Kesalahan Merendam Pakaian yang Bikin Bau, Jangan Diulang Saat Mencuci

Kesalahan merendam pakaian yang bikin bau bisa disebabkan banyak faktor. Kenali penyebab dan cara mengatasinya.

Diterbitkan 27 September 2026, 12:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Merendam pakaian sebelum dicuci memang sering dilakukan untuk membantu meluruhkan kotoran dan noda. Namun, kebiasaan ini tidak selalu membuat pakaian menjadi lebih bersih. Jika dilakukan dengan cara yang kurang tepat, pakaian justru bisa mengeluarkan bau apek setelah dicuci.

Salah satu penyebabnya adalah pakaian dibiarkan terlalu lama dalam air rendaman. Kondisi lembap dan minim sirkulasi udara dapat membuat mikroorganisme berkembang, terutama jika pakaian sudah terkena keringat, minyak tubuh, atau kotoran sebelum direndam.

Selain durasi, jenis pakaian, jumlah deterjen, suhu air, hingga kondisi wadah rendaman juga dapat memengaruhi hasil cucian. Karena itu, penting menghindari beberapa kesalahan saat merendam agar pakaian tetap bersih dan memiliki aroma segar setelah dicuci.

Berikut kesalahan merendam pakaian yang membuat bau, dirangkum Liputan6.com, Minggu (27/9/2026).

Kesalahan Merendam Pakaian yang Membuat Bau

Beberapa kebiasaan yang terlihat sepele justru dapat menjadi penyebab pakaian berbau kurang sedap. Berikut kesalahan yang sebaiknya dihindari saat merendam pakaian.

1. Merendam pakaian terlalu lama

Merendam pakaian selama berjam-jam atau bahkan semalaman tidak selalu membuat kotoran lebih mudah hilang. Pakaian yang terus berada dalam kondisi basah dapat menjadi lembap terlalu lama dan memicu munculnya bau apek.

Risikonya lebih besar pada pakaian yang sudah penuh keringat atau memiliki bau badan. Setelah direndam, pakaian sebaiknya segera dicuci dan dibilas hingga bersih.

2. Menggunakan deterjen terlalu banyak

Deterjen berlebihan juga bisa menjadi masalah. Alih-alih membuat pakaian semakin bersih, residu deterjen dapat tertinggal di serat kain apabila tidak dibilas dengan baik.

Residu tersebut dapat bercampur dengan keringat, minyak tubuh, dan kotoran sehingga pakaian terasa kurang segar. Gunakan deterjen sesuai takaran yang dianjurkan pada kemasan dan sesuaikan dengan jumlah pakaian.

3. Mencampur pakaian sangat kotor dengan pakaian biasa

Pakaian yang sangat kotor, seperti pakaian olahraga, pakaian kerja, atau pakaian yang banyak terkena keringat, sebaiknya tidak langsung dicampur dengan pakaian yang hanya digunakan sebentar.

Ketika semuanya direndam bersama, kotoran dan bau dari pakaian yang lebih kotor dapat berpindah ke air rendaman dan menempel pada pakaian lainnya.

4. Membiarkan pakaian menumpuk dalam air rendaman

Wadah rendaman yang terlalu penuh membuat pakaian sulit terendam dan bergerak dengan baik. Kondisi ini juga membuat proses pencucian menjadi kurang efektif karena kotoran dari satu pakaian dapat bercampur dengan pakaian lainnya.

Gunakan wadah dengan kapasitas yang cukup dan jangan memasukkan pakaian secara berlebihan. Berikan ruang agar air dapat menjangkau seluruh bagian kain.

5. Menggunakan air rendaman yang sudah kotor

Air rendaman yang berubah keruh atau mengandung banyak kotoran sebaiknya tidak digunakan terlalu lama. Jika pakaian tetap dibiarkan di dalamnya, kotoran yang sudah terlepas dapat kembali menempel pada serat kain.

Untuk pakaian yang sangat kotor, lebih baik mengganti air atau langsung melanjutkan proses pencucian setelah waktu perendaman yang cukup.

Cara Merendam Pakaian agar Tidak Bau Apek

Perendaman tetap dapat dilakukan selama waktunya tepat dan diikuti proses pencucian yang benar. Beberapa langkah sederhana berikut bisa membantu mengurangi risiko bau pada pakaian.

