Liputan6.com, Jakarta - Setiap memasuki penghujung bulan Shafar, masyarakat Muslim Nusantara mulai mencari tahu amalan Rabu Wekasan 2026 akhir Shafar. Momentum ini rutin diperingati, terutama di Pulau Jawa, dengan doa bersama, sedekah, hingga ritual tolak bala yang sudah diwariskan turun-temurun sejak zaman para wali dan ulama terdahulu.
Sebagian masyarakat menganggap hari ini istimewa karena dipercaya sebagai waktu turunnya banyak cobaan dan musibah. Anggapan itu membuat banyak keluarga memilih memperbanyak doa dan menahan diri dari aktivitas tertentu sebagai bentuk kehati-hatian menjelang hari tersebut tiba.
Berikut ini adalah amalan Rabu Wekasan 2026 akhir shafar berserta waktu, makna, dan pandangan para ulama yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa (11/8/2026). Mari simak ulasan selengkapnya di bawah ini.
Advertisement
Apa Itu Rabu Wekasan?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321441/original/077954600_1786441575-masjid-pogung-dalangan-63DjDHXAA_c-unsplash.jpg)
Istilah Rabu Wekasan berasal dari bahasa Jawa. Kata "Rebo" berarti hari Rabu, sedangkan "wekasan" bermakna akhir atau penutup. Jadi, Rabu Wekasan merujuk pada hari Rabu terakhir yang jatuh pada bulan Shafar dalam kalender Hijriah setiap tahunnya.
Di sejumlah daerah, tradisi ini juga dikenal dengan sebutan Rebo Pungkasan atau Rebo Kasan. Meski penyebutannya berbeda-beda antarwilayah, maksudnya tetap sama, yaitu menandai penutup bulan kedua dalam kalender Hijriah setelah bulan Muharram berakhir.
Tradisi ini tumbuh dari kebiasaan masyarakat yang memadukan ajaran Islam dengan budaya lokal Nusantara. Para ulama dan wali di Tanah Jawa mengarahkan kebiasaan berkumpul warga menjadi kegiatan doa bersama, pembacaan Al-Qur'an, dan shalat sunnah yang penuh makna.
Advertisement
Kapan Rabu Wekasan 2026
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, bulan Shafar 1448 H dimulai pada Kamis, 16 Juli 2026 dan berakhir pada pertengahan bulan Agustus tahun yang sama.
Dengan demikian, Rabu terakhir pada bulan tersebut jatuh pada 12 Agustus 2026. Perlu dicatat, hari ini bukan hari libur nasional. Kegiatan pemerintahan, sekolah, dan perkantoran tetap berjalan seperti hari biasa di seluruh wilayah Indonesia.
Pandangan Ulama Tentang Rabu Wekasan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321442/original/000641000_1786441576-masjid-pogung-dalangan-Cmh2kEbjlyM-unsplash.jpg)
Para ulama memiliki cara pandang tersendiri dalam menyikapi tradisi Rebo Wekasan, meski pada akhirnya bermuara pada kesimpulan yang sama. Situs NU Online Jabar menjelaskan bahwa amaliah Rebo Wekasan berkembang dari tradisi para ulama dan orang saleh di Nusantara. Meski begitu, situs ini mengutip penjelasan Imam Abdurrauf al-Munawi dalam kitab Faidh al-Qadir yang menegaskan bahwa menghindari hari Rabu karena meyakini kesialan hukumnya haram, sebab seluruh hari adalah milik Allah.
Sementara itu, Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Kiai Miftahul Huda, yang dikutip dari situs MUI menekankan bahwa status hukum Rebo Wekasan harus ditelaah lewat tiga aspek, yaitu akidah, ibadah, dan muamalah, sebelum dapat disimpulkan secara utuh dan tidak boleh asal dihukumi tanpa pemahaman menyeluruh.
Kiai Miftah menyertakan hadis riwayat Muslim yang menegaskan tidak ada kesialan pada bulan Shafar. Ia menambahkan, menghindari aktivitas penting seperti menikah atau bepergian karena takut sial termasuk tathayyur terlarang.
Advertisement
Amalan yang Dilakukan Saat Rabu Wekasan
Meski tidak boleh dilandasi keyakinan akan kesialan, para ulama tetap menganjurkan umat Islam mengisi Rabu Wekasan dengan berbagai amal saleh. Berikut amalan yang lazim dikerjakan masyarakat sebagai bentuk taqarrub atau upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT pada hari tersebut.
- Memperbanyak Doa: Umat Islam dianjurkan membaca doa perlindungan yang termuat dalam kitab Kanz an-Najah wa as-Surur dan Mujarrabat ad-Dairabi. Doa ini berisi permohonan agar Allah SWT menjauhkan diri dari segala keburukan, musibah, dan gangguan sepanjang tahun yang akan dijalani.
