Liputan6.com, Jakarta - Tunjangan Hari Raya selalu menjadi momen paling dinanti oleh para pekerja di Indonesia. Dana tambahan ini sering kali terasa besar saat diterima, tetapi dalam waktu singkat bisa lenyap tanpa arah. Tanpa perencanaan matang, pengeluaran musiman mudah membengkak dan menguras saldo tabungan. Oleh sebab itu, memahami cara mengatur THR agar tidak cepat habis menjadi langkah penting sebelum memasuki periode Lebaran.
Setiap tahun, kebiasaan belanja meningkat menjelang hari raya. Diskon besar, promo menarik, hingga tradisi berbagi membuat arus kas bergerak lebih deras dari biasanya. Tanpa kendali diri, uang THR bisa terkuras untuk kebutuhan kurang prioritas. Inilah alasan mengapa banyak orang mulai mencari panduan praktis, tentang cara mengatur THR agar tidak cepat habis demi menjaga stabilitas finansial.
Perencanaan keuangan bukan hanya soal mencatat angka pemasukan dan pengeluaran. Dibutuhkan strategi, disiplin, juga kesadaran atas tujuan jangka panjang. THR bisa menjadi peluang emas untuk memperkuat dana darurat, atau menambah tabungan masa depan. Melalui penerapan cara mengatur THR agar tidak cepat habis, manfaat dana tambahan ini bisa terasa lebih lama setelah perayaan usai.
Advertisement
Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber,
1. Buat Daftar Prioritas Penggunaan THR
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4563062/original/057086900_1693832087-icons8-team-CrW-TbykPBQ-unsplash.jpg)
Langkah fundamental dan paling krusial dalam proses pengelolaan Tunjangan Hari Raya (THR) adalah melakukan identifikasi secara sistematis mengenai prioritas penggunaan dana tersebut. Tidak dianjurkan untuk langsung membelanjakan uang secara impulsif tanpa adanya perencanaan yang matang, karena hal ini berpotensi menyebabkan pengeluaran tidak terkendali dan THR cepat habis.
Salah satu strategi yang efektif adalah memisahkan seluruh kebutuhan menjadi tiga kategori utama:
- Kebutuhan wajib, seperti zakat, kebutuhan pokok sehari-hari, dan cicilan rutin yang harus dibayar tepat waktu.
- Kebutuhan Lebaran, meliputi baju baru, parcel atau hampers untuk keluarga dan kerabat, serta biaya mudik yang biasanya memerlukan perencanaan lebih awal.
- Keinginan tambahan, contohnya pembelian gadget baru, santapan di restoran mewah, atau pengeluaran hiburan lain yang bersifat opsional.
Dengan membentuk daftar prioritas semacam ini, pengeluaran menjadi lebih terarah dan terkendali, sehingga dana THR dapat digunakan secara optimal untuk kebutuhan esensial, bukan semata-mata untuk pemenuhan keinginan sementara.
2. Gunakan Metode Pembagian Persentase
Metode pembagian persentase merupakan pendekatan yang sangat efektif untuk mengatur distribusi THR secara seimbang dan proporsional. Teknik ini memungkinkan setiap rupiah dialokasikan berdasarkan kategori pengeluaran tertentu, sehingga tidak ada sebagian pun yang habis secara sembarangan.
Sebagai contoh, pembagian yang direkomendasikan adalah sebagai berikut:
- 40% dialokasikan untuk kebutuhan Lebaran dan keluarga, termasuk transportasi, konsumsi dan hadiah.
- 30% dialokasikan untuk tabungan jangka panjang atau penguatan dana darurat.
- 20% digunakan untuk membayar utang atau cicilan yang belum selesai.
- 10% disiapkan untuk hiburan, self-reward, atau keperluan rekreasi pribadi.
Persentase ini bersifat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kondisi finansial masing-masing individu. Prinsip utamanya adalah menghindari penggunaan 100% THR untuk konsumsi, agar sisa dana tetap memberikan manfaat jangka panjang.
3. Sisihkan untuk Dana Darurat
Sering kali orang lupa bahwa THR dapat menjadi kesempatan strategis untuk memperkuat cadangan dana darurat yang sangat penting bagi keamanan finansial. Idealnya, dana darurat sebaiknya setara dengan pengeluaran rutin selama tiga hingga enam bulan agar mampu menahan guncangan keuangan akibat situasi tak terduga, seperti sakit, kecelakaan, atau kehilangan pekerjaan.
Bagi mereka yang belum memiliki dana darurat yang memadai, alokasikan sebagian THR untuk menambahnya. Langkah ini akan memberikan rasa aman finansial sekaligus mengurangi risiko tekanan ekonomi pada bulan-bulan setelah Lebaran.
Â
Advertisement
4. Hindari Belanja Impulsif
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5255628/original/049369500_1750191119-two-women-out-city-going-shopping-spree.jpg)
Fenomena diskon besar-besaran dan promosi menarik menjelang Lebaran sering kali menjadi godaan yang sangat kuat untuk melakukan pembelian secara impulsif. Tanpa adanya kontrol diri, THR berisiko habis hanya untuk barang-barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan atau tidak memberikan manfaat jangka panjang.
Beberapa tips praktis untuk menghindari belanja impulsif antara lain:
- Membuat daftar belanja terperinci dan mematuhi daftar tersebut tanpa penyimpangan.
- Menghindari aktivitas scrolling di marketplace tanpa tujuan yang jelas.
- Memberikan jeda waktu 1–2 hari sebelum melakukan pembelian barang mahal, agar keputusan lebih rasional.
Dengan strategi ini, setiap pengeluaran dapat dipastikan benar-benar diperlukan, sehingga THR dapat digunakan secara efektif dan efisien.
