hal-hal sederhana, seperti remah roti di lantai, sisa makanan di meja, makanan hewan peliharaan, sampah dapur, bahkan residu makanan yang tertinggal di piring. Sementara itu, tetesan keran, pipa bocor, genangan air, dan saluran yang lembap menyediakan kebutuhan air.
Akses masuknya pun tidak selalu terlihat jelas. Celah di sekitar pipa, pintu, jendela, ventilasi, saluran pembuangan, serta retakan pada dinding dapat menjadi jalan masuk. Beberapa kecoa bahkan dapat terbawa ke rumah melalui kardus, tas belanja, furnitur bekas, atau barang lain yang sebelumnya berada di tempat yang terinfestasi.
1. Tutup Celah di Pintu, Jendela, dan Dinding
Langkah pertama dalam mencegah kecoa masuk rumah adalah menghilangkan akses masuknya. Periksa bagian bawah pintu, kusen jendela, sambungan dinding, serta area di sekitar pipa dan kabel.
Gunakan caulk atau bahan penutup celah yang sesuai untuk menutup retakan kecil. Weather stripping pada pintu dan jendela juga perlu diperiksa. Jika sudah longgar atau rusak, segera ganti.
North Carolina Department of Agriculture & Consumer Services (NCDA&CS) merekomendasikan penutupan lubang di sekitar pipa air, baseboard, pintu, dan jendela. Lembaga tersebut juga menyarankan penggunaan kasa pada jendela, ventilasi, saluran lantai, dan duct karena bagian-bagian tersebut dapat menjadi jalur masuk kecoa.
2. Perbaiki Keran dan Pipa yang Bocor
Rumah yang lembap menjadi lingkungan yang lebih menarik bagi kecoa. Karena itu, jangan mengabaikan keran yang terus menetes atau pipa yang mengalami kebocoran kecil.
Periksa bagian bawah wastafel, sambungan pipa, area kamar mandi, serta tempat yang sering mengalami genangan. Setelah digunakan, usahakan area tersebut tetap kering.
Kebocoran yang berlangsung lama juga dapat menciptakan ruang lembap di balik lemari atau dinding. Kondisi seperti ini tidak hanya membuat rumah lebih menarik bagi kecoa, tetapi juga dapat memicu persoalan kelembapan lainnya.
Advertisement
3. Simpan Makanan dalam Wadah Tertutup
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4477134/original/075652800_1687421556-Sabun_Cuci.jpg)
Makanan yang dibiarkan terbuka merupakan undangan bagi kecoa. Bahan makanan seperti tepung, gula, biskuit, sereal, makanan ringan, dan bahan kering sebaiknya disimpan dalam wadah yang tertutup rapat.
Jangan membiarkan makanan terbuka semalaman di meja makan. Jika ada makanan yang tumpah, segera bersihkan. Remah-remah kecil di bawah meja, kompor, atau kulkas juga sebaiknya tidak dibiarkan.
NCDA&CS menyarankan makanan disimpan dalam wadah yang tertutup rapat atau lemari es serta menghindari makanan, remah, dan sampah terbuka di dalam rumah.
4. Jangan Membiarkan Piring Kotor Semalaman
Sisa makanan yang menempel pada piring dapat menjadi sumber makanan bagi kecoa. Kebiasaan menumpuk piring kotor di wastafel sampai pagi sebaiknya dikurangi.
Setelah makan, bilas piring dan peralatan masak sesegera mungkin. Bersihkan juga area wastafel dari sisa makanan dan keringkan genangan air yang tertinggal.
Menurut Southern Living, menjaga area makan dan dapur tetap bersih merupakan bagian penting dari pencegahan karena kecoa tertarik pada sisa makanan sekaligus sumber air.
5. Kelola Tempat Sampah dengan Baik
Tempat sampah dapur merupakan salah satu lokasi yang mudah menyediakan makanan dan kelembapan bagi kecoa. Gunakan tempat sampah dengan penutup yang rapat dan kosongkan secara berkala.
Jangan menunggu sampai sampah menumpuk. Kantong sampah yang berisi sisa makanan sebaiknya segera dipindahkan ke tempat pembuangan di luar rumah.
