7 Mei 2001: Ziarah Bersejarah Paus Yohanes Paulus II ke Suriah, Serukan Perdamaian Lintas Agama

Bagaimana respons warga Suriah dalam menyambut Paus Yohanes Paulus II pada 7 Mei 2001?

Diterbitkan 07 Mei 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Damaskus - Kunjungan Paus Yohanes Paulus II ke Suriah pada 7 Mei 2001 menjadi salah satu momen penting dalam upaya mendorong dialog lintas agama di kawasan Timur Tengah. Dalam lawatan selama tiga hari tersebut, Paus membawa pesan rekonsiliasi di tengah konflik yang masih berlangsung di kawasan.

Setibanya di Damaskus, Paus disambut oleh ribuan warga serta Presiden Bashar al-Assad. Kunjungan ini menandai bagian dari perjalanan spiritual yang juga mencakup sejumlah negara lain dalam rangka napak tilas perjalanan Santo Paulus.

Salah satu momen paling bersejarah dalam kunjungan tersebut adalah saat Paus memasuki Masjid Umayyah. Ia menjadi pemimpin Gereja Katolik pertama yang menginjakkan kaki di dalam masjid. Kedatangannya disambut oleh ulama terkemuka Suriah, Ahmad Kuftaro, yang menyebut peristiwa itu sebagai langkah penting menuju perdamaian dunia.

Dalam kunjungan tersebut, Paus mengikuti tradisi setempat dengan melepas sepatu dan mengenakan sandal sebelum memasuki area masjid. Ia kemudian berdoa di dekat makam Santo Yohanes Pembaptis yang berada di dalam kompleks masjid.

Dalam pesannya, Paus menyerukan rekonsiliasi antara umat Muslim, Kristen, dan Yahudi. Ia juga secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas konflik dan kesalahan masa lalu antarumat beragama, serta mengajak semua pihak untuk membangun perdamaian di kawasan. Dilansir dari Macaudailytimes pada Kamis (7/5/2026). 

Selain itu, Paus juga bertemu dengan pemimpin Gereja Ortodoks, Agnatios Hazim IV, serta memimpin misa yang dihadiri ribuan umat di stadion setempat.

Namun, kunjungan tersebut juga diwarnai ketegangan politik. Dalam kesempatan yang sama, Presiden Bashar al-Assad melontarkan kritik keras terhadap Israel, yang memicu reaksi diplomatik dari Israel. Pemerintah Israel mendesak komunitas internasional untuk mengecam pernyataan tersebut.

Menanggapi hal itu, pihak Vatikan memilih untuk tidak terlibat dalam polemik politik guna menghormati tuan rumah dan menjaga fokus kunjungan pada misi perdamaian.

Kunjungan ini menjadi bagian dari perjalanan spiritual enam hari yang juga mencakup Yunani dan Malta. Lawatan tersebut dikenang sebagai salah satu upaya penting dalam membangun dialog antaragama di tengah konflik regional.

Paus Yohanes Paulus II wafat pada 2 April 2005. Warisan kunjungannya ke Damaskus tetap dikenang sebagai simbol kuat upaya mempererat hubungan lintas iman di kawasan yang kerap dilanda konflik.