Dapat Uang Salah Transfer Rp1,4 Miliar, Pekerja Pabrik Rusia Menolak Mengembalikan dan Kini Digugat

Bagaimana pekerja pabrik ini menghadapi perselisihan dengan perusahaannya akibat kesalahan transfer yang dianggap tidak perlu dikembalikan lagi?

Diterbitkan 06 November 2025, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Moskow - Tak sengaja menerima gaji semua rekannya membuat pekerja pabrik asal Rusia, Vladimir Rychagov, menolak mengembalikan uang tersebut.

Namun, penolakannya berujung pada tuntutan perusahaan karena ia mendapatkan total tujuh juta rubel (sekitar Rp1,4 miliar) akibat kesalahan transfer yang terjadi karena masalah di sistem komputer.

Ia seorang pekerja pabrik di Khanty-Mansiysk, yang seharusnya mendapatkan 46.954 rubel (sekitar Rp9,3 juta) sebagai uang cuti, tetapi bonus yang ditransfer secara keliru mencapai 7.112.254 rubel (sekitar Rp1,4 miliar), dilansir dari Oddity Central, Kamis (6/11/2025).

Rekan-rekannya merasa aneh dan bingung terhadap gaji ke-13 yang besar dan didapatkan oleh Vladimir ini.

Hingga kegembiraannya ternyata tak berlangsung lama, di mana ia dihubungi oleh bagian akuntansi perusahaan bahwa dirinya menerima gaji dalam jumlah besar secara keliru, yang mendapatkan tujuh juta rubel (sekitar Rp1,4 miliar) dan harus dikembalikannya.

Menariknya, setelah mencari informasi di internet, Vladimir memutuskan untuk tidak setuju karena menganggap kesalahan teknis ini berhak menyimpan gaji sebanyak itu.

Bagaimana pun, perusahaan tidak menerima alasan atau penolakan. Menurut dokumen pengadilan yang diajukan oleh pemimpin perusahaan, uang itu sebenarnya dimaksudkan untuk membayar gaji 34 karyawan lainnya.

Hadapi Gugatan Perusahaan

Karena merasa tindakannya benar, Vladimir melakukan pembelaan dan menilai bahwa kesalahan transfer juga diterima atas nama perusahaan.

Selain itu, rincian transfer yang masuk ke rekeningnya tercatat sebagai 'gaji,' sehingga ia menganggap dirinya berhak menyimpan uang tersebut.

Namun, perusahaan tetap mengajukan gugatan dan rekening bank Vladimir dibekukan sebelum ia menggunakan gajinya untuk membeli mobil baru, lalu pindah ke kota lain bersama keluarganya.

 

 

Pertarungan Hukum

Peringatannya semakin kuat dengan pengadilan tingkat pertama dan pihak perusahaan menyatakan bahwa Vladimir wajib mengembalikan uang para pekerja pabrik perusahaan.

Tetapi yang dilakukannya malah mengajukan banding ke Mahkamah Agung yang kini menerima kasusnya dan perselisihan masih berlangsung.

Sementara itu, CEO perusahaan yaitu Roman Tudachkov akan menyelesaikan masalah ini dengan segala cara secara hukum untuk mendapatkan kelebihan gaji yang ditransfer kepada Vladimir.

Kasus pekerja pabrik ini pun menarik perhatian media dan publik karena kemiripannya dengan kasus pria di Chili, yang tidak sengaja menerima 286 kali gajinya dan mendadak menghilang tanpa jejak membawa uang tersebut.