Liputan6.com, Tel Aviv - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat seiring penguatan postur militer AS di kawasan Timur Tengah dan persiapan perundingan terbaru terkait program nuklir Iran. Di tengah situasi tersebut, sejumlah analis menilai Israel mendorong langkah agresif terhadap Iran, namun pada saat yang sama masih sangat bergantung pada kekuatan militer AS karena keterbatasan pertahanannya sendiri.
AS baru-baru ini memperkuat kehadiran militernya di kawasan dengan mengerahkan kelompok tempur kapal induk USS Abraham Lincoln serta mengirimkan USS Gerald R. Ford ke Timur Tengah, disertai tambahan jet tempur. Pengerahan ini dilakukan meski perundingan tengah berlangsung.
Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa dalam waktu dekat akan terlihat apakah kesepakatan dapat dicapai. Ia juga memperingatkan bahwa Washington dapat meningkatkan langkahnya jika diplomasi gagal membuahkan hasil.
Advertisement
Dalam konteks tersebut, analis menilai Israel menginginkan tindakan tegas dari AS.
Rob Geist Pinfold, dosen keamanan internasional di King’s College London, mengatakan kepada Anadolu bahwa jika AS benar-benar menyerang Iran, Israel kemungkinan besar akan mendukung penuh dan mendorong agar operasi dilanjutkan selama mungkin guna menimbulkan kerusakan maksimal.
"Singkatnya, ketika dan jika operasi dimulai, Israel ingin AS mengerahkan seluruh kemampuannya," ujar Pinfold.
Namun, ia menambahkan bahwa meskipun selama bertahun-tahun Israel melobi agar langkah keras terhadap Iran diperketat, saat ini Israel tidak secara aktif mendorong serangan segera.
"Israel kini berada dalam posisi yang aneh, di mana AS justru lebih bersikap hawkish (garis keras) dibanding mereka," kata Pinfold.
Menurutnya, sikap hati-hati Israel bukan karena perubahan strategi atau ideologi, melainkan karena belum siap menghadapi operasi semacam itu.
Pinfold menjelaskan bahwa stok sistem pertahanan rudal Israel masih menipis setelah perang 12 hari dengan Iran tahun lalu. Selain itu, fokus militer Israel juga tersebar di berbagai front konflik.
Â
Serangan Militer Diperkirakan Akan Menghancurkan Israel
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4800988/original/055595500_1713068493-20240414-Rudal_Iran-AFP_4.jpg)
Meski Israel tidak memulai permusuhan, para analis menilai negara tersebut kecil kemungkinan akan tetap di luar konflik jika AS menyerang Iran.
Pekan lalu, media Israel melaporkan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah menginstruksikan badan penyelamat dan Komando Front Dalam Negeri untuk bersiap menghadapi kemungkinan perang dengan Iran.
Iran telah berulang kali memperingatkan akan membalas setiap serangan AS dengan menargetkan Israel. Dalam kondisi ini, menurut Pinfold, Israel tidak punya alasan untuk menjauh dari konflik.
Ahron Bregman, analis politik Israel, menyatakan bahwa jika pasukan AS berfokus pada fasilitas nuklir Iran, Israel kemungkinan akan menargetkan sistem rudal serta kapasitas produksi rudal Iran.
"Jika Israel terlibat dalam konflik, hampir dapat dipastikan Iran akan membalas serangan terhadap Israel," beber Bregman.
Ia memperingatkan bahwa biaya yang harus ditanggung akan sangat besar.
"Pihak Iran benar bahwa setiap operasi militer akan menghancurkan Israel; akan ada banyak korban sipil, terutama jika operasi itu berlangsung lama," ungkap Bregman.Â
Keterbatasan Pertahanan Israel
Israel saat ini termasuk dalam 20 besar kekuatan militer dunia menurut Global Firepower, dengan kemampuan udara, darat, dan laut yang sangat maju.
Jika konflik pecah, para analis memperkirakan Israel akan mengikuti strategi serupa dengan konfrontasi tahun lalu melawan Iran, yakni memperkuat pertahanan sipil dan sistem pencegat rudal sambil melancarkan serangan terarah terhadap aset Iran yang telah diidentifikasi sebelumnya.
Pinfold menyebut strategi itu mencakup penguatan ketahanan di dalam negeri serta serangan presisi di wilayah Iran.
Bregman menekankan pentingnya sistem pertahanan rudal berlapis Israel.
"Sistem pertahanan ini mencakup Iron Dome untuk mencegat ancaman jarak pendek; David’s Sling untuk ancaman jarak menengah; serta sistem Arrow yang dirancang menghadapi rudal balistik jarak jauh," jelasnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa bahkan sistem pertahanan canggih sekalipun tidak dapat menjamin perlindungan penuh.
Dalam kunjungannya baru-baru ini ke Israel, Bregman mengaku menyaksikan "kerusakan besar akibat rudal yang mendarat selama konflik sebelumnya dengan Iran". Ia menekankan bahwa meskipun banyak proyektil dapat dicegat, sebagian tetap akan menembus pertahanan.
Â
Advertisement
Skeptisisme Mendalam terhadap Diplomasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5259520/original/048897600_1750438320-Untitled.jpg)
Para analis menyebut para pemimpin Israel dari berbagai spektrum politik tetap sangat skeptis terhadap upaya diplomatik dengan Iran.
Menurut Pinfold, pejabat Israel, baik yang pro maupun anti-Netanyahu, tidak memercayai solusi diplomatik.
"Para pemimpin Israel bersatu dalam penentangan mereka terhadap Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) yang mereka anggap sebagai kesepakatan buruk. Karena itu, mereka kini tidak percaya bahwa AS dapat menghasilkan kesepakatan yang lebih baik, meskipun secara teori Iran saat ini lebih lemah dan lebih terisolasi daripada sebelumnya," terang Pinfold.
Sementara itu, Bregman menambahkan bahwa isu Iran merupakan salah satu dari sedikit persoalan yang memunculkan konsensus luas di masyarakat Israel.
"Yang terpenting di sini adalah persepsi: meskipun perang akan mahal bagi Israel, sebagian besar warga Israel merasa tidak ada alternatif lain selain berpihak pada AS, terutama karena Iran akan menyerang Israel," kata Bregman.
Dengan perundingan di Jenewa yang digelar pada Kamis (26/2) dan pengerahan militer AS yang terus berlanjut, situasi di Timur Tengah kini berada dalam sorotan tajam. Para analis memperingatkan bahwa jika diplomasi gagal, konflik berskala besar dapat terjadi dan berdampak luas, terutama bagi Israel dan Iran.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312395/original/029328500_1785490278-Screenshot_2026-07-31_154400.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306600/original/019959200_1784885023-PLN_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315322/original/015511800_1785834344-cek_fakta_-_Bank_Bali.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296926/original/028949100_1784034568-Menteri_Komunikasi_dan_Digital__Menkomdigi__Meutya_Hafid-14_Juli_2026d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5121361/original/093881000_1738721470-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1384773/original/024567600_1477395058-Donald_Trump.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411708/original/048619800_1479708636-Iran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4473583/original/010189000_1687242103-Emi_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269743/original/092797600_1751358995-Gianni_Infantino.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4905612/original/074102400_1722379583-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540813/original/050677600_1774835815-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2715665/original/037017400_1548748744-thaad.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5554069/original/013962000_1776058564-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314778/original/073168600_1785776716-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490104/original/053721500_1769996978-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8511937/original/048297600_1782434870-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314754/original/053263100_1785774787-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1465365/original/031571700_1483929982-Obama_Hand.jpg)