15 Desember 2018: Arkeolog Temukan Makam Pendeta Wahtye Berusia 4.000 Tahun dari Dinasti Raja Neferirkare

Makam pendeta Wahtye ini mengungkap salah satu penemuan paling terawat dari Dinasti Kelima Mesir Kuno.

Diterbitkan 15 Desember 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Kairo - Arkeolog Mesir menemukan makam pendeta Wahtye yang berusia sekitar 4.400 tahun di Nekropolis Hewan Suci, Saqqara, selatan Kairo. Meski telah terkubur lama, makam ini hampir utuh, dihiasi hieroglif berwarna-warni dan 45 patung batu yang berada di kondisi tetap terjaga pada temuan 15 Desember 2018.

Makam ini berasal pada masa dinasti Raja Neferirkare. Sementara Saqqara sendiri merupakan situs nekropolis untuk Memphis, ibu kota Mesir kuno selama lebih dari dua ribu tahun.

Temuan yang masih utuh ini disebut sebagai "satu-satunya," menurut Khaled Anani, Menteri Purbakala Mesir, dilansir dari Newsweek, Senin (15/12/2025).

Seperti yang dilansir dari Egypt Today, makam ini ditemukan dan digali pada bulan November tetapi saat itu pintunya masih tersegel. Setelah berhasil membersihkan puing-puing di dalamnya, terlihat tiga baris hieroglif yang mencantumkan nama dan gelar Wahtye, termasuk sebagai pendeta pemurnian kerajaan dan pengawas perahu suci, menurut Mostafa Waziri, Sekretaris Jenderal Dewan Tertinggi Purbakala dan Kepala Misi Penggalian.

Ia menambahkan bahwa dinding-dinding makam berisi pahatan berwarna yang menampilkan istrinya, Weret Ptah, sang ibu, dan Merit Meen. Selain itu, terdapat pahatan yang menggambarkan pembuatan tembikar, anggur, pemberian persembahan keagamaan, pertunjukan musik, perahu yang berlayar, pembuatan furnitur pemakaman, hingga kegiatan berburu.

Patung yang berdiri dan duduk sebagai juru tulis berjumlah 31 patung, sementara di bagian bawah makam terdapat 24 relung kecil serta 18 lerung di dalam makam yang bersama Wahtye. 

Penemuan Wahtye Masih Utuh

Sabry Farag, Direktur Situs Arkeologi Saqqara, menjelaskan bahwa makam ini memiliki aula persegi panjang berukuran 10 meter dari utara ke selatan, tiga meter dari timur ke barat, dan tiga meter tingginya.

Meski telah terkubur lama, peninggalan ini termasuk salah satu temuan paling berharga karena bentuknya yang masih terawat yang kembali mengetahui sejarah kehidupan para bangsawan Mesir Kuno pada masa Dinasti Kelima.

Acara pengumuman pun dihadiri oleh sejumlah duta besar asing, diplomat Arab, dan anggota parlemen Mesir, yang menandakan pentingnya penemuan makam tersebut bagi dunia arkeologi.