Liputan6.com, Jakarta - Burung shoebill atau burung paruh sepatu adalah burung endemik Afrika yang hidup sejak masa prasejarah. Burung bernama latin Balaeniceps rex ini merupakan burung raksasa yang berkerabat dekat dengan bangau.
Namun, shoebill sebenarnya adalah satu-satunya anggota genus Balaeniceps dan keluarga besar Balaenicipitidae, dengan kerabat terdekatnya yang masih hidup adalah burung pelikan. Nenek moyangnya dari ordo Pelecaniformes muncul pada akhir Zaman Kapur (145 juta hingga 66 juta tahun lalu).
Mereka memiliki bulu dan kulit berwarna abu-abu gelap, perut berwarna putih, mata tajam yang berwarna abu kekuningan, dengan paruh besar yang kuat. Melansir laman Live Science pada Selasa (22/04/2025), Shoebil Stork dapat tumbuh setinggi 3,5 hingga 5 kaki atau sekitar 1 meter hingga 1,5 meter.
Advertisement
Dengan lebar sayap yang jika direntangkan mencapai 8 kaki atau sekitar 2,4 meter. Dengan ukuran tersebut shoebill menjadi burung yang seukuran dengan anak remaja.
Sayap shoebil yang sangat besar memungkinkannya untuk terbang dengan tinggi, walau diperlukan tolakan besar dari kakinya. Shoebil stork dapat terbang dengan kecepatan 150 kepakan per menit.
Paruhnya yang besar membuat shobil dapat memburu ikan besar, belut, kadal monitor, biawak, dan anak buaya. Ukurannya yang sangat besar dengan penampilannya yang kental dengan kesan purba, membuat shoebil stork terlihat menakutkan, sehingga mereka sering disebut dengan penguasa rawa.
Â
Afrika Timur
Shoebil stork tinggal di ekosistem rawa-rawa di Afrika Timur dari mulai Etiopia, Sudan Selatan, hingga Zambia. Mereka termasuk hewan yang hidup lama, dapat bertahan hingga umur 35 tahun di alam liar dan hingga umur 50 tahun di penangkaran.
Shoebil stork dengan penampilan purbanya yang mengerikan, merupakan burung yang paling sabar dalam perburuannya. Mereka akan diam berdiri selama berjam-jam tanpa bergerak selayaknya patung batu dari jaman prasejarah.
Shoebill akan tetap diam, membiarkan ikan-ikan berenang di bawah kakinya. Lalu ketika ikan besar, terutama lungfish lewat, ia akan menyentakkan kepalanya ke dalam air.
Dengan kecepatan penuh, paruh shoebill yang besar menangkap ikan. Paruh shoebill termasuk tajam sehingga tak jarang tubuh mangsanya akan terpenggal.
Shoebil stork bukanlah makhluk sosial, mereka adalah makhluk soliter yang lebih senang menyendiri. Dikutip dari Biology Dictionary pada Selasa (22/04/2025), shoebill mempraktikan siblicide atau membunuh saudaranya sendiri saat masih muda.
Hal tersebut dilakukan agar mendapat semua makanan yang disediakan oleh induknya. Saat dewasa, mereka juga hidup sendiri dan sangat menjaga wilayahnya (teritorial).
Mereka hanya kawin sekali dalam setahun dan akan langsung berpisah setelah perkawinan berakhir. Shoebill akan menyerang hewan apapun yang masuk ke wilayahnya termasuk buaya.
Shoebill bahkan kerap terlihat memangsa anak buaya sebagai makanannya. Sayangnya burung shoebil stork kini telah masuk ke dalam daftar merah hewan terancam punah.
Hal tersebut disebabkan perburuan, sedikitnya keturunan dari hasil reproduksi, rusaknya habitat, hingga budaya suku asli sekitar.
(Tifani)
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5580034/original/026197700_1778124608-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-07T102932.008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5411187/original/066520500_1763004762-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-13T103028.882.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4461201/original/062506100_1686446588-cek_fakta_timnas_argentina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4931491/original/004227900_1724923974-Shoebill_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9243416/original/040076400_1783136603-063_2284562735.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9233776/original/041944300_1783126285-000_B98N9AV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263363/original/077170500_1781914217-AP26170799360158-Maroko.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8916640/original/046732400_1782951883-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9208686/original/055525800_1783110573-000_B8VY333.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710894/original/015901700_1782791233-000_B8QK288.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782165/original/058199200_1782878254-carlo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519344/original/095709500_1772548220-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8315631/original/085066700_1782183105-AP26173665939735.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309678/original/024525200_1782176074-AP26174009363435-Prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5370720/original/047083500_1759567179-Piala_Dunia_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258039/original/088971800_1781299445-AP26163759108481-Kanada.jpg)