Sukses

NASA Temukan Foto Lingkaran Misterius di Laut Arktik, Portal ke Dimensi Lain?

Liputan6.com, Florida - NASA menemukan lingkaran misterius di Laut Arktik. Temuan itu didapat saat penerbangan tahunan mereka di atas wilayah kutub bumi.

Operasi IceBridge -- penerbangan tahunan di wilayah kutub Bumi -- saat ini masuk tahun kesepuluh. Operasi itu melakukan penerbangan di Greenland dan Antartika, sebuah upaya untuk memetakan daratan es dan lautan di wilayah terpencil dan memprediksi bagaimana kawasan itu menghadapi perubahan iklim.

Dikutip dari Daily Mail pada Minggu (22/4/2018), saat terbang di atas Laut Beaufort timur pada 14 April, ilmuwan NASA, John Sonntag melihat ada sesuatu di atas es yang belum pernah dilihatnya sebelumnya. Dia pun akhirnya mengambil foto dari jendela pesawat penelitian P-3.

Lingkaran itu terlihat sekitar 50 mil di sebelah barat laut dari Delta Sungai Mackenzie Kanada, menurut NASA.

"Kami melihat fitur-fitur melingkar semacam ini hanya untuk beberapa menit hari ini," tulis laporan Sonntag dari lapangan.

"Saya tidak ingat melihat benda semacam ini di tempat lain," lanjut laporannya.

Ilmuwan proyek IceBridge, Nathan Kurtz mengatakan gambar itu menunjukkan area es tipis karena dapat melihat guratan dekat lubang dan warna abu-abu, yang menunjukkan hanya sedikit tertutup salju.

Warganet yang melihat foto-foto yang dirilis NASA mengomentari temuan itu. Ada yang bilang itu fenomena alam biasa, ada yang menyebut itu lubang rumah alien. Ada pula yang menyebut itu portal ke dimensi lain. 

Senada dengan Sonntag, Kurtz mengaku dia tidak pernah melihat sesuatu seperti lingkaran seperti itu di es.

Ilmuwan NASA itu tidak yakin apa yang bisa menyebabkan fitur berbentuk setengah lingkaran itu muncul di sekitar lubang.

 

Saksikan Juga Video Pilihan Berikut Ini:

2 dari 2 halaman

Spekulasi NASA

NASA akhirnya berspekulasi apa yang bisa menyebabkan lingkaran terbentuk.

Salah satu teori mereka adalah bahwa sejumlah hewan laut, seperti singa laut menggerogoti lubang untuk membuat ruang terbuka di es sehingga mereka dapat muncul dan bernapas.

Kemungkinan lain adalah lubang-lubang itu disebabkan oleh konveksi air panas, es yang kurang padat yang menumpuk. Es yang lebih padat tenggelam di bawah tekanan gravitasi, yang menghasilkan transfer panas.