Sukses

Ada Tes Pembinaan Ideologi Pancasila di Seleksi Paskibraka Kota Tangerang Selatan, Buat Apa?

Liputan6.com, Banten - Terlihat ada yang berbeda dalam pelaksanaan seleksi calon Paskibraka Kota Tangerang Selatan tahun 2021 pada Rabu pagi, 7 April 2021.

Untuk pertama kalinya, bakal calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka mengikuti tes mengenai Ideologi Pancasila.

Pembina Paskibraka Kota Tangerang Selatan, Eka Imelda Novitasari atau yang biasa disapa Ophy, menjelaskan, tes Pembinaan Ideologi Pancasila baru ada pada tahun ini karena Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menandatangi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 13 tahun 2021 tentang Pembinaan Ideologi Pancasila Terhadap Generasi Muda Melalui Program Paskibraka.

Turunan dari Perpres Nomor 13 tahun 2021 adalah dengan dikeluarkannya Peraturan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (PerBPIP) Nomor 1 tahun 2021.

"Di dalam Perpres dan peraturan itu diamanahkan bahwa kegiatan Paskibraka ini harus melalui tahapan-tahapan yang mengandung unsur Pembinaan Ideologi Pancasila," kata Ophy kepada Diary Paskibraka Liputan6.com di Pamulang Community Center, Tangerang Selatan, Banten.

"Baik mulai tahapan proses seleksi, terus kemudian di Diklat (pendidikan dan pelatihan) di pemusatan latihan nanti, sampai proses pengukuhan mereka menjadi Paskibraka," ujarnya.

 

 

2 dari 5 halaman

Tes Pembinaan Ideologi Pancasila Menggunakan Aplikasi Perisai Buatan BPIP

Dari pantauan Diary Paskibraka Liputan6.com, tes Pembinaan Ideologi Pancasila dilaksanakan setelah 83 orang siswa dan siswi calon Paskibraka Kota Tangerang Selatan tahun 2021 terlebih dahulu menjalani tes Pengetahuan Umum.

Jika saat tes Pengetahuan Umum para peserta diberikan selembar kertas soal, tes Pembinaan Ideologi Pancasila dilakukan secara daring (online).

Ophy, mengatakan, satu hari sebelum pelaksanaan seleksi tahap II, seluruh peserta mengunduh sebuah aplikasi buatan BPIP bernama Perisai.

BPIP telah menyiapkan 25 soal pilihan ganda dan 10 essay. Soal-soal tersebut hanya BPIP yang tahu. Tidak ada satu orang pun pembina Paskibraka Kota Tangerang Selatan yang mengetahui soalnya.

"Semua itu dipantau dan dilaksanakan langsung oleh BPIP," kata Ophy.

"Yang menilai juga BPIP," Ophy menambahkan.

 

 

3 dari 5 halaman

Pembinaan Ideologi Pancasila untuk Paskibraka

Lebih lanjut Ophy menjelaskan bahwa tahapan ini merupakan bentuk keprihatinan dari para pemimpin negara terhadap generasi muda.

"Yang mungkin sudah kita lihat sekarang, apa ya, sedikit penurunan pemahaman tentang ideologi pancasila. Kita sudah lihat juga banyak lah kasus-kasus seperti terorisme. Kita menghindari untuk itu," katanya.

Dengan adanya Pembinaan Ideologi Pancasila, lanjut Ophy, diharapkan dapat menyatukan perbedaan di antara generasi muda. Sehingga tak lagi ada pemikiran bahwa Paskibraka hanya identik dengan daerah atau agam tertentu.

"Paskibraka itu benar-benar miniatur Indonesia. Di dalam satu kelompok, baik provinsi, kota, maupun nasional , harus mengandung semua unsur itu. Unsur kedaerahan, unsur keagamaan, kebudayaan. Jadi itulah mengapa mereka harus mendalami itu," kata Ophy.

4 dari 5 halaman

Tes PIP untuk Seluruh Tingkatan

Tangerang Selatan adalah kota pertama yang menjadi contoh dalam pelaksanaan tes Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP). Yang sebenarnya, kata Ophy, bukan hanya Tangsel yang menjadi percontohan.

"Ini kan baru. Jadi, sebenarnya BPIP memilih ada banyak lokasi. Ada beberapa lokasi di masing-masing provinsi. Cuma kan untuk memonitoring semuanya tidak memungkinkan," kata Ophy. 

Nantinya tes atau seleksi PIP akan dilaksanakan di seluruh kabupaten kota dan provinsi. Ada tahapan-tahapan yang harus dilewati. Mulai dari seleksi Paskibraka di tingkat bawah sampai di tingkat menuju nasional. 

"Kebetulan karena memang Tangsel kemarin itu sudah siap melaksanakan duluan, jadi, sudah bisa melaksanakan seleksi PIP," kata Ophy.

"Bertepatan dengan Tangsel, hari itu juga dilaksanakan tes PIP di provinsi Jawa Tengah (caprov Jawa Tengah), dan besok di DIY. Jadi, sebenarnya daerah-daerah lain sudah ada dilaksanakan juga," dia menambahkan.

Menurut Ophy, ada daerah yang sebelum-sebelumnya sudah melaksanakan seleksi Paskibraka tapi tes PIP belum dilaksanakan. "Nantinya bagaimana? Nanti mereka menyusul, mengikuti seleksi PIP di tingkat yang berikutnya, jadi double," katanya.

Ophy mencontohkan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Di sana seleksi Paskibraka sudah dilakukan sebelum Perisai jadi. Sehingga, DIY belum melaksanakan PIP. 

Nanti saat mengikuti seleksi tingkat provinsi DIY, calon Paskibraka akan mengerjakan soal dengan paket yang sudah ditentukan, yaitu mengikuti tahapan PIP Kota dan Provinsi. 

"Dalam aplikasi Perisai itu ada kelompok soal-soal yang dipilih peserta sesuai dengan tingkatan seleksinya. Ada tipe-tipenya. Tipe K (Kota), tipe P (Provinsi), dan tipe N (Nasional)," kata Ophy.

"Tapi ada juga tipe KP, kayak di Tangerang Selatan. Karena apa? Karena aku memilih tingkat Kota untuk ke Provinsi, jadinya pakai KP. Karena saat seleksi di tingkat Kecamatan untuk menuju tingkat Kota, belum dilaksanakan PIP yang seharusnya untuk 'Paket K' itu," dia menjelaskan.  

  

5 dari 5 halaman

Simak Video Berikut Ini