Bacaan Doa setelah Sholat Taubat, Meraih Ampunan dan Rahmat Allah

Sholat taubat menjadi salah satu ikhtiar seorang Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah setelah menyadari kesalahannya

Diterbitkan 18 Oktober 2026, 07:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Setiap manusia tidak luput dari kesalahan dan dosa. Sholat taubat menjadi salah satu ikhtiar seorang Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah setelah menyadari kesalahannya. Doa setelah sholat taubat menjadi bagian penting yang tak boleh dilewatkan.

Islam membuka pintu taubat bagi siapa pun yang ingin kembali kepada Allah SWT dengan sungguh-sungguh. Taubat bukan sekadar mengucapkan istighfar, tetapi juga komitmen meninggalkan dosa, menyesalinya, dan bertekad tidak mengulanginya.

Dalam Risalah Tuntunan Shalat Lengkap, Drs. Moh. Rifa’i menjelaskan sholat sunnah taubat sebagai sholat yang dilakukan setelah seseorang berbuat dosa atau merasa dirinya berdosa. Pelaksanaannya disertai penyesalan, niat meninggalkan perbuatan tersebut, serta permohonan ampun kepada Allah.

Dr. Fadhl Ilahi dalam ebook Istighfar dan Taubat menjelaskan bahwa taubat mencakup meninggalkan dosa, menyesal, bertekad tidak mengulangi, dan memperbaiki apa yang dapat diperbaiki. Penjelasan tersebut sejalan dengan keterangan Imam An-Nawawi mengenai syarat taubat dalam Riyadhus Shalihin.

Karena itu, setelah melaksanakan sholat taubat, seorang Muslim dapat memperbanyak istighfar dan memanjatkan doa pengampunan. Salah satu bacaan yang masyhur adalah doa yang memuat pengakuan atas kesalahan dan permohonan ampun kepada Allah.

Merangkum berbagai sumber, berikut penjelasan lengkap mengenai doa setelah sholat taubat, dalil, pandangan ulama, hukum mandi taubat, hingga hikmah yang dapat diambil.

Doa-Doa Setelah Sholat Taubat Teks Arab, Latin dan Artinya

Setelah mendirikan shalat sunnah taubat, terdapat rangkaian doa dan istighfar yang sangat dianjurkan. Berdasarkan rujukan dari file Buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap, Drs Moh. Rifai.pdf, berikut adalah doa yang dapat dilantunkan:

1. Istighfar Taubat

Ulama mengajarkan bahwa orang yang berbuat dosa hendaknya segera berwudhu, mendirikan shalat, dan memohon ampunan. Doa istighfar ini adalah bentuk pengakuan mutlak atas kelemahan diri di hadapan kebesaran Allah.

Arab: أَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لَا يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا وَلَا مَوْتًا وَلَا حَيَاةً وَلَا نُشُورًا

Latin: Astaghfirullaahal 'azhiima, alladzii laa ilaaha illa huwal hayyul qayyuumu wa-atuubu ilaihi taubata 'abdin zhaalimin laa yamliku linafsihi dlarran walaa naf'an walaa mautan walaa hayaatan walaa nusyuuraa.

Artinya: "Saya memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung, saya mengaku bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, Tuhan yang hidup terus selalu jaga. Saya memohon taubat kepada-Nya, selaku taubatnya seorang hamba yang banyak berdosa, yang tidak mempunyai daya upaya untuk berbuat madlarrat atau manfaat, untuk mati atau hidup maupun bangkit nanti."

2. Sayyidul Istighfar (Induk Istighfar)

Dalam file Ensiklopedia Taubat-Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, Ibnu Qayyim al-Jauziyyah menjelaskan bahwa hakikat taubat yang benar wajib memenuhi tiga syarat: menyesal atas perbuatan yang dilakukan, berhenti total dari pelanggaran serupa, dan bertekad kuat tidak mengulanginya lagi di masa mendatang.

Membaca Sayyidul Istighfar adalah bentuk puncak realisasi dari syarat-syarat tersebut.

Arab: اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

Latin: Allahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta, khalaqtanii wa anaa 'abduka, wa anaa 'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu, a'uudzu bika min syarri maa shana'tu, abuu-u laka bini'matika 'alayya wa abuu-u bidzanbii faghfirlii fa-innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.

