Top 3: Rupiah Hampir Tembus 18.000 per Dolar AS

Berikut ini tiga artikel terpopuler atau Top 3 di kanal bisnis Liputan6.com pada Sabtu (26/9/2026).

Diterbitkan 26 September 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Rupiah terus tertekan mendekati level Rp 18.000 per dolar AS dalam pekan ini. Ekonom CORE Indonesia Mohammad Faisal menilai tekanan terutama datang dari faktor eksternal, termasuk kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin yang mempersempit spread Fed Fund Rate dan BI Rate dari sekitar 200 menjadi 175 basis poin.

Selain kebijakan The Fed, ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak dunia turut menekan rupiah. Kondisi tersebut mendorong investor mencari aset aman atau safe haven, sehingga memicu arus modal keluar dari negara berkembang.

Artikel mengenai rupiah ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu, masih ada sejumlah artikel lain yang layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Sabtu (26/9/2026):

1. Rupiah Hampir Tembus 18.000 per Dolar AS, Ekonom Beri Saran ke BI

Nilai tukar rupiah terus mengalami tekanan hingga mendekati level 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Jumat (25/9/2026), turun 17 poin atau 0,09% menjadi 17.933 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi 17.916 per dolar AS.

Ekonom CORE Indonesia, Mohammad Faisal, mengungkapkan sejumlah faktor eksternal menjadi pendorong utama pelemahan mata uang Garuda dalam sepekan terakhir.

Simak berita selengkapnya di sini

 

2. Putus Sekolah dan Terlilit Utang, Kini Jadi Raja Media Berharta Rp 100 Triliun

Kisah perjalanan hidup Dr. Subhash Chandra menjadi bukti nyata bagaimana tekanan finansial dan krisis keluarga di masa muda mampu menempa keberanian dalam mengambil risiko bisnis. Pria kelahiran Adampur Mandi, Haryana, India ini berhasil bertransformasi dari seorang remaja putus sekolah menjadi sosok pengusaha berpengaruh yang merevolusi lanskap media dan penyiaran di negaranya.

Chandra tumbuh dalam keluarga pedagang komoditas pertanian. Namun pada 1967, bisnis keluarganya bangkrut hingga menyisakan utang lebih dari 600 ribu rupee. Akibat krisis tersebut, Chandra yang saat itu berusia 17 tahun dan bercita-cita menjadi insinyur terpaksa berhenti sekolah karena tak mampu membayar biaya pendidikan.

Simak berita selengkapnya di sini

 

3. Belanja Negara 2027 Tembus Rp 4.000 Triliun, Pertama Kali dalam Sejarah

Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menyebut belanja negara dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 berpotensi menembus Rp 4.000 triliun untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia. Pemerintah merancang belanja tersebut untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia, produktivitas, kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial, dan konektivitas infrastruktur.

Suahasil menilai kenaikan skala belanja negara harus diikuti tanggung jawab untuk memastikan anggaran memberikan dampak terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

"Ibu Bapak mungkin bisa melihat R-APBN 2027 kita desain sehingga kemungkinan besar ini pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia belanja negara melebihi Rp 4.000 triliun,” kata Suahasil.

Simak berita selengkapnya di sini

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6