- Memperbanyak Istighfar: Mengucap istighfar dipercaya membuka jalan keluar dari setiap kesulitan dan menghilangkan kegundahan hati. Amalan ini dianjurkan setiap hari, tidak terbatas pada momentum Rabu Wekasan, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an surah Hud ayat 90 tentang keutamaan bertobat.
- Membaca Al-Qur'an: Tilawah Al-Qur'an menjadi amalan yang dianjurkan sepanjang waktu, termasuk saat memasuki hari terakhir bulan Shafar. Setiap huruf yang dibaca dari Kitab Allah membawa satu kebaikan yang dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan bagi setiap pembacanya, sebagaimana disebutkan dalam hadis.
- Menulis Tujuh Ayat Salam: Sebagian kalangan pesantren menulis tujuh ayat Al-Qur'an yang diawali lafaz salam pada sebuah wadah, lalu melarutkannya dengan air untuk diminum. Amalan ini dikerjakan sebagai bentuk tabarruk, yakni mengharap keberkahan dan perlindungan dari Allah SWT.
- Shalat Sunnah Mutlak: Sebagian ulama menganjurkan shalat sunnah empat rakaat yang diniatkan sebagai shalat sunnah mutlak, bukan shalat khusus Rabu Wekasan. Setiap rakaat membaca surah tertentu, kemudian diikuti doa perlindungan setelah salam selesai dikerjakan dengan penuh kekhusyukan.
- Sedekah dan Berbagi Makanan: Di banyak daerah, warga menggelar selamatan atau membagikan makanan seperti apem dan nasi tumpeng kepada tetangga sekitar. Kebiasaan ini menjadi wujud rasa syukur sekaligus mempererat kepedulian sosial antarwarga di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Seluruh amalan tersebut sebaiknya dikerjakan dengan niat ibadah semata, bukan karena meyakini adanya kekuatan khusus pada hari Rabu terakhir bulan Shafar. Dengan begitu, tradisi Rabu Wekasan tetap berjalan selaras dengan ajaran Islam yang sesungguhnya, sekaligus menjaga hubungan sosial antarwarga tetap erat.
Pertanyaan Seputar Amalan Rabu Wekasan 2026 Akhir Shafar
1. Rabu Wekasan 2026 jatuh pada tanggal berapa?
Rabu Wekasan 2026 jatuh pada Rabu, 12 Agustus 2026, bertepatan dengan Rabu terakhir bulan Shafar 1448 Hijriah menurut Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan Kementerian Agama RI.
2. Apakah Rabu Wekasan termasuk hari libur nasional?
Bukan. Rabu Wekasan tidak termasuk hari libur nasional maupun cuti bersama, sehingga aktivitas sekolah, perkantoran, dan pemerintahan tetap berjalan seperti hari biasa.
3. Apakah benar bulan Shafar membawa kesialan?
Menurut mayoritas ulama, tidak ada dalil sahih yang mendasari keyakinan tersebut. Hadis Nabi Muhammad SAW menegaskan tidak ada kesialan pada bulan Shafar maupun hari tertentu.
4. Apa saja amalan yang dianjurkan saat Rabu Wekasan?
Amalan yang dianjurkan meliputi memperbanyak doa, istighfar, membaca Al-Qur'an, shalat sunnah mutlak, serta sedekah kepada sesama sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah.
5. Bolehkah mempercayai Rabu Wekasan sebagai hari sial?
Ulama melarang keyakinan tersebut karena tergolong tathayyur yang dilarang agama. Setiap hari adalah milik Allah dan tidak membawa manfaat maupun mudarat dengan sendirinya.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4804864/original/058141600_1713412064-cek_fakta_atm.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4697744/original/075382200_1703490520-20231225-Taman-Margasatwa-Ragunan-Herman-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3341307/original/037033900_1609899603-cek_fakta_kosmetik_cega_covid-19.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320548/original/068244200_1786355298-cek_fakta_-_bansos_hut_ri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321440/original/060833200_1786441575-masjid-maba-QhzQfD0ihnI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3166528/original/084149600_1593520008-20200630-Nasib-Pedagang-Plastik-Jelang-Pemberlakuan-Larangan-Kantong-Sekali-Pakai-IQBAL-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321252/original/082828200_1786435097-pexels-anna-klymenko-2154232859-38371058.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321285/original/022408000_1786436364-4a930d37-b4b9-455c-9e8c-7052e2899467.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321238/original/071179900_1786434510-1cb191e4-adff-4a73-855a-e2b4bdec5d39.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321217/original/049351500_1786433246-93472c8c-3156-4f2c-a32c-a3c88f4f58cc.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289829/original/024800200_1783415485-MbzrIgdn8ZoBPIIwzB55oFI8qmZbGsmZOdZVByk6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5042496/original/065572500_1733802853-9674.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321099/original/048194700_1786428661-07bd36da-c63d-4943-9883-2651e01f8cce.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3457538/original/038165100_1621227090-13092.jpg)