Tempat sampah dan wadah daur ulang juga perlu dibersihkan. Botol atau kaleng bekas minuman dapat dibilas sebelum dimasukkan ke tempat daur ulang. NCDA&CS juga menyarankan agar barang daur ulang tidak terlalu lama disimpan di dalam rumah.
6. Bersihkan Kardus dan Kurangi Tumpukan Barang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306300/original/069976600_1784873712-ilustrasi_kardus.jpg)
Kardus, koran lama, kantong kertas, kain bekas, dan tumpukan barang yang jarang digunakan dapat menyediakan tempat persembunyian bagi kecoa.
Southern Living mencatat bahwa kecoa menyukai tempat-tempat tersembunyi seperti tumpukan kardus, kertas, dan benda yang tidak terpakai. Karena itu, gudang, garasi, dan sudut rumah yang penuh barang perlu dibersihkan secara berkala.
Untuk barang yang hanya digunakan sesekali, seperti dekorasi musiman, pertimbangkan menggunakan kotak plastik tertutup daripada kardus. Cara ini juga membuat isi penyimpanan lebih mudah diperiksa.
7. Periksa Kardus, Tas, dan Barang Sebelum Dibawa Masuk
Kecoa tidak selalu datang dengan berjalan dari halaman menuju dapur. Mereka juga bisa terbawa masuk bersama barang.
Sebelum memasukkan kardus belanja, paket, tas, furnitur bekas, kayu bakar, atau barang yang disimpan di luar, periksa bagian bawah dan celah-celahnya. Perhatikan terutama bagian yang gelap dan sulit terlihat.
Southern Living menyebut kardus sebagai salah satu benda yang dapat menjadi tempat persembunyian kecoa atau telurnya. Tas, pakaian, ransel, dan barang lain juga sebaiknya diperiksa sebelum disimpan di dalam rumah.
8. Bersihkan Area di Sekitar Rumah
Pencegahan tidak berhenti di dalam rumah. Area di sekitar fondasi juga perlu diperhatikan.
Daun kering, tumpukan kayu, sampah taman, tanaman yang terlalu rimbun, dan mulsa yang menempel pada fondasi dapat menyediakan tempat berlindung bagi kecoa. Pangkas semak atau dahan yang bersentuhan langsung dengan rumah.
Southern Living menyarankan agar vegetasi dan tumpukan kayu tidak dibiarkan menempel pada fondasi karena dapat memberikan akses dan tempat berlindung bagi beberapa jenis kecoa.
NCDA&CS juga menyarankan agar area luar rumah bebas dari sampah dan daun serta tumpukan kayu ditempatkan jauh dari bangunan.
Advertisement
9. Bersihkan Sisa Makanan Hewan Peliharaan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5507598/original/017091800_1771501297-healthy-fresh-pet-food-ingredients-dark-surface.jpg)
Mangkuk makanan hewan yang dibiarkan semalaman juga dapat menjadi sumber makanan bagi kecoa. Sisa makanan sebaiknya segera dibersihkan setelah waktu makan selesai.
Area sekitar tempat makan hewan juga perlu disapu atau dilap secara rutin. Jangan lupa membersihkan kotoran hewan karena kecoa merupakan serangga omnivora yang dapat memanfaatkan berbagai jenis bahan organik sebagai makanan.
Southern Living menyarankan agar makanan hewan tidak dibiarkan sepanjang malam, baik di dalam maupun di luar rumah.
10. Rutin Menyedot Debu dan Membersihkan Sudut Rumah
Menyapu saja terkadang tidak cukup untuk menjangkau remah-remah yang masuk ke celah furnitur. Gunakan penyedot debu secara rutin, terutama di bawah meja, sofa, lemari, kulkas, kompor, dan area tempat keluarga sering makan.
Kabinet dan laci dapur juga perlu dikosongkan sesekali agar remah makanan yang terselip dapat dibersihkan. Area di belakang peralatan dapur perlu diperiksa karena kecoa cenderung mencari lokasi gelap, sempit, dan dekat dengan sumber makanan atau air.
Kebiasaan membersihkan ini tidak hanya membantu menghilangkan makanan yang dapat menarik kecoa, tetapi juga membuat tanda-tanda keberadaannya lebih mudah ditemukan.
Bagaimana Jika Sudah Menemukan Kecoa?
