Liputan6.com, Jakarta - Budidaya keong mas (Pomacea canaliculata) di kolam terpal semakin diminati banyak orang karena kemudahan perawatan dan potensi keuntungan yang menjanjikan. Metode ini menawarkan modal yang relatif kecil, serta tingginya permintaan pasar, baik sebagai pakan alternatif untuk ternak seperti bebek, ikan, dan lele, maupun untuk konsumsi kuliner seperti sate keong atau tumis. Jika Anda tertarik untuk memulai, memahami cara budidaya keong mas di kolam terpal adalah langkah awal yang krusial.Â
Keong mas dikenal sebagai hewan yang sangat adaptif dan memiliki kemampuan berkembang biak yang cepat. Memilih kolam terpal merupakan keputusan cerdas karena sifatnya yang praktis, mudah dibersihkan, dan dapat ditempatkan di lahan terbatas. Panduan lengkap mengenai cara budidaya keong mas di kolam terpal ini akan membantu Anda dari persiapan awal hingga masa panen.Â
Mari kita selami lebih dalam setiap tahapan budidaya keong mas di kolam terpal ini, memastikan setiap aspek terpenuhi untuk keberhasilan budidaya Anda, dalam rangkuman yang telah Liputan6 susun berikut ini.
Advertisement
Persiapan dan Pembuatan Kolam Terpal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572152/original/094330100_1777775997-Gemini_Generated_Image_sehctrsehctrsehc.jpeg)
Langkah pertama dalam budidaya keong mas adalah menyiapkan media hidup yang ideal dan kokoh. Kolam terpal menjadi pilihan yang efisien karena kemudahan pemasangan dan pemeliharaannya. [cite: Informasi yang Disediakan Pengguna] Pembersihan terpal secara menyeluruh sebelum digunakan sangat penting untuk menghilangkan zat kimia berbahaya yang mungkin terkandung di dalamnya. Proses ini memastikan lingkungan kolam aman bagi keong mas yang akan dibudidayakan.
Pengisian air dengan ketinggian yang tepat dan proses pengendapan air akan membantu menstabilkan kondisi lingkungan kolam sebelum bibit keong dimasukkan. Kualitas air yang stabil adalah kunci untuk mengurangi stres pada keong dan mendukung pertumbuhannya. Pastikan semua langkah persiapan dilakukan dengan cermat untuk menciptakan habitat yang optimal.
-
Alat dan Bahan:
- Terpal tipe A3 atau A5.
- Bambu, kayu, atau pipa besi untuk rangka.
- Air bersih.
- Sikat.
-
Langkah-langkah:
- Ukuran Kolam: Untuk pemula, disarankan membuat kolam terpal berukuran 2x3 meter dengan tinggi 1 meter. Rangka kolam dapat dibuat dari bambu, kayu, atau pipa besi, kemudian terpal dipasang di dalamnya.
- Pembersihan Terpal: Terpal baru seringkali mengandung zat kimia atau bau pabrik yang berpotensi meracuni keong. Oleh karena itu, cuci bersih bagian dalam terpal menggunakan air dan sikat secara perlahan, lalu keringkan.Â
- Pengisian Air: Isi kolam dengan air bersih setinggi 30–40 cm. Biarkan air tersebut mengendap selama 2-3 hari sebelum bibit keong dimasukkan agar suhu dan pH air stabil.Â
Advertisement
Pembuatan Media Pendukung (Sesuai Habitat)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5558062/original/018904100_1776405235-Model_Mina_Ayam_dengan_Kolam_Terpal_Portabel.jpg)
Keong mas memerlukan lingkungan yang mendukung untuk aktivitas sehari-hari, termasuk tempat bersembunyi dan bertelur. Penyediaan tanaman air tidak hanya berfungsi sebagai peneduh dan tempat persembunyian, tetapi juga sebagai sumber pakan alami bagi keong mas. Tanaman ini menciptakan ekosistem mini yang menyerupai habitat asli keong.
Media bertelur yang menonjol di atas permukaan air sangat penting karena keong mas tidak bertelur di dalam air, melainkan di tempat kering. Hal ini memastikan kelangsungan reproduksi dan keberhasilan budidaya. Lingkungan yang sesuai akan mendorong keong untuk berkembang biak secara optimal.
-
Alat dan Bahan:
- Tanaman air (eceng gondok, kangkung air, atau azolla).
- Bilah bambu, kayu, atau ranting pohon.
-
Langkah-langkah:
- Tanaman Air: Masukkan tanaman air seperti eceng gondok, kangkung air, atau azolla hingga menutupi sekitar 30% permukaan kolam. Tanaman ini berfungsi sebagai peneduh, tempat bersembunyi, dan sumber pakan alami.Â
- Media Bertelur: Tancapkan beberapa bilah bambu, kayu, atau ranting pohon secara vertikal di dalam kolam, pastikan menyembul ke atas permukaan air. Ini akan menjadi tempat indukan keong menempelkan telurnya.Â
Pemilihan dan Penebaran Bibit Indukan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5485820/original/076449000_1769563342-keong.jpg)
Kualitas indukan sangat menentukan keberhasilan budidaya dan jumlah telur yang dihasilkan. Memilih indukan yang sehat dan aktif adalah kunci untuk mendapatkan keturunan yang berkualitas tinggi. Indukan yang baik akan menghasilkan telur yang lebih banyak dan anakan yang lebih kuat.
