Liburan Akhir Tahun 2026, Berani Coba Skydiving di Tanjung Lesung?

Menjelang Desember, Tanjung Lesung menyiapkan dropzone internasional dan fasilitas penerbangan untuk pengalaman skydiving dengan lanskap laut.

Diterbitkan 07 Oktober 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Liburan akhir tahun sering menjadi waktu untuk mencari pengalaman yang terasa berbeda. Di Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, pengalaman itu tengah disiapkan dari ketinggian, menawarkan cara baru bagi wisatawan untuk menikmati bentang laut dan pesona pesisirnya.

Sekitar minggu ke-2 Desember 2026, kawasan wisata tersebut akan memiliki atraksi skydiving. Pengunjung nantinya dapat menikmati pemandangan pesisir Tanjung Lesung dari ketinggian sebelum kembali mendarat di kawasan yang dikelilingi beragam aktivitas wisata.

"Saya sangat optimis semua berjalan dengan baik. Karena Bro Skydive di Tanjung Lesung nanti merupakan satu-satunya dan pertama kali operator yang resmi di Indonesia dengan dropzone bertaraf internasional, yang kami yakin akan banyak didatangi oleh wisatawan mancanegara dan domestik," kata Direktur Utama PT Bro Skydive Indonesia, Fanny Kusuma Dewi, dalam keteranga pada Lifestyle Liputan6.com, Senin, 5 Oktober 2026.

Kerja sama pengembangan atraksi tersebut dilakukan PT Banten West Java (BWJ), pengelola sekaligus pengembang KEK Pariwisata Tanjung Lesung, bersama PT Bro Skydive Indonesia. Kesepakatan itu mencakup pengembangan skydiving, sport aviation, dan aviation tourism di kawasan wisata tersebut.

Tanjung Lesung tak hanya menawarkan satu jenis rekreasi. KEK Pariwisata itu memiliki luas sekitar 1.500 hektare dengan berbagai pilihan aktivitas darat dan laut. Pengembangan skydiving menambah cara baru bagi wisatawan untuk menikmati kawasan tersebut.

Fanny melihat keunikan lokasi bukan hanya pada pemandangan alamnya. Tanjung Lesung memiliki Bandara Salakanagara dengan hanggar, akomodasi yang berada tidak jauh dari lokasi terjun, serta sejumlah kegiatan wisata yang dapat dilakukan setelah penerbangan.

"Jadi, begitu selesai terjun, bisa coba aktivitas wisata jetski, mancing, snorkeling, atau jelajah pulau. Bisa kita buat jual paket," ujar Fanny.

 

Fasilitas Penunjang

PT Banten West Java akan menyediakan lahan sekitar 9 hektare untuk menunjang pengembangan fasilitas. PT Bro Skydive Indonesia bertanggung jawab terhadap pembangunan konstruksi, infrastruktur, dan fasilitas yang diperlukan untuk pengoperasian kegiatan tersebut.

Bandara Salakanagara menjadi bagian penting dalam persiapan itu. Direktur Operasional BWJ sekaligus Kepala Bandara Salakanagara Tanjung Lesung Kunto Wijoyo mengatakan sejumlah pekerjaan teknis perlu dilakukan agar fasilitas penerbangan dapat mendukung aktivitas skydiving.

"Pekerjaan utama ialah membuat landing zone sembilan hektare, kemudian perpanjangan apron, taxiway, di mana runway akan diperpanjang 200 meter agar lebih safety pendaratannya, nanti ada bangunan di dalam hanggar sebagai kantor Bro Skydive," kata Kunto.

 

Target Selesai

Pembangunan tersebut direncanakan berjalan setelah kerja sama ditandatangani. Bro Skydive Indonesia menargetkan fasilitas skydiving dapat mulai beroperasi pada minggu kedua Desember 2026, bertepatan dengan periode wisata akhir tahun.

Akses darat menuju Tanjung Lesung juga tengah mengalami perkembangan. Tol Serang-Panimbang Seksi 3A ruas Cileles–Bojong ditargetkan selesai pada November 2026. Seluruh ruas Tol Serang-Panimbang diproyeksikan rampung pada kuartal II 2027.

"Waktu tempuh dari Jakarta ke Tanjung Lesung nantinya sekitar 2 sampai 2,5 jam," kata Fanny.

Pengembangan akses tersebut menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan untuk mendukung perjalanan wisatawan menuju kawasan pesisir Banten. Jarak tempuh yang lebih singkat dari Jakarta juga membuka peluang perjalanan singkat bagi wisatawan Jabodetabek.

 

Menambah Pesona Sport Tourism

Poernomo Siswoprasetijo, Direktur Utama BWJ, berharap pengembangan kegiatan tersebut segera terealisasi. Menurut dia, keberadaan sport tourism yang terhubung dengan akomodasi, aktivitas wisata, dan Bandara Salakanagara dapat memperluas pasar Tanjung Lesung sekaligus memperkenalkan olahraga dirgantara pada generasi muda.

"Semoga perjanjian kerja sama hari ini bisa menjadi langkah ke depan yang baik. Sehingga semua yang telah direncanakan untuk pengembangan skydiving di Tanjung Lesung bisa cepat terwujud," ujar Poernomo.

Fanny memastikan persiapan operasional akan dilakukan dalam waktu dekat. "Desember kami harap sudah siap, sudah beroperasi. Sebelum libur akhir tahun kita akan coba buka," tuturnya.