Liputan6.com, Beijing - Kasus dugaan penyiksaan hewan di Chongqing, China, memicu protes publik dalam sepekan terakhir. Peristiwa ini tidak hanya menyedot perhatian luas di media sosial, namun kembali memunculkan desakan agar pemerintah memperketat aturan perlindungan hewan.
Seorang pria berusia 39 tahun bermarga Li dituduh menyiksa sejumlah anjing yang berada dalam perawatannya. Demikian seperti dikutip dari laporan CNA.
Tuduhan itu mencuat setelah video yang diduga memperlihatkan aksi penyiksaan terhadap anjing beredar di media sosial China. Rekaman tersebut menunjukkan seorang pria melakukan kekerasan terhadap anjing di balkon apartemennya pada malam hari.
Advertisement
Setelah video itu viral, relawan kesejahteraan hewan mendatangi kompleks apartemen tempat Li tinggal. Mereka mengaku menemukan seekor anak anjing dalam kondisi luka parah di koridor dekat unit pria tersebut.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Rabu (10/6), otoritas setempat menyebut tiga anak anjing milik Li telah dievakuasi ke rumah sakit hewan dan tempat penampungan untuk menjalani perawatan.
Dari hasil penyelidikan awal, polisi memastikan modus operandi Li adalah sengaja berpura-pura menjadi pengadopsi baik di media sosial demi mendapatkan hewan-hewan tersebut sebelum akhirnya disiksa.
Li kini telah dikenai status tahanan administratif oleh pihak kepolisian setempat. Tindakan ini diambil berdasarkan Undang-Undang Hukuman Administrasi Keamanan Publik karena China saat ini belum memiliki hukum pidana khusus terkait penyiksaan hewan.
Foto dan video yang belakangan dihapus dari media sosial China memperlihatkan ketegangan antara massa dan aparat kepolisian di luar kompleks tempat tinggal Li di Distrik Jiangbei. Dalam sejumlah rekaman, beberapa pengunjuk rasa terlihat digiring meninggalkan lokasi.
Peristiwa itu kemudian mendapat perhatian lebih luas setelah banyak warganet China mengunggah ulang rekaman terkait kasus ini ke platform media sosial luar negeri seperti Facebook dan Threads.
Kemarahan publik pun meluas, tidak hanya di media sosial tetapi juga di kalangan warga Chongqing.
Media Hong Kong HK01 melaporkan ratusan orang berkumpul di Distrik Jiangbei pada Minggu lalu. Sejumlah peserta aksi membawa poster yang menuduh Li melakukan kekejaman terhadap hewan serta penipuan terkait adopsi hewan. Sebagian lainnya mendesak pemerintah segera membentuk undang-undang khusus untuk melindungi hewan.
Menurut para aktivis, warga setempat mendesak otoritas menyelamatkan hewan-hewan yang diduga masih berada di rumah Li. Mereka mendorong langkah yang lebih tegas untuk mencegah praktik penipuan berkedok adopsi hewan terulang.
Dalam pernyataannya, otoritas setempat menyatakan kasus ini akan diproses sesuai ketentuan hukum berdasarkan hasil penyelidikan yang masih berlangsung. Pemerintah setempat meminta masyarakat yang memiliki informasi terkait dugaan pelanggaran hukum dalam kasus ini untuk segera melapor.
Respons publik yang besar terhadap kasus ini muncul di tengah meningkatnya perhatian masyarakat China terhadap isu kesejahteraan hewan.
Sebelumnya, dugaan pencurian dan pembunuhan seekor anjing Border Collie berusia delapan tahun bernama Chutou di Provinsi Henan juga memicu kemarahan publik. Kasus yang mencuat pada awal tahun itu kembali memunculkan tuntutan agar pelaku kekerasan terhadap hewan dijatuhi hukuman yang lebih berat.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324489/original/034633400_1786708826-cek_fakta_balik_nama.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322269/original/035290200_1786523414-cek_fakta_-_ombudsman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7261845/original/041809000_1780048281-Tugas__22_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5432608/original/039355600_1764817183-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-04T072013.095.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2831360/original/050618900_1560852925-puppy-1903313_1920.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409523/original/014973200_1479454255-China.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2365459/original/093580700_1541506163-040291100_1537702786-download_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2038287/original/098317100_1522231354-800px-Vickers_machine_gun_in_the_Battle_of_Passchendaele_-_September_1917.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320419/original/070593900_1786349454-90-19.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322904/original/057724100_1786593536-hl3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3392807/original/024131100_1614839198-KRI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5532931/original/079804900_1773716096-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1588328/original/007640400_1494244133-_95919277_6f3ac92f-3cbf-4f74-b0c1-110cad46135d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322559/original/021565200_1786537083-Mantan_PM_China_Zhu_Rongji__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5387406/original/074418700_1761040283-gunung_rinjani.jpg)