5. Lunasi atau Kurangi Utang
Jika terdapat utang berbunga tinggi, seperti kartu kredit atau cicilan lainnya, alokasikan sebagian THR untuk melunasinya atau paling tidak menguranginya secara signifikan. Pelunasan utang lebih awal akan meringankan beban finansial pada bulan-bulan berikutnya dan mengurangi akumulasi bunga yang harus dibayar.
Langkah ini termasuk strategi cerdas dalam menjaga kesehatan finansial jangka panjang setelah Lebaran, sekaligus memastikan bahwa THR tidak sekadar habis untuk konsumsi sementara.
6. Investasikan Sebagian THR
Selain menabung, sebagian THR dapat dialokasikan untuk tujuan investasi. Investasi membantu uang berkembang sehingga manfaat THR tidak hanya bersifat sesaat, tetapi dapat memberikan keuntungan jangka panjang. Beberapa alternatif investasi yang dapat dipertimbangkan antara lain:
- Reksa dana pasar uang untuk risiko rendah dan likuiditas tinggi.
- Emas sebagai instrumen safe haven yang nilainya relatif stabil.
- Deposito berjangka untuk pengembalian tetap.
- Saham bagi individu yang sudah memahami risiko pasar modal.
Investasi semacam ini akan membuat THR berfungsi sebagai alat pertumbuhan kekayaan, bukan hanya sebagai pengeluaran konsumtif.
Â
7. Siapkan Anggaran Mudik dengan Bijak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5498234/original/095527300_1770701053-young-beautiful-businesswoman-holding-money-sitting-table-workplace.jpg)
Mudik sering menjadi pengeluaran terbesar selama Lebaran. Biaya transportasi, oleh-oleh, dan konsumsi selama perjalanan harus diperhitungkan sejak awal agar tidak melebihi kemampuan finansial.
Tips hemat mudik meliputi:
- Pemesanan tiket jauh hari untuk mendapatkan harga lebih murah.
- Menetapkan anggaran khusus untuk oleh-oleh.
- Menghindari membawa uang tunai berlebihan yang bisa memicu pengeluaran tidak terencana.
Dengan perencanaan matang, biaya mudik dapat terkendali sehingga THR tetap memberikan manfaat optimal.
8. Tetapkan Batas untuk Self-Reward
Memberi hadiah kepada diri sendiri merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras sepanjang tahun. Meskipun demikian, tetap perlu menetapkan batas wajar agar tidak mengganggu stabilitas keuangan.
Sebagai contoh, maksimal 10% dari total THR dapat digunakan untuk self-reward. Dengan demikian, Anda tetap bisa menikmati hasil kerja keras tanpa mengorbankan alokasi untuk kebutuhan penting lainnya.
9. Evaluasi Penggunaan THR Tahun Sebelumnya
Melakukan evaluasi terhadap penggunaan THR tahun lalu merupakan langkah penting agar kesalahan masa lalu tidak terulang. Perhatikan ke mana saja dana tersebut dihabiskan dan identifikasi pengeluaran yang tidak memberikan nilai atau manfaat nyata.
Hasil evaluasi ini dapat dijadikan acuan untuk membuat keputusan pengeluaran yang lebih bijak tahun ini, sehingga THR dapat dikelola secara lebih optimal dan tidak cepat habis.
Advertisement
FAQ Seputar Topik
Mengapa penting memisahkan gaji dan THR saat membuat anggaran?
Memisahkan gaji dan THR penting agar gaji murni digunakan untuk biaya hidup operasional rutin, sementara THR khusus mendanai pengeluaran ekstra selama Ramadan dan Idulfitri.
Berapa persentase ideal THR yang sebaiknya dialokasikan untuk investasi?
Idealnya, 20-30% dana THR dialokasikan untuk investasi jangka panjang, namun beberapa ahli juga menyarankan 10-20% untuk tabungan atau investasi.
Bagaimana cara menghindari "bocor halus" pengeluaran saat Lebaran?
Hindari jebakan acara buka puasa berlebihan, batasi pengiriman hampers, dan prioritaskan kebutuhan mendesak daripada belanja impulsif atau diskon online.
Apa prioritas utama penggunaan THR jika memiliki utang?
Prioritas utama adalah menggunakan sebagian THR untuk melunasi atau mencicil utang konsumtif, terutama tagihan kartu kredit atau paylater yang membengkak.
Apa yang harus dilakukan setelah Lebaran usai terkait pengelolaan keuangan?
Setelah Lebaran, sisakan saldo likuid untuk kebutuhan operasional, tetap disiplin pada anggaran bulanan, dan evaluasi pengeluaran untuk perbaikan di masa mendatang.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315988/original/057519300_1785907171-Screenshot_2026-08-05_115928.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316075/original/017563100_1785912131-cek_fakta_-_OJK_pinjaman_online__pinjol_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315947/original/020958800_1785905048-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-05T114257.981.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5180934/original/084797400_1743849572-20250405-Monas-HER_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4376004/original/006446100_1680078026-money-gbed170cd0_1920_1_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6484358/original/030209800_1779343577-1000324698.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5422457/original/026233200_1763984431-1000160322.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511529/original/034050200_1771911797-IMG-20260224-WA0035.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5303081/original/010753100_1754044504-1000408667.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4456475/original/038630400_1686114901-20230607-RUU-PPRT-Faizal-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4549094/original/005874400_1692787188-20230823-Demo-PRT-Tallo-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3395864/original/059660200_1615183803-20210308-AKSI-HARI-PREMPUAN-di-Kawasan-Patung-Kuda-herman-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4376004/original/006446100_1680078026-money-gbed170cd0_1920_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4392354/original/038664200_1681288233-mufid-majnun-P4ONXslEkxM-unsplash.jpg)