Liputan6.com, Jakarta - Gurem merupakan salah satu momok bagi peternak ayam. Pasalnya, tungau parasit ini bisa membuat ayam Anda lemas, stres, hingga akhirnya produksi telur menurun. Lebih buruknya lagi, tungau yang menghisap darah ini bisa dengan mudah menular, bahkan ke manusia. Meski begitu, Anda perlu berhati-hati saat ingin membasminya. Usahakan untuk menggunakan cara alami saat mengatasi gurem pada ayam ternak.
Pasalnya, pemilihan cara pembasmian yang kurang tepat justru bisa berakibat buruk pada hewan ternak dan lingkungan. Penggunaan bahan pembasmi gurem, seperti akarisida juga tidak boleh berlebihan karena bisa membuat gurem kebal terhadap efeknya.
Lantas, bahan seperti apa yang sebaiknya digunakan untuk membasmi gurem pada ayam ternak supaya kesehatan mereka tidak terganggu? Simak cara yang sudah dirangkum Liputan6.com, Kamis (15/1/2026) berikut.
Advertisement
1. Tembakau
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4719241/original/053312600_1705534525-ayam_ayam.jpg)
Tembakau mengandung nikotin yang bersifat racun bagi serangga dan tungau, termasuk gurem. Senyawa ini bekerja dengan mengganggu sistem saraf parasit sehingga membuatnya mati atau tidak mampu berkembang biak. Karena sifatnya yang cukup kuat, tembakau sering dimanfaatkan sebagai insektisida alami oleh peternak tradisional.
Cara penggunaannya cukup mudah. Anda bisa merendam tembakau kering dalam air selama 12–24 jam, lalu menyaring air rendamannya.
Larutan ini dapat disemprotkan ke kandang ayam, terutama pada celah kayu, dinding, dan area persembunyian gurem. Hindari menyemprotkan langsung ke tubuh ayam secara berlebihan agar tidak menyebabkan iritasi.
2. Daun Biduri
Studi yang dilakka oleh Mahasiswa IPB (2019) menunjukkan bahwa daun biduri dapat mengatasi gurem padaa hewan ternak karena getah dan senyawa aktif yang tidak disukai oleh serangga parasit.
Pada gurem, daun biduri bekerja sebagai penolak sekaligus pembunuh alami karena dapat merusak lapisan pelindung tubuh tungau.
Untuk pemakaiannya, daun biduri segar bisa ditumbuk hingga halus lalu dicampur dengan air. Air hasil perasan kemudian disaring dan digunakan sebagai semprotan kandang.
Anda juga bisa langsung merendam ayam yang terkena gurem atau hama lainnya dengan larutan daun biduri.
Advertisement
3. Ekstrak Buah Neem
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4687222/original/062281600_1702622173-ayam.jpg)
Buah neem atau mimba sudah lama dikenal sebagai pestisida alami. Kandungan azadirachtin di dalamnya bekerja dengan menghambat pertumbuhan dan reproduksi parasit, termasuk gurem. Selain itu, ekstrak neem juga membuat tungau kehilangan nafsu makan hingga akhirnya mati.
Cara penggunaannya adalah dengan mencampurkan ekstrak buah neem cair ke dalam air sesuai takaran, lalu menyemprotkannya ke kandang dan area sarang ayam.
Aplikasi sebaiknya dilakukan secara rutin, misalnya seminggu sekali, terutama jika populasi gurem sudah cukup banyak. Ekstrak neem relatif aman digunakan selama tidak berlebihan.
4. Jus Bawang Putih
Kandungan allicin yang bersifat antibakteri, antijamur, sekaligus antiparasit pada bawang putih ternyata bisa mengganggu metabolisme gurem dan membuat lingkungan kandang menjadi tidak nyaman bagi tungau.
Untuk membasmi gurem, Anda bisa menghaluskan beberapa siung bawang putih, lalu memerasnya hingga keluar sari. Campurkan jus bawang putih dengan air dan semprotkan ke kandang ayam.
Selain itu, sebagian peternak juga mencampurkan bawang putih dalam jumlah kecil ke air minum ayam untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuhnya dari serangan parasit.
5. Daun Sirih
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4065285/original/017972200_1656318253-IMG_20220627_142535.jpg)
Daun sirih mengandung minyak atsiri yang bersifat antiseptik dan antiparasit. Aroma khas daun sirih juga tidak disukai oleh gurem sehingga efektif sebagai bahan pembasmi sekaligus pencegah.
