Liputan6.com, Jakarta - Resep fermentasi pakan ayam kampung agar lebih hemat biaya pakan menjadi salah satu solusi yang semakin banyak diterapkan peternak rumahan maupun peternak skala kecil. Biaya pakan diketahui menjadi komponen terbesar dalam usaha ternak ayam, bahkan dapat mencapai 70–80 persen dari total biaya produksi. Karena itu, mencari alternatif pakan yang lebih ekonomis tanpa mengurangi kualitas nutrisi merupakan langkah yang sangat penting.
Fermentasi pakan merupakan teknik pengolahan bahan pakan menggunakan bantuan mikroorganisme atau probiotik untuk meningkatkan kualitas nutrisi, memperpanjang daya simpan, serta membantu proses pencernaan ayam. Selain itu, metode ini juga memungkinkan peternak memanfaatkan bahan-bahan lokal yang lebih murah dan mudah diperoleh.
Dengan memanfaatkan dedak, jagung, singkong, dan bahan tambahan lainnya, peternak dapat menghasilkan pakan berkualitas dengan biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan pakan pabrikan. Tak heran jika metode ini semakin populer di kalangan peternak ayam kampung. Berikut ulasan Liputan6.com, Kamis (11/6/2026).
Advertisement
Mengapa Fermentasi Pakan Ayam Kampung Perlu Dilakukan?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7006559/original/001394000_1779778078-ppaaya2.jpeg)
Menurut Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng, fermentasi pakan merupakan teknik pengawetan alami yang memanfaatkan mikroorganisme untuk mengembangkan bakteri baik atau probiotik. Kehadiran probiotik ini membantu meningkatkan kualitas pakan sekaligus mendukung kesehatan sistem pencernaan ayam.
Selain itu, fermentasi juga memberikan beberapa keuntungan, antara lain:
- Menekan biaya pembelian pakan.
- Meningkatkan daya simpan pakan.
- Menyediakan stok pakan cadangan saat harga pakan naik.
- Membantu meningkatkan pertumbuhan ayam.
- Mengurangi bau kotoran ternak.
- Membantu menghasilkan daging yang lebih sehat.
Sementara itu, laman Ternak.org menjelaskan bahwa pembuatan pakan sendiri dapat menghemat biaya hingga 30–50 persen dibandingkan penggunaan pakan komersial secara penuh. Oleh karena itu, kombinasi pembuatan pakan mandiri dan fermentasi menjadi strategi yang sangat efektif bagi peternak ayam kampung.
Bahan-Bahan Fermentasi Pakan Ayam Kampung
Merujuk pada panduan dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng, berikut bahan yang dapat digunakan untuk membuat pakan fermentasi:
- Dedak padi 100 gram
- Jagung giling 200 gram
- Tepung singkong 100 gram
- Tepung ikan 100 gram
- Bawang putih 250 gram
- Probiotik 50–100 ml
- Molase atau gula merah 100–200 ml
- Garam 1 kg
- Mineral 100–200 gram
- Air bersih 1–2 liter
Masing-masing bahan memiliki fungsi tersendiri. Dedak dan jagung menjadi sumber energi utama, tepung ikan menyumbang protein, sedangkan singkong berfungsi sebagai sumber karbohidrat tambahan. Bawang putih dikenal memiliki sifat antibakteri alami yang baik untuk kesehatan ayam.
Advertisement
Kandungan Nutrisi Penting dalam Bahan Fermentasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7674779/original/011469700_1780469791-pakan_ayam4.jpg)
1. Dedak Padi
Dedak padi merupakan bahan yang sangat umum digunakan oleh peternak karena harganya murah dan mudah diperoleh. Dedak kaya akan vitamin B serta mengandung energi yang cukup tinggi untuk menunjang pertumbuhan ayam.
2. Jagung Giling
Jagung merupakan sumber energi utama bagi ayam kampung. Selain mengandung karbohidrat tinggi, jagung juga mengandung vitamin A dan vitamin E yang berperan sebagai antioksidan alami.
3. Tepung Singkong
Singkong dapat menjadi bahan alternatif pengganti sebagian jagung. Harganya relatif murah dan mudah ditemukan di berbagai daerah pedesaan.
4. Tepung Ikan
Protein merupakan nutrisi penting untuk pembentukan otot dan pertumbuhan ayam. Tepung ikan menjadi salah satu sumber protein terbaik yang sering digunakan dalam pakan ayam kampung.
5. Probiotik
Probiotik seperti EM4 Peternakan membantu proses fermentasi sekaligus meningkatkan populasi bakteri baik dalam saluran pencernaan ayam.
Resep Fermentasi Pakan Ayam Kampung Agar Lebih Hemat Biaya Pakan
Berikut langkah-langkah pembuatan resep fermentasi pakan ayam kampung agar lebih hemat biaya pakan yang dapat dilakukan di rumah.
Langkah 1: Siapkan Seluruh Bahan
Pastikan seluruh bahan tersedia sesuai takaran. Jika terdapat bahan yang masih berukuran besar, cacah atau giling terlebih dahulu agar proses fermentasi berjalan lebih optimal.
Langkah 2: Campurkan Bahan Kering
Masukkan dedak padi, jagung giling, tepung singkong, tepung ikan, garam, dan mineral ke dalam ember atau wadah besar. Aduk hingga tercampur merata.
Langkah 3: Larutkan Probiotik dan Molase
Campurkan probiotik dengan molase atau gula merah yang telah dilarutkan menggunakan air hangat. Aduk hingga homogen.
