8 Cara Singkirkan Semut dari Dapur agar Tidak Mengerubungi Makanan

Cara singkirkan semut dari dapur agar tidak kembali mengerubungi makanan dengan langkah sederhana yang mudah dilakukan di rumah.

Diterbitkan 26 September 2026, 22:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Semut yang tiba-tiba mengerubungi makanan di dapur tentu membuat aktivitas memasak dan menyimpan makanan menjadi kurang nyaman. Jika dibiarkan, semut bisa muncul berulang kali karena menemukan sumber makanan dan jalur yang mudah untuk kembali.

Cara singkirkan semut dari dapur sebenarnya tidak selalu membutuhkan bahan khusus. Kebersihan area dapur, penyimpanan makanan yang tepat, serta beberapa bahan sederhana dapat membantu mengurangi kedatangan semut. Berikut ulasan selengkapnya, dirangkum Liputan6.com pada Sabtu (26/9/2026). 

1. Bersihkan Sisa Makanan di Meja Dapur

Sisa makanan dan minuman manis yang tertinggal di meja dapat menjadi daya tarik bagi semut. Bahkan remah-remah kecil yang luput dari pembersihan bisa membuat semut kembali datang.

Segera lap meja setelah memasak atau makan. Gunakan kain bersih yang sedikit dibasahi untuk mengangkat sisa makanan, minyak, dan cairan manis yang menempel.

2. Simpan Makanan dalam Wadah Tertutup

Makanan yang dibiarkan terbuka lebih mudah ditemukan semut. Kondisi ini terutama sering terjadi pada gula, kue, roti, buah, dan makanan lain yang memiliki aroma kuat atau rasa manis.

Pindahkan bahan makanan ke wadah yang memiliki penutup rapat. Untuk makanan matang, jangan membiarkannya terlalu lama berada di meja tanpa perlindungan.

3. Bersihkan Jalur yang Sering Dilalui Semut

Semut biasanya mengikuti jalur tertentu saat mencari makanan. Setelah menemukan sumber makanan, semut lain dapat mengikuti jejak tersebut dan datang dalam jumlah lebih banyak.

Lap area yang sering dilewati semut, termasuk meja, lantai, sudut kabinet, dan sekitar tempat penyimpanan makanan. Membersihkan jalurnya secara rutin dapat membantu mengurangi kemungkinan semut kembali mengikuti rute yang sama.

4. Gunakan Larutan Cuka untuk Membersihkan Permukaan

Cuka yang diencerkan dengan air dapat digunakan sebagai bahan pembersih permukaan tertentu di dapur. Aromanya juga dapat membantu mengganggu jejak yang digunakan semut untuk menemukan sumber makanan.

Campurkan cuka dan air, lalu gunakan secukupnya untuk mengelap permukaan yang sering dilewati semut. Hindari penggunaannya pada material yang tidak cocok dengan cuka dan jangan mencampurkannya dengan pemutih.

5. Manfaatkan Aroma yang Tidak Disukai Semut

Beberapa bahan beraroma kuat kerap digunakan sebagai cara sederhana untuk mengurangi semut di area tertentu. Salah satunya adalah kayu manis yang aromanya cukup menyengat.

Letakkan sedikit kayu manis di dekat area yang sering menjadi jalur semut. Cara ini dapat menjadi pelengkap, tetapi tetap perlu dibarengi dengan membersihkan sumber makanan yang mengundang semut.

6. Jangan Biarkan Sampah Makanan Menumpuk

Tempat sampah di dapur dapat menjadi sumber makanan bagi semut jika berisi sisa makanan. Kondisi tersebut membuat semut memiliki alasan untuk terus berada di sekitar dapur.

Gunakan tempat sampah dengan penutup dan buang sampah makanan secara rutin. Bersihkan bagian dalam dan sekitar tempat sampah apabila terdapat tumpahan atau sisa makanan.

7. Periksa Celah di Dinding dan Area Kabinet

Semut dapat masuk melalui celah kecil di sekitar dinding, jendela, pintu, atau kabinet dapur. Jika semut terus muncul meskipun dapur sudah dibersihkan, perhatikan dari mana mereka datang.

Setelah menemukan jalurnya, celah yang memungkinkan semut masuk dapat ditutup atau diperbaiki. Langkah ini membantu mengurangi akses semut menuju area dapur.

8. Bersihkan Area Dapur Secara Rutin

Membersihkan dapur secara rutin menjadi salah satu langkah penting agar semut tidak mudah menemukan makanan. Jangan hanya membersihkan permukaan yang terlihat, tetapi perhatikan juga sudut meja, bawah peralatan, dan bagian belakang kabinet.

Pastikan tidak ada remah makanan atau cairan manis yang tertinggal. Dapur yang bersih membuat sumber makanan bagi semut menjadi lebih sedikit.

Hal yang Perlu Dihindari agar Semut Tidak Kembali

Mengusir semut tanpa menghilangkan sumber makanannya sering kali hanya memberikan hasil sementara. Semut dapat kembali ketika menemukan makanan atau jalur masuk yang masih tersedia.

Karena itu, hindari membiarkan makanan terbuka, tumpahan minuman manis, remah makanan, serta sampah organik terlalu lama berada di dapur. Penyimpanan makanan dalam wadah tertutup juga perlu menjadi kebiasaan.

Kapan Perlu Menggunakan Pengendali Hama?

Jika jumlah semut sangat banyak, muncul terus-menerus, atau terlihat berasal dari area yang sulit dijangkau, penggunaan produk pengendali hama dapat dipertimbangkan sesuai petunjuk pada label.

Pastikan produk tersebut digunakan dengan aman, terutama di dapur yang menjadi tempat menyimpan dan mengolah makanan. Jauhkan bahan pengendali hama dari makanan, peralatan makan, anak-anak, dan hewan peliharaan.

Pertanyaan dan Jawaban seputar Cara Singkirkan Semut dari Dapur

Apakah membersihkan dapur bisa mengurangi semut?

Bisa membantu. Membersihkan sisa makanan, tumpahan minuman, dan remah-remah dapat mengurangi sumber makanan yang menarik semut.

Mengapa semut sering mengerubungi makanan manis?

Makanan dan minuman yang mengandung gula dapat menjadi sumber makanan bagi semut. Karena itu, bahan makanan manis sebaiknya disimpan dalam wadah yang tertutup rapat.

Apakah cuka bisa digunakan untuk mengusir semut?

Cuka yang diencerkan dapat digunakan untuk membersihkan permukaan tertentu dan membantu mengganggu jejak yang dilalui semut. Namun, penggunaannya perlu disesuaikan dengan jenis permukaan.

Bagaimana agar semut tidak kembali ke dapur?

Selain membersihkan makanan yang tercecer, simpan makanan dalam wadah tertutup, buang sampah secara rutin, bersihkan jalur semut, dan periksa celah yang menjadi akses masuk.

Apa yang dilakukan jika semut tetap banyak meski dapur sudah dibersihkan?

Periksa kemungkinan adanya sarang atau jalur masuk di sekitar dinding, kabinet, jendela, dan bagian lain yang sulit dijangkau. Jika masalah terus berulang, pertimbangkan bantuan pengendali hama profesional.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6