Tragedi Paskah di Jerman: Pohon Tumbang Saat Perburuan Telur, 3 Orang Tewas Termasuk Bayi

Angin kencang Jerman menyebabkan pohon tumbang dan menewaskan tiga orang dalam sebuah acara perburuan telur Paskah.

Diterbitkan 07 April 2026, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Berlin - Angin kencang yang melanda wilayah utara Jerman memicu tragedi saat perayaan Paskah. Sebuah pohon besar tumbang di tengah kegiatan perburuan telur Paskah, menewaskan tiga orang termasuk seorang bayi berusia 10 bulan, serta melukai sejumlah lainnya.

Insiden terjadi pada Minggu pagi sekitar pukul 11.00 waktu setempat di kawasan hutan dekat Satrupholm, negara bagian Schleswig-Holstein. Saat itu, sekitar 50 orang tengah mengikuti acara yang diselenggarakan oleh sebuah fasilitas tempat tinggal bagi ibu baru, perempuan hamil, dan anak-anak.

Menurut keterangan polisi, pohon setinggi sekitar 30 meter tiba-tiba tumbang dan menimpa kelompok peserta. Empat orang dilaporkan sempat terjebak di bawah batang pohon, dikutip dari laman Channel News Asia, Selasa (7/4/2026).

Seorang perempuan berusia 21 tahun dan seorang remaja perempuan berusia 16 tahun sempat mendapatkan pertolongan pertama di lokasi, namun keduanya dinyatakan meninggal di tempat. Sementara itu, bayi perempuan berusia 10 bulan—anak dari korban berusia 21 tahun—meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke rumah sakit.

Satu korban lainnya, perempuan berusia 18 tahun, mengalami luka serius dan dievakuasi menggunakan helikopter ke fasilitas medis terdekat.

Fasilitas yang mengadakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari sistem kesejahteraan anak yang didanai negara Jerman, yang memberikan dukungan bagi ibu baru dan perempuan hamil dalam kondisi rentan. Setelah kejadian, tim konselor duka diterjunkan untuk mendampingi para korban dan keluarga.

Foto-foto dari lokasi yang dipublikasikan media lokal menunjukkan telur-telur Paskah berserakan di tanah, sementara beberapa korban ditutup kain putih di tempat kejadian.

Sebelumnya, badan meteorologi Jerman telah mengeluarkan peringatan terkait angin kencang di wilayah tersebut.

Pejabat pemerintah daerah menyatakan duka mendalam atas insiden ini. Gubernur Schleswig-Holstein, Daniel Günther, bersama Menteri Dalam Negeri Magdalena Finke dan Menteri Pemuda serta Keluarga Aminata Touré, menyampaikan bahwa mereka “sangat terguncang” oleh peristiwa tersebut.

“Pikiran kami bersama keluarga korban yang meninggal, para korban luka, serta semua yang harus mengalami kejadian mengerikan ini,” demikian pernyataan bersama para pejabat.

Peristiwa ini menambah daftar insiden cuaca ekstrem yang berdampak fatal di Eropa, sekaligus menjadi pengingat akan risiko kegiatan luar ruang di tengah kondisi cuaca buruk.