Menurut Ternak.org, penggunaan gula merah membantu mempercepat perkembangan mikroorganisme selama proses fermentasi.
Langkah 4: Campurkan Larutan ke Dalam Pakan
Tuangkan larutan probiotik sedikit demi sedikit ke dalam campuran bahan kering sambil terus diaduk.
Kondisi pakan yang ideal adalah lembap, bukan basah atau tergenang air.
Langkah 5: Simpan dalam Wadah Tertutup
Masukkan campuran ke dalam drum plastik atau ember yang memiliki penutup rapat.
Pastikan wadah tidak terkena sinar matahari langsung dan terlindung dari hujan.
Langkah 6: Fermentasi
Biarkan pakan mengalami fermentasi selama kurang lebih 14 hari sesuai panduan Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng.
Selama proses berlangsung, mikroorganisme akan bekerja memecah bahan pakan sehingga lebih mudah dicerna ayam.
Langkah 7: Siap Digunakan
Setelah fermentasi selesai, pakan dapat diberikan kepada ayam kampung. Jika kondisi pakan terlalu lembap, jemur atau angin-anginkan terlebih dahulu hingga kadar air berkurang.
Cara Pemberian Pakan Fermentasi yang Benar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5494811/original/085884300_1770343248-unnamed__19_.jpg)
Agar hasilnya optimal, pemberian pakan fermentasi perlu dilakukan dengan tepat.
Beberapa tips yang direkomendasikan antara lain:
- Berikan pakan secara bertahap.
- Pakan diberikan saat ayam belum terlalu kenyang.
- Waktu terbaik pemberian adalah pagi dan sore hari.
- Pastikan pakan tidak terlalu basah.
- Selalu sediakan air minum bersih.
Pemberian secara bertahap juga membantu ayam beradaptasi terhadap aroma dan tekstur pakan fermentasi.
Alternatif Bahan untuk Menekan Biaya Pakan
Selain bahan utama di atas, peternak juga dapat memanfaatkan bahan lokal yang lebih murah sebagaimana dijelaskan oleh Ternak.org, seperti:
- Ampas tahu.
- Ampas kelapa.
- Bekicot.
- Keong sawah.
- Limbah ikan.
- Daun pepaya.
- Daun katuk.
- Daun lamtoro.
- Kulit telur yang ditumbuk halus.
- Nasi sisa rumah tangga.
Bahan-bahan tersebut dapat dicampurkan dalam jumlah tertentu untuk menekan biaya produksi tanpa mengurangi kualitas nutrisi secara signifikan.
Manfaat Fermentasi Pakan Ayam Kampung
Penggunaan pakan fermentasi secara rutin dapat memberikan berbagai manfaat, di antaranya:
1. Menghemat Pengeluaran Pakan
Peternak tidak terlalu bergantung pada pakan pabrikan yang harganya cenderung naik setiap tahun.
2. Meningkatkan Efisiensi Pencernaan
Pakan yang telah difermentasi lebih mudah dicerna sehingga nutrisi dapat diserap secara optimal.
3. Pertumbuhan Ayam Lebih Cepat
Ketersediaan nutrisi yang lebih mudah dicerna mendukung pertumbuhan ayam kampung secara maksimal.
4. Mengurangi Bau Kotoran
Salah satu manfaat yang sering dirasakan peternak adalah berkurangnya aroma menyengat dari kotoran ayam.
5. Menjadi Cadangan Pakan Jangka Panjang
Pakan fermentasi yang disimpan dengan benar dapat bertahan selama berbulan-bulan sehingga sangat membantu saat pasokan pakan terbatas.
Advertisement
Pertanyaan Seputar Pakan Ayam
1. Apakah pakan fermentasi aman untuk ayam kampung?
Ya. Pakan fermentasi aman selama proses pembuatannya benar, menggunakan probiotik yang sesuai, dan tidak terkontaminasi jamur atau bahan berbahaya.
2. Berapa lama pakan fermentasi bisa disimpan?
Jika disimpan di tempat kering, tertutup, dan terhindar dari sinar matahari langsung, pakan fermentasi dapat bertahan berbulan-bulan.
3. Apakah ayam harus diberi pakan fermentasi setiap hari?
Bisa. Namun pemberiannya dapat dikombinasikan dengan pakan biasa agar kebutuhan nutrisi tetap seimbang.
4. Apa tanda fermentasi pakan berhasil?
Pakan memiliki aroma asam segar khas fermentasi, tidak berjamur, dan tidak berbau busuk.
5. Apakah pakan fermentasi cocok untuk semua umur ayam?
Ya, tetapi komposisi nutrisi perlu disesuaikan dengan umur ayam, baik DOC, ayam remaja, maupun ayam petelur.
Â
Â
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560136/original/057890300_1776659894-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-20T113652.901.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259429/original/010721900_1781500706-cek_fakta_cpns_PUPR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5421569/original/046140800_1763950258-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-24T082534.482.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5136323/original/018303500_1739855855-cek_fakta_keroncong.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569423/original/090136500_1777442007-Berikan_ke_Ayam_Secara_Rutin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8460074/original/088908600_1782359300-15021055947514109969.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8396914/original/067259300_1782278056-obe.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262161/original/019844500_1781773154-11244512687103417298.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8270081/original/065529300_1782120556-13086905657809859094.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8269617/original/097207700_1782120022-v.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8268288/original/079498100_1782117805-koridor.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5516724/original/086331000_1772341976-turkish-chig-kofte-with-meat-herbs.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8265643/original/085179000_1782113461-11425184806389624689.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8265451/original/068960400_1782112485-hl2.jpg)