Sukses

Inovasi Terbaru bagi Pesepeda, 'Helm' Kantung Udara

Liputan6.com, Malmö - Jika tidak berhati-hati, mengendarai sepeda bisa saja berakibat fatal-- terutama jika Anda terjatuh dan membentur kepala. Hal ini menjadi alasan utama pesepeda di sejumlah negara diwajibkan untuk mengenakan helm. Namun, seiring perkembangan teknologi, ilmuwan terus menggali cara yang lebih praktis bagi pengendara sepeda untuk tetap aman.

Sebuah perusahaan Swedia melangkah lebih jauh dengan menciptakan bantalan 'kerah' yang bisa berubah menjadi helm kantung udara dengan seketika melindungi kepala jika terjatuh.

Dikutip dari Katu, Selasa (17/11/2015), alat ini mirip dengan kantung udara yang terdapat pada pengaman pada kendaraan roda empat, namun perbedaanya dalam bentuk kerah. 

Perushaan Swedia dibalik pembuatan pelindung kepada ini adalah Hövding-- berpusat di kota Malmö, 520 kilometer di tenggara kota Stockholm, ibukota Swedia.

Menurut Fredrik Carling, CEO perusahaan tersebut, “Gagasannya sedikit gila, bahkan hampir tidak terpikirkan.”

Penggunaannya ini cukup mudah, pasang kerah, naikkan resleting dan nyalakan tombol aktivasinya-- lalu pesepeda bisa melakukan perjalanan tanpa harus mengenakan helm.

Carling mengatakan bahwa perusahaannya meminta bantuan seorang penantang maut (stuntman) untuk menirukan ribuan kemungkinan kecelakaan untuk mengetahui pergerakan tubuh manusia ketika mengalami kecelakaan saat bersepeda.

Katanya, “Alat ini bisa menghindari Anda dari memar, mungkin juga bisa mencegah kelumpuhan dan menyelamatkan pengguna dari keretakan kepala--  dalam skenario terburuk menyelamatkan nyawa manusia.”

Menurut Fredrik Carling, ide ini datang dari dua mahasiswa Swedia yang menginginkan pilihan tambahan dalam melakukan hobi mereka, bersepeda.

Setelah melakukan penelitian selama 7 tahun, hasilnya adalah sebuah ‘helm’ tanpa helm yang dipakai saat bersepeda, snowboarding, ski, atau bahkan hanya berjalan-jalan di tengah kota.

“Saya percaya, bahwa dalam 10 tahun ke depan, helm sepeda tidak akan terlihat seperti sekarang ini. ‘Helm’ ini yang akan menjadi sesuatu yang lazim.

'Helm' ini dijual dengan harga yang cukup mahal, yakni US$300 (senilai sekitar Rp 4,1 juta)-- dengan perkiraan akan mengalami penurunan pada tahun-tahun mendatang.

Saksika video uji coba 'helm' yang dilakukan dirilis oleh perusahaan Hövding Sverige. (Alx/Rcy)

Loading