Penebaran pada waktu yang tepat juga penting untuk mengurangi stres pada keong, sehingga mereka dapat beradaptasi dengan lingkungan baru tanpa hambatan. Perhatikan ciri-ciri indukan yang baik dan cara penebaran yang benar untuk memulai budidaya dengan pondasi yang kuat.
-
Alat dan Bahan:
- Bibit indukan keong mas.
-
Langkah-langkah:
- Ciri Indukan Bagus: Pilih keong mas dengan ukuran besar (diameter sekitar 3–5 cm), cangkang bersih tanpa retakan, pergerakan aktif, dan penutup cangkang (operculum) yang rapat saat disentuh. Indukan bisa didapatkan dari pembudidaya atau dari persawahan.
- Penebaran: Masukkan indukan jantan dan betina ke dalam kolam pada sore hari untuk menghindari stres akibat suhu panas. Kepadatan ideal adalah sekitar 20–30 ekor indukan per meter persegi.Â
Advertisement
Manajemen Pemberian Pakan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6283061/original/063774900_1779157935-pemberian_pakan_2.jpg)
Keong mas adalah herbivora yang rakus, sehingga pakan yang murah dan mudah didapat menjadi keuntungan dalam budidaya ini. Pemberian pakan yang tepat dan tidak berlebihan akan menjaga kualitas air kolam dan memastikan pertumbuhan keong yang optimal. Pakan yang berlebihan dapat membusuk dan merusak kualitas air.
Keong mas lebih aktif mencari makan di malam hari, sehingga pemberian pakan pada sore atau malam hari lebih efektif. Pastikan jenis pakan yang diberikan bervariasi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi keong. Pakan alami seperti daun-daunan hijau sangat disukai dan mudah didapatkan.
-
Alat dan Bahan:
- Dedaunan hijau (daun talas, daun singkong, pepaya, sisa sayuran dapur, gedebog pisang yang dicacah).
- Ampas tahu (opsional).
-
Langkah-langkah:
- Jenis Pakan: Berikan dedaunan hijau seperti daun talas, daun singkong, pepaya, sisa sayuran dapur (sawian/kol), atau gedebog pisang yang sudah dicacah. Ampas tahu juga sangat disukai keong mas.Â
- Waktu Pemberian: Berikan pakan 1-2 kali sehari, terutama pada sore atau malam hari karena keong mas lebih aktif mencari makan saat gelap. Hindari pemberian pakan berlebihan yang dapat membusuk di dasar kolam.Â
Perawatan Kolam dan Air
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6285342/original/098372600_1779160202-keong_mas_2.jpg)
Meskipun keong mas dikenal tahan terhadap kondisi air yang kurang bersih, menjaga kualitas air tetap penting untuk pertumbuhan maksimal dan mencegah bau tak sedap. Kualitas air yang baik akan mengurangi risiko penyakit dan mendukung kesehatan keong secara keseluruhan. Sirkulasi udara dan penggantian air secara berkala akan membantu menjaga kualitas air.
Perlindungan dari predator juga krusial untuk memastikan kelangsungan hidup keong dan telurnya. Predator dapat menjadi ancaman serius bagi keberhasilan budidaya, sehingga langkah pencegahan harus diterapkan. Lakukan pemantauan rutin terhadap kondisi kolam dan air untuk menjaga lingkungan budidaya tetap optimal.
-
Alat dan Bahan:
- Selang sifon.
- Jaring atau net.
-
Langkah-langkah:
- Sirkulasi Udara & Air: Lakukan penggantian air sebanyak 20–30% dari total volume air setiap 2-3 minggu sekali menggunakan metode sifon (menyedot kotoran di dasar kolam).Â
- Penjagaan dari Predator: Pasang jaring atau net di atas kolam terpal untuk melindungi keong dan telurnya dari serangan predator seperti burung, tikus, atau kucing.Â
Advertisement
Masa Panen
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6283057/original/093835700_1779157934-keong.jpg)
Panen keong mas dapat dilakukan setelah mencapai ukuran yang ideal untuk pasar. Penentuan waktu panen yang tepat dan cara panen yang efisien akan memaksimalkan hasil budidaya Anda. Keong mas yang dipanen pada usia ideal memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Menyisakan sebagian keong berukuran besar untuk indukan berikutnya juga penting untuk keberlanjutan budidaya. Ini memastikan Anda memiliki stok indukan berkualitas untuk siklus panen selanjutnya. Dengan manajemen panen yang baik, keuntungan budidaya dapat terus berkelanjutan.
-
Alat dan Bahan:
- Serokan atau jaring tangan.
