Junta Militer Myanmar Klaim Kesehatan Aung San Suu Kyi dalam Kondisi Baik

Pernyataan junta militer Myanmar tidak menyertakan bukti maupun rincian apapun terkait kondisi kesehatan Aung San Suu Kyi.

Diterbitkan 18 Desember 2025, 10:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Naypyidaw - Junta militer Myanmar mengatakan pada hari Selasa (16/12/2025) bahwa mantan pemimpin yang saat ini ditahan, Aung San Suu Kyi, berada dalam kondisi kesehatan yang baik. Pernyataan ini disampaikan sehari setelah putranya mengatakan kepada Reuters bahwa ia hanya menerima sedikit informasi mengenai kondisi ibunya yang berusia 80 tahun dan khawatir bahwa ibunya bisa meninggal dunia tanpa sepengetahuannya.

Dalam sebuah wawancara di Tokyo, Kim Aris mengatakan bahwa ia tidak pernah mendengar kabar dari ibunya selama bertahun-tahun dan meyakini bahwa ibunya ditahan di ibu kota Myanmar, Naypyidaw.

Suu Kyi, peraih Nobel Perdamaian pada 1991, ditahan setelah kudeta militer pada tahun 2021 yang menggulingkan pemerintahan sipil terpilih yang dipimpinnya dan memicu perang saudara. Saat ini, ia menjalani hukuman penjara selama 27 tahun atas sejumlah tuduhan, termasuk penghasutan, korupsi, dan kecurangan pemilu — tuduhan yang seluruhnya ia bantah.

"Daw Aung San Suu Kyi berada dalam kondisi kesehatan yang baik," demikian pernyataan yang dipublikasikan oleh Myanmar Digital News yang dikelola oleh junta, dengan menggunakan gelar kehormatan bagi mantan pemimpin tersebut.

 

 

Tuduhan Junta Militer Myanmar

Aris tidak dapat segera dihubungi untuk dimintai komentar mengenai pernyataan yang dikeluarkan oleh junta tersebut.

Ia mengatakan bahwa pemilu multi-tahap yang akan datang di Myanmar, yang dijadwalkan dimulai pada 28 Desember, dapat menjadi peluang untuk meringankan penderitaan ibunya. Namun, banyak pemerintah asing menilai pemungutan suara tersebut sebagai sandiwara yang bertujuan melegitimasi kekuasaan militer.

Aris menyatakan harapannya agar pihak militer dapat membebaskan Suu Kyi atau memindahkannya ke status tahanan rumah guna meredam kritik menjelang pemilu.

Junta menuduh Aris berupaya mengganggu jalannya pemilu — yang akan menjadi pemilu pertama sejak tahun 2020, ketika militer menuduh Suu Kyi melakukan kecurangan.

"Ini hanyalah rekayasa belaka, yang waktunya diatur dan disebarkan untuk mengganggu pemilu multipartai yang bebas dan adil yang akan diselenggarakan di Myanmar dalam waktu dekat," bunyi pernyataan junta.

Partai Liga Demokrasi Nasional milik Suu Kyi, yang merupakan partai politik terbesar di Myanmar, hingga kini masih berstatus dibubarkan. Sementara itu, sejumlah kelompok politik anti-junta lainnya memutuskan untuk memboikot pemilu.Â