Artinya: "Ya Allah, Engkaulah Tuhan kami, tiada Tuhan melainkan Engkau yang telah menciptakan aku, dan akulah hamba-Mu. Dan akupun dalam ketentuan serta janji-Mu sedapat mungkin aku lakukan. Aku mohon berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan yang telah aku ciptakan, aku mengakui nikmat-Mu yang Engkau limpahkan kepadaku, dan aku mengakui dosaku, karena itu berilah ampunan kepadaku, sebab tidak ada yang dapat memberi pengampunan, kecuali hanya Engkau sendiri."

3. Doa Nabi Adam AS

Arab: رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ

Latin: Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wa il lam taghfir lanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal khaasiriin.

Artinya: “Wahai Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni dan menyayangi kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi.”

Doa tersebut merupakan pengakuan Nabi Adam AS dan Siti Hawa atas kesalahan mereka sebagaimana diabadikan dalam QS Al-A’raf ayat 23. Lafaz ini sangat sesuai dibaca setelah sholat taubat karena mengandung pengakuan atas kesalahan sekaligus permohonan ampun dan rahmat Allah.

4. Doa Nabi Yunus AS

Arab: لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ

Latin: Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh-zhaalimiin.

Artinya: “Tiada Tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berbuat aniaya.”

Doa Nabi Yunus AS tersebut terdapat dalam QS Al-Anbiya ayat 87. Isinya menggabungkan tauhid, pengakuan terhadap kesalahan dan penyucian Allah dari segala kekurangan.

Karena itu, bacaan ini juga sangat tepat menjadi bagian dari doa setelah sholat taubat.

5. Doa Memohon Ampunan atas Kesalahan dan Kekhilafan

Arab: اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِيْ خَطِيْئَتِيْ وَجَهْلِيْ، وَإِسْرَافِيْ فِيْ أَمْرِيْ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ، اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِيْ جِدِّيْ وَهَزْلِيْ؛ وَخَطَئِيْ وَعَمْدِيْ؛ وَكُلُّ ذٰلِكَ عِنْدِيْ، اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ، وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Latin: Allahummaghfir lii khathii'atii wa jahlii, wa israafii fii amrii, wa maa anta a'lamu bihi minnii. Allahummaghfir lii jiddii wa hazlii, wa khathaa-ii wa 'amdii, wa kullu dzaalika 'indii. Allahummaghfir lii maa qaddamtu wa maa akhkhartu, wa maa asrartu wa maa a'lantu, wa maa anta a'lamu bihi minnii. Antal-muqaddimu wa antal-mu'akhkhiru, wa anta 'alaa kulli syai-in qadiir.

Artinya: “Ya Allah, ampunilah kesalahanku, kebodohanku, sikap berlebih-lebihanku dalam urusanku dan dosa yang Engkau lebih mengetahuinya daripadaku. Ya Allah, ampunilah keseriusanku dan gurauanku, kesalahanku dan kesengajaanku. Semua itu ada padaku. Ya Allah, ampunilah dosa yang telah aku lakukan dan yang akan datang, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, serta dosa yang Engkau lebih mengetahuinya daripadaku. Engkaulah Yang Maha Mendahulukan dan Yang Maha Mengakhirkan. Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Doa ini bersumber dari hadis Nabi Muhammad SAW dan diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim. Bacaan tersebut dapat dibaca kapan saja, termasuk selepas sholat taubat.

Hikmah Doa Setelah Sholat Taubat

1. Menghapuskan Noda dan Dosa

Rangkaian doa dan istighfar yang dipanjatkan dengan tulus dapat menghapuskan dosa yang melekat, menjadikan hati hamba tersebut kembali bersih seakan terlahir kembali.

2. Membuka Pintu Rezeki dan Kelapangan

Merujuk pada pemaparan dalam file Ebook Istighfar dan Taubat.pdf, sabda Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa barangsiapa memperbanyak istighfar, niscaya Allah akan menjadikan setiap kesedihannya jalan keluar, setiap kesempitannya kelapangan, serta memberinya rezeki dari arah yang sama sekali tidak disangka-sangka.

3. Terapi Mental dan Pemulihan Batin

Memanjatkan