-
Langkah-langkah:
- Waktu Panen: Keong mas hasil budidaya dari telur biasanya sudah bisa dipanen dalam waktu 2 hingga 3 bulan. Pada usia ini, ukurannya sudah ideal untuk dijadikan pakan ternak atau diolah menjadi makanan.Â
- Cara Panen: Gunakan serokan atau jaring tangan untuk mengambil keong mas dari kolam. Pilih keong yang berukuran sesuai permintaan pasar, dan sisakan sebagian keong berukuran besar untuk dijadikan generasi indukan baru di siklus budidaya berikutnya.Â
Tips Tambahan Anti-Gagal
Keong mas terkenal pintar memanjat dinding kolam yang basah, terutama saat hujan turun. Oleh karena itu, pastikan sisi atas terpal diberi pembatas atau jaring yang melengkung ke dalam agar keong tidak merayap keluar dan hilang dari area kolam. Pencegahan ini sangat penting untuk menghindari kerugian dan menjaga populasi keong tetap di dalam kolam.Â
Â
Pertanyaan Seputar Cara Budidaya Keong Mas di Kolam Terpal untuk Pemula
1. Apakah budidaya keong mas di kolam terpal cocok untuk pemula?
Ya, budidaya keong mas di kolam terpal cukup cocok untuk pemula karena perawatannya relatif mudah dan modal awalnya tidak terlalu besar. Kolam terpal juga praktis dibuat di lahan sempit serta mudah dibersihkan. Selain itu, keong mas termasuk hewan yang cepat berkembang biak sehingga pemula bisa lebih cepat belajar proses budidayanya.
2. Berapa ukuran kolam terpal yang ideal untuk budidaya keong mas?
Ukuran kolam terpal bisa disesuaikan dengan jumlah bibit yang dipelihara. Untuk pemula, kolam berukuran sekitar 2 x 3 meter dengan kedalaman air 20–30 cm sudah cukup digunakan. Pastikan kolam memiliki sirkulasi air yang baik agar keong tetap sehat dan pertumbuhannya optimal.
3. Apa pakan terbaik untuk keong mas?
Keong mas dapat diberi pakan alami seperti daun pepaya, kangkung, daun talas, hingga sisa sayuran dapur. Beberapa peternak juga menambahkan dedak atau pelet agar pertumbuhan lebih cepat. Pemberian pakan sebaiknya dilakukan rutin setiap hari dalam jumlah cukup agar keong cepat besar.
4. Berapa lama keong mas bisa dipanen?
Keong mas biasanya dapat dipanen dalam waktu sekitar 2 hingga 4 bulan tergantung kualitas pakan dan perawatan. Jika kondisi kolam bersih dan kebutuhan makan tercukupi, pertumbuhan keong akan lebih cepat sehingga ukuran panen menjadi lebih maksimal.
5. Bagaimana cara menjaga kolam terpal agar keong mas tidak mudah mati?
Kolam terpal perlu dibersihkan secara rutin agar air tidak terlalu kotor dan berbau. Ganti sebagian air secara berkala dan hindari penumpukan sisa pakan di dasar kolam. Selain itu, jangan memasukkan terlalu banyak keong dalam satu kolam karena dapat menyebabkan kualitas air cepat menurun dan memicu kematian.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560136/original/057890300_1776659894-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-20T113652.901.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291655/original/029171400_1783572083-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-09T113921.353.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287484/original/056615100_1783229292-bansos_pkh_bpnt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291533/original/094652600_1783567822-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-09T102907.971.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6817701/original/023994300_1779607093-Gemini_Generated_Image_ho9owbho9owbho9o.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5339733/original/047775700_1757121903-MAROKO_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710894/original/015901700_1782791233-000_B8QK288.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309678/original/024525200_1782176074-AP26174009363435-Prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288075/original/063090000_1783298243-nor2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261560/original/020942400_1781744954-AP26168812020257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288083/original/090522600_1783298244-nor10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290414/original/058282700_1783480422-ko2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290474/original/094848300_1783482268-063_2285093246.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3490249/original/064386300_1624409252-000_9CW8AD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4261531/original/014538900_1671056110-000_333W8C7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291264/original/038995400_1783511240-a43917cc-0078-43c5-b9e9-ae56e0a69d22.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259168/original/031539500_1781489464-WhatsApp_Image_2026-06-14_at_18.20.41.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9085475/original/071240800_1783033174-Menekraf.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710821/original/067153100_1782791126-masa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4685270/original/020372900_1702472073-20231213-Plt-Kepala-BPS-Amalia-Adininggar-Widyasanti-Herman-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263111/original/048712700_1781858684-WhatsApp_Image_2026-06-19_at_12.30.40.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5538048/original/016548100_1774499657-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256747/original/080723200_1781167973-WhatsApp_Image_2026-06-11_at_15.33.52.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4440435/original/069807800_1684988705-WhatsApp_Image_2023-05-25_at_11.23.54.jpeg)