Menemukan satu ekor kecoa tidak selalu berarti rumah sudah mengalami infestasi berat, tetapi keberadaannya sebaiknya tidak diabaikan. Southern Living menyarankan penggunaan perangkap lengket sebagai monitoring station untuk mengetahui lokasi dan tingkat aktivitas kecoa. Jika banyak kecoa atau berbagai tahap perkembangan tertangkap, masalahnya dapat lebih serius.
Untuk pengendalian, umpan kecoa dapat digunakan sesuai petunjuk label. NCDA&CS menjelaskan bahwa umpan dapat membantu karena kecoa membawanya ke tempat persembunyian. Boric acid juga dapat digunakan pada lokasi tertentu jika produknya memang berlabel untuk pengendalian kecoa.
Penggunaan pestisida perlu dilakukan secara hati-hati. Jangan menggunakan produk untuk luar ruangan di dalam rumah. Ikuti dosis dan petunjuk pada label, jauhkan bahan tersebut dari anak-anak dan hewan peliharaan, serta hindari mengaplikasikannya pada permukaan yang bersentuhan langsung dengan makanan. NCDA&CS menekankan bahwa menggunakan pestisida lebih banyak dari dosis yang dianjurkan tidak berarti hasilnya lebih baik dan justru dapat meningkatkan risiko.
Perlu pula berhati-hati terhadap berbagai metode rumahan yang diklaim dapat mengusir kecoa secara permanen. Southern Living mencatat bahwa bahan seperti daun salam, ampas kopi, pelembut pakaian, perangkat ultrasonik, dan minyak esensial tidak memiliki bukti kuat sebagai solusi pengendalian jangka panjang.
Jika kecoa terus muncul meskipun sumber makanan dan air sudah dikendalikan, pemeriksaan profesional dapat dipertimbangkan. Terlebih jika kecoa terlihat pada siang hari, ditemukan berulang kali, atau terdapat tanda-tanda lain seperti kotoran dan bau yang tidak biasa.
Tanya Jawab Seputar Kecoa
1. Apakah rumah yang bersih tetap bisa dimasuki kecoa?
Bisa. Kebersihan membantu mengurangi sumber makanan, tetapi kecoa juga mencari air, kelembapan, dan tempat berlindung. Celah pada bangunan atau barang yang terbawa masuk juga dapat menjadi jalur masuk.
2. Apa yang paling menarik kecoa masuk ke rumah?
Tiga faktor utama adalah makanan, air, dan tempat berlindung. Remah makanan, sampah, makanan hewan, keran bocor, genangan air, kardus, serta tumpukan barang dapat membuat rumah lebih menarik bagi kecoa.
3. Apakah lampu bisa mencegah kecoa masuk?
Tidak. Kecoa memang lebih aktif pada malam hari dan menyukai tempat gelap, tetapi membiarkan lampu menyala bukan metode yang dapat diandalkan untuk mencegah kecoa. Menghilangkan makanan, air, tempat berlindung, dan jalur masuk jauh lebih penting.
4. Apakah boric acid aman digunakan untuk membasmi kecoa?
Boric acid dapat digunakan untuk pengendalian kecoa jika produk tersebut memang memiliki label untuk penggunaan tersebut. Penggunaannya harus mengikuti petunjuk label dan ditempatkan di area yang tidak dapat dijangkau anak-anak atau hewan peliharaan.
5. Kapan harus memanggil jasa pengendali hama?
Pertimbangkan bantuan profesional jika kecoa terus muncul setelah upaya pencegahan dan pengendalian dilakukan, terutama jika jumlahnya meningkat atau ditemukan tanda infestasi di berbagai area rumah. Pemeriksaan profesional dapat membantu menemukan sumber dan tempat persembunyian yang sulit dijangkau.
Â
Â
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306125/original/027820500_1784862750-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-24T101123.644.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299565/original/093541200_1784264989-cek_fakta_magang_nasional_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322150/original/091705800_1786518970-HOAX__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4285001/original/066553900_1673179649-Target_Sektor_Wisata_2023-Angga-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1642857/original/017711700_1499493291-74123419.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322784/original/091606300_1786589049-pexels-sedanur-kunuk-78972032-31594860.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321382/original/020248200_1786441237-Wo96foxITLpRdbIPscj8TqGZUUGwCkyNZRya0snT.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322764/original/071194500_1786588104-asinan.jpg)