Sukses

Kena Serangan Jantung, Surin Pitsuwan Meninggal Sebelum Acara Ini

Liputan6.com, Jakarta Belum kering air mata kita melepas kepergian master kuliner, Bondan Winarno, yang meninggal akibat serangan jantung. Pada Kamis malam (30/11/2017), giliran dunia internasional bersedih. Mantan Sekjen ASEAN, Surin Pitsuwan, juga meninggal karena serangan jantung.

Media setempat, Bangkok Post, melaporkan bahwa Surin terkena serangan jantung saat mempersiapkan pidato pada Kamis malam untuk acara Thailand Halal Assembly yang rencananya digelar di Bangkok International Trade and Exhibition Centre. Pria yang pernah menjabat sebagai mantan menteri luar negeri Thailand itu dikabarkan jatuh sebelum hendak menyampaikan materinya. Ia segera dilarikan ke Rumah Sakit Ramkhamhaeng. Namun nahas, nyawa Surin Pitsuwan tetap tak tertolong. Ia tutup usia pada umur 68 tahun.

Ia dilaporkan memenangkan pemilu beberapa kali di daerah asalnya, di Nakhon Si Thammarat, Thailand Selatan. Pada 1992-1995, Pitsuwan diberi mandat menduduki jabatan wakil menteri luar negeri Thailand. Pada 1997-2001, ia menjabat sebagai menteri luar negeri Thailand. Pada 1 Januari 2008 sampai 2012, Pitsuwan ditunjuk sebagai sekretaris jenderal ASEAN. Pria yang memiliki nama lengkap Surin Abdul Halim bin Ismail Pitsuwan ini dikenal sebagai pemimpin yang memberikan sumbangan dan jasa berharga bagi persatuan negara di Asia Tenggara.

 

Simak juga video menarik berikut:

2 dari 2 halaman

Doa dan Dukacita mengalir dari Indonesia

ASEAN, melalui akun Twitter resminya menyampaikan ucapan belasungkawa. "Kami sangat sedih mengetahui bahwa Dr Surin Pitsuwan, mantan sekretaris jenderal ASEAN meninggal dunia hari ini. Ini adalah kerugian besar bagi Thailand dan komunitas ASEAN. Kami menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarganya."

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri juga ikut menyampaikan dukacita atas meninggalnya Surin Pitsuwan.

"Doa dan simpati kita selalu menyertai keluarga, kerabat dan kolega beliau agar selalu diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi suasana duka pada saat ini," seperti disampaikan Kementerian Luar Negeri melalui pernyataan pers yang diterima di Jakarta, seperti dilansir dari AntaraNews, Jumat (1/12/2017).

"Beliau akan selalu dikenang atas perannya dalam memajukan ASEAN," demikian pernyataan Kemlu RI.