Liputan6.com, Jakarta - Pengkhianatan berulang Amerika Serikat (AS) membuat Republik Islam Iran kehilangan kepercayaan untuk melanjutkan diplomasi dengan negara pimpinan Donald Trump tersebut.
"Akibat pengkhianatan berulang AS dalam proses perundingan dengan Iran, tidak ada lagi kepercayaan dari pihak Iran untuk melanjutkan diplomasi dengan negara tersebut. Ini merupakan ketiga kalinya AS mengkhianati diplomasi dan negosiasi dengan Republik Islam Iran," tutur Kedutaan Besar (Kedubes) Republik Islam Iran dalam pernyataan tertulisnya pada Senin (9/3/2026).
"Pertama, penarikan sepihak AS (pada masa pemerintahan Trump) dari JCPOA pada tahun 2018. Kedua, serangan terhadap Iran pada Juni 2025 di tengah proses perundingan dengan AS (sebelum putaran keenam perundingan). Ketiga, serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026 setelah putaran kedua perundingan dengan AS. Kami senantiasa berkomitmen pada perdamaian yang berkelanjutan di kawasan, namun dalam membela kehormatan dan kedaulatan kami, kami tidak akan pernah ragu."
Advertisement
JCPOA (Joint Comprehensive Plan of Action), atau dikenal sebagai Kesepakatan Nuklir Iran 2015, adalah perjanjian internasional historis antara Iran dan kelompok P5+1 (AS, Inggris, Prancis, China, Rusia, plus Jerman). Perjanjian ini bertujuan membatasi program nuklir Iran agar tidak mengembangkan senjata nuklir, sebagai imbalan atas pencabutan sanksi ekonomi.
Lebih lanjut, Kedubes Iran menyatakan bahwa sejak dimulainya agresi AS dan Israel pada Sabtu (28/2) hingga saat ini, lebih dari 1.300 anak-anak dan warga sipil tidak berdosa telah syahid, 9.669 target sipil dihancurkan, termasuk 7.943 unit rumah tinggal, 1.617 pusat perdagangan dan layanan, 32 pusat medis dan farmasi, 65 sekolah dan fasilitas pendidikan, 13 bangunan Perhimpunan Bulan Sabit Merah, serta sejumlah infrastruktur penyediaan energi.
Pemimpin Baru Iran
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5524825/original/026405800_1773015314-3.jpg)
Merespons terpilihnya Ayatullah Mojtaba Hosseini Khamenei atau Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran, Kedubes Iran menyatakan ini sekali lagi membuktikan bahwa Republik Islam Iran tidak bergantung pada satu individu, melainkan merupakan sebuah sistem yang berlandaskan supremasi hukum, suara rakyat, dan nilai-nilai Ilahi.
"Meskipun telah kehilangan seorang pemimpin besar, sejumlah pejabat tinggi, dan komandan militer seniornya, sistem ini akan tetap melanjutkan jalannya dengan keteguhan dan kekuatan di bawah kepemimpinan baru yang layak, dalam upaya menegakkan kebenaran dan keadilan di dunia," sebut Kedubes Iran.
Kedubes Iran menambahkan, "Republik Islam Iran, sebagai tanggapan terhadap serangan, agresi, dan kejahatan terang-terangan AS dan rezim Zionis selama sepuluh hari terakhir, menegaskan hak wajar, sah, dan legalnya untuk mempertahankan integritas teritorialnya, sesuai dengan Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Iran menyatakan bahwa Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan menggunakan seluruh kemampuan dan kapasitasnya untuk menghadapi agresi kriminal ini hingga agresi tersebut dihentikan, atau hingga Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa menjalankan tugasnya sesuai Pasal 39 Piagam PBB, yakni mengidentifikasi para agresor dan menetapkan tanggung jawab atas tindakan agresi mereka."
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329887/original/014746300_1787301484-HOAX__4_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329801/original/040098200_1787296595-HOAX__3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4712284/original/099342900_1704930645-cek_fakta_stiker_atm.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329639/original/025640700_1787286446-purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5524827/original/029106400_1773015315-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1384773/original/024567600_1477395058-Donald_Trump.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411708/original/048619800_1479708636-Iran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4216934/original/094233100_1667793288-Wall-Street-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349927/original/093879500_1757942338-AP25248769598975.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306680/original/030542900_1784889398-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4025353/original/080616100_1652840284-Pemerintahan_Biden_Longgarkan_Pembatasan_terhadap_Kuba-AP-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/557605/original/100505bfoto_petani-laut.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5522304/original/046186800_1772753122-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2358749/original/070880200_1536904477-afpprison.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2247367/original/062175600_1528768799-20180612-Jabat-Tangan-Perdana-Trump-dan-Kim-Jong-un-Memulai-KTT-AP-20.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1844268/original/066529100_1516798233-Slaves_resting_by_Rugendas_01.jpg)