Obama dan Bill Clinton Buka Suara soal Penembakan oleh Agen Imigrasi Era Trump: Peringatan Darurat bagi AS

Bill Clinton bahkan menyerukan rakyat AS untuk melakukan perlawanan sipil.

Diterbitkan 27 Januari 2026, 12:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington, DC - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama dan Bill Clinton pada Minggu (25/1/2026) menyerukan kepada warga AS untuk bangkit dan membela nilai-nilai yang mereka anut, menyusul kematian kedua seorang warga negara di Minneapolis yang ditembak oleh agen imigrasi. Insiden ini terjadi di tengah tudingan Presiden Donald Trump yang menyalahkan apa yang ia sebut sebagai "kekacauan Demokrat".

Pemerintahan Trump menghadapi tekanan yang semakin besar terkait operasi pengetatan imigrasi massal, terutama setelah agen federal menembak mati Alex Pretti, seorang perawat ICU berusia 37 tahun, pada Sabtu (24/1). Peristiwa tersebut terjadi saat terjadi pergumulan di sebuah jalan yang licin akibat es.

Kematian Pretti terjadi kurang dari tiga minggu setelah seorang petugas imigrasi menembak Renee Good, juga berusia 37 tahun, yang tewas di dalam mobilnya di kota yang sama di wilayah Midwest.

Pejabat pemerintahan Trump dengan cepat menyatakan bahwa Pretti berniat melukai agen federal, sebagaimana klaim mereka setelah kematian Good. Mereka menunjuk pada sebuah pistol yang, menurut mereka, ditemukan pada Pretti.

Namun, sebuah video yang beredar luas di media sosial dan telah diverifikasi oleh media-media AS menunjukkan bahwa Pretti tidak pernah menarik senjata. Dalam rekaman tersebut, agen federal menembaknya hanya beberapa detik setelah ia disemprot dengan bahan kimia iritan ke wajahnya dan dijatuhkan ke tanah.

Trump kemudian secara provokatif mengaitkan kematian tersebut dengan pejabat terpilih Demokrat di Minnesota, termasuk Gubernur Tim Walz dan Wali Kota Minneapolis Jacob Frey. Melalui platform Truth Social miliknya, Trump menulis: "Kota dan Negara Bagian Suaka yang dikelola Demokrat MENOLAK bekerja sama dengan ICE."

ICE merujuk pada Badan Imigrasi dan Bea Cukai AS.

"Secara tragis, dua Warga Negara AS telah kehilangan nyawa mereka sebagai akibat dari kekacauan yang disebabkan oleh Demokrat ini," tambahnya.

Setelah pejabat tinggi pemerintahan menggambarkan Pretti sebagai seorang "pembunuh" yang telah menyerang agen federal, orang tua Pretti mengeluarkan pernyataan pada Sabtu yang mengecam apa yang mereka sebut sebagai "kebohongan menjijikkan" tentang putra mereka.

Di tengah meningkatnya ketegangan, para pengunjuk rasa berkumpul pada Minggu di Minneapolis untuk mengecam ICE. Salah satu demonstran memegang papan karton bertuliskan: "Be Pretti, be Good."

Dua tragedi tersebut memicu kemarahan luas, termasuk dari dua mantan presiden Demokrat pendahulu Trump. Barack dan Michelle Obama dalam sebuah pernyataan pada Minggu mengatakan bahwa penembakan terhadap Pretti seharusnya menjadi alarm bahaya bagi bangsa AS karena nilai-nilai inti AS semakin berada di bawah serangan. 

Beberapa jam kemudian, Bill Clinton menyampaikan kecaman keras terhadap pemerintahan saat ini. Ia mengatakan bahwa para pengunjuk rasa damai telah "ditangkap, dipukuli, disemprot gas air mata, dan yang paling menyayat hati, dalam kasus Renee Good dan Alex Pretti, ditembak mati."

"Semua ini tidak dapat diterima," ujar Clinton dalam pernyataannya sambil mendesak warga AS untuk bangkit dan bersuara.

"Jika kita menyerahkan kebebasan kita setelah 250 tahun, kita mungkin tidak akan pernah mendapatkannya kembali."

 

 

 

 

 

 

Sektor Bisnis Serukan Deeskalasi

Wakil Jaksa Agung AS Todd Blanche, yang berbicara kepada program Meet the Press di NBC, mengatakan bahwa penyelidikan diperlukan.

Sementara pejabat pemerintahan membela agen yang menembak Pretti, Trump dalam wawancara singkat pada Minggu dengan Wall Street Journal menolak dua kali untuk menyatakan apakah agen tersebut bertindak dengan benar.

"Kami sedang melihat, kami sedang meninjau semuanya dan akan mengeluarkan sebuah keputusan," kata presiden kepada surat kabar tersebut.

Beberapa senator dari Partai Republik pimpinan Trump menyerukan penyelidikan menyeluruh atas pembunuhan tersebut, serta kerja sama dengan otoritas setempat.

Pemerintahan Trump sebelumnya menuai kontroversi karena mengecualikan penyelidik lokal dari penyelidikan atas kematian Good.

Walz secara langsung mengajukan pertanyaan kepada presiden dalam sebuah jumpa pers pada Minggu, dengan bertanya: "Apa yang perlu kami lakukan untuk mengeluarkan agen federal ini dari negara bagian kami?"

Pada hari yang sama, para pemimpin bisnis dari 60 perusahaan yang berkantor pusat di Minnesota — termasuk peritel Target, raksasa makanan General Mills, dan beberapa waralaba olahraga profesional — menandatangani sebuah surat terbuka yang menyerukan deeskalasi ketegangan secara segera serta meminta otoritas untuk bekerja sama.

 

"Wilayah Demokrat"

Ribuan agen imigrasi federal telah dikerahkan ke Minneapolis, yang mayoritas penduduknya memilih Demokrat, selama beberapa pekan terakhir. Pengerahan tersebut dilakukan setelah media konservatif melaporkan dugaan penipuan oleh imigran Somalia, yang berulang kali diperkuat oleh Trump.

Kota, yang dikenal dengan musim dinginnya yang sangat dingin ini, memiliki salah satu konsentrasi imigran Somalia tertinggi di AS.

Jaksa Agung Minnesota Keith Ellison menolak klaim Trump tersebut dengan mengatakan kepada wartawan, "Ini bukan soal penipuan karena jika ia mengirim orang-orang yang memahami akuntansi forensik, kita akan berbicara hal yang berbeda. Namun yang ia kirim adalah pria-pria bersenjata dan bertopeng."

Sejak dimulainya Operasi Metro Surge di Minneapolis—yang merupakan bagian dari operasi penegakan imigrasi federal di kota-kota besar—banyak warga membawa peluit untuk memberi tahu orang lain tentang keberadaan agen imigrasi. Dalam beberapa kesempatan, bentrokan yang terkadang bersifat kekerasan terjadi antara petugas dan para pengunjuk rasa. 

Jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa para pemilih semakin marah dengan operasi imigrasi pemerintahan Trump, seiring maraknya video agen bertopeng yang menangkap orang-orang di trotoar — termasuk anak-anak — tersebar luas. Â