IAEA Pastikan Fasilitas Nuklir Jepang Aman Usai Gempa Magnitudo 7,7

Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) menyebut semua aman, meski sempat ada peringatan tsunami usai gempa.

Diterbitkan 21 April 2026, 16:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tokyo - Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) menyatakan tidak ada gangguan pada fasilitas nuklir Jepang setelah gempa kuat dan peringatan tsunami terjadi pada Senin (20/4/2026).

Dalam unggahan di platform X, IAEA menyatakan pihaknya menerima informasi dari otoritas Jepang bahwa hingga pukul 08.16 waktu setempat tidak ditemukan kelainan di fasilitas nuklir di wilayah terdampak.

Sementara itu, Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara juga memastikan tidak ada situasi darurat di pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) maupun fasilitas nuklir lainnya akibat gempa dan potensi tsunami, dikutip dari laman Antara News, Selasa (21/4).

"Kami tidak menerima laporan adanya kondisi darurat di fasilitas nuklir di dekat pusat gempa," kata Kihara kepada wartawan.

Badan Meteorologi Jepang melaporkan gempa terjadi di wilayah timur laut Pulau Honshu, Senin, tepatnya di sekitar Prefektur Aomori dan Iwate.

Magnitudo gempa kemudian diperbarui dari 7,5 menjadi 7,7, dan kedalamannya direvisi dari 10 kilometer menjadi 18 kilometer.

Media NHK melaporkan tsunami terdeteksi di laut dan bergerak menuju wilayah pesisir Aomori dan Iwate.

  • liputan6
    Nuklir adalah teknologi yang melibatkan reaksi dari inti atom.
    Nuklir
  • Jepang adalah negara yang disebut sebagai negara kepulauan karena memiliki lebih dari 6000 pulau disekitarnya.
    Jepang adalah negara yang disebut sebagai negara kepulauan karena memiliki lebih dari 6000 pulau disekitarnya.
    Jepang
  • liputan6
    Gempa adalah peristiwa bergetar atau bergoncangnya bumi karena pergerakan atau pergeseran lapisan batuan pada kulit bumi secara tiba‐tiba.
    Gempa
  • IAEA
  • Gempa Jepang