Rendam sesuai kondisi pakaian

Pakaian yang hanya sedikit kotor tidak membutuhkan waktu rendam yang panjang. Untuk pakaian sehari-hari, waktu singkat biasanya sudah cukup untuk membantu melonggarkan kotoran sebelum dicuci.

Pisahkan pakaian berdasarkan tingkat kekotoran

Pisahkan pakaian yang penuh keringat, terkena noda berat, atau memiliki bau kuat dari pakaian yang relatif bersih. Cara ini membantu mencegah kotoran dan bau berpindah selama proses perendaman.

Gunakan deterjen secukupnya

Takaran deterjen perlu disesuaikan dengan jumlah pakaian dan petunjuk produk. Deterjen yang lebih banyak bukan berarti hasil cucian otomatis lebih bersih.

Segera cuci setelah direndam

Jangan membiarkan pakaian yang sudah selesai direndam kembali tergeletak dalam air selama berjam-jam. Segera lanjutkan dengan proses pencucian agar pakaian tidak berada dalam kondisi basah terlalu lama.

Bilas sampai tidak ada residu deterjen

Pembilasan yang kurang bersih dapat meninggalkan sisa deterjen pada serat kain. Pastikan pakaian dibilas secara menyeluruh, terutama jika menggunakan deterjen dalam jumlah cukup banyak.

Segera jemur setelah dicuci

Pakaian yang sudah bersih sebaiknya tidak dibiarkan menumpuk dalam keadaan basah. Segera jemur di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik agar air cepat menguap dan pakaian tidak menjadi lembap terlalu lama.

Kebiasaan Setelah Mencuci yang Bisa Memicu Bau

Bau pada pakaian tidak selalu disebabkan oleh proses perendaman. Bahkan setelah dicuci, beberapa kebiasaan berikut dapat membuat pakaian kembali berbau kurang sedap.

Pakaian yang dibiarkan terlalu lama di dalam mesin cuci setelah siklus pencucian selesai dapat mulai berbau apek. Kondisi lembap dan tertutup membuat bau lebih mudah berkembang.

Menjemur terlalu rapat

Pakaian yang digantung terlalu berdekatan membutuhkan waktu lebih lama untuk kering. Sirkulasi udara yang buruk dapat membuat kain tetap lembap dan memunculkan aroma kurang sedap.

Menyimpan pakaian sebelum benar-benar kering

Pakaian yang masih sedikit lembap sebaiknya tidak langsung dilipat dan dimasukkan ke lemari. Kelembapan yang terperangkap dapat membuat pakaian berbau apek, bahkan ketika sebelumnya sudah dicuci.

Mengabaikan kebersihan mesin cuci

Mesin cuci yang jarang dibersihkan dapat menyimpan residu deterjen, kotoran, dan kelembapan. Jika kondisi ini terus berlangsung, bau dari mesin dapat ikut menempel pada pakaian selama proses pencucian.

Pertanyaan Seputar Merendam Pakaian

Apakah merendam pakaian semalaman bisa membuat bau?

Bisa. Pakaian yang direndam terlalu lama berada dalam kondisi basah dan minim sirkulasi udara. Risiko bau semakin besar jika pakaian sebelumnya sudah terkena banyak keringat atau kotoran.

Apakah semakin banyak deterjen membuat pakaian lebih wangi?

Tidak selalu. Deterjen berlebihan justru dapat meninggalkan residu pada kain jika tidak dibilas dengan baik. Gunakan deterjen sesuai takaran agar proses pencucian lebih efektif.

Berapa lama pakaian sebaiknya direndam?

Durasi bergantung pada jenis pakaian, tingkat kekotoran, dan petunjuk pada produk deterjen yang digunakan. Untuk pakaian sehari-hari yang tidak terlalu kotor, tidak perlu merendamnya terlalu lama.

Kenapa pakaian tetap bau setelah dicuci?

Selain cara merendam yang kurang tepat, penyebabnya bisa berupa pakaian terlalu lama dibiarkan basah, pembilasan kurang bersih, proses pengeringan lambat, atau mesin cuci yang kotor.

Apakah pakaian yang sudah bau harus direndam ulang?

Jika bau berasal dari pakaian yang terlalu lama lembap, pencucian ulang dapat dilakukan dengan proses yang tepat. Hindari sekadar menambah deterjen atau memperpanjang waktu perendaman karena hal tersebut belum tentu menghilangkan sumber bau.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6