Cara penggunaannya cukup sederhana. Rebus beberapa lembar daun sirih hingga airnya berubah warna, lalu biarkan dingin. Air rebusan ini bisa Anda gunakan untuk menyemprot kandang, tempat bertengger, dan area sekitar sarang ayam. Penggunaan rutin dapat membantu menekan populasi gurem tanpa mengganggu kesehatan ayam ternak.
Advertisement
Tips Mencegah Gurem pada Ayam Ternak
Selain membasmi, pencegahan juga menjadi kunci utama agar gurem tidak kembali menyerang ayam ternak Anda.
- Bersihkan kotoran ayam setiap hari dan lakukan pembersihan menyeluruh minimal seminggu sekali agar gurem tidak memiliki tempat berkembang biak.
- Kandang yang lembap dan pengap sangat disukai gurem, sehingga ventilasi yang cukup membantu menekan pertumbuhan tungau.
- Alas kandang sebaiknya diganti secara rutin dan dijemur di bawah sinar matahari untuk membunuh telur dan larva gurem.
- Periksa bulu, kulit, dan area sekitar kloaka ayam untuk mendeteksi keberadaan gurem sejak dini sebelum populasinya meningkat.
- Gunakan air rebusan daun sirih, larutan tembakau, atau ekstrak neem sebagai langkah pencegahan, meski belum terlihat serangan gurem.
- Hindari tumpukan sampah, kayu, atau jerami lembap di sekitar kandang karena dapat menjadi sarang persembunyian gurem.
People also asked (PAA)
Apa musuh alami untuk gurem?
Semut, laba-laba, dan beberapa jenis kumbang kecil yang memangsa tungau di lingkungan kandang, meskipun perannya terbatas dan tidak cukup jika populasi gurem sudah banyak.
Bagaimana ciri-ciri ayam terpapar gurem?
Sering menggaruk tubuh, bulu kusam atau rontok, nafsu makan menurun, terlihat lemas, serta produksi telur menurun akibat stres dan kehilangan darah.
Apa penyebab ayam terkena gurem?
Kandang yang kotor dan lembap, ventilasi buruk, alas kandang jarang diganti, serta kontak dengan ayam lain atau peralatan kandang yang sudah terkontaminasi.
Selain gurem, apa parasit yang rawan menyerang ternak ayam?
Tungau merah, caplak, cacing usus, dan lalat, yang dapat mengganggu kesehatan serta pertumbuhan ayam ternak.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5696736/original/013814600_1778574800-cek_fakta_cpns_kemenhub.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488956/original/064020100_1769771942-pppk_bgn_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289290/original/023754000_1783397828-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-07T111624.224.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289169/original/028294300_1783394455-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-07T102043.787.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5473476/original/089983400_1768446427-Manajemen_pakan_beternak_ayam_agar_menghasilkan_telur_banyak_di_rumah__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312895/original/060240200_1782180154-000_B7XU3W8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259229/original/005106400_1781492480-AP26165671114272.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288987/original/029872300_1783373948-000_B9FD7P2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309678/original/024525200_1782176074-AP26174009363435-Prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290285/original/019592500_1783448923-AP26188662265039.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290283/original/065124300_1783447708-063_2285092809.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290319/original/093820900_1783458944-063_2285110228.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9255377/original/086914700_1783150367-diaz.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290273/original/087493600_1783443068-000_B9JE88E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290280/original/032335300_1783446810-063_2285091355.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9244197/original/033744500_1783137218-col3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289073/original/046291600_1783391105-bel6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263235/original/030642000_1781870747-Cara_Menata_Kebun_dan_Ternak_di_Belakang_Rumah_agar_Rapi_dan_Produktif.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263531/original/070265100_1781937214-HL_kebun_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260754/original/083252500_1781658434-hl2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260486/original/075481600_1781596933-12162737442788903829.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258083/original/079772200_1781316278-drum_6.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258291/original/015492900_1781333685-Cara_Membuat_Tempat_Penetasan_Anak_Ayam_dari_Drum_Bekas.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257651/original/099981500_1781250429-Kandang_Ayam_Postal_Baja_Ringan_Memanjang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257254/original/055789800_1781233349-Kandang_ayam.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569423/original/090136500_1777442007-Berikan_ke_Ayam_Secara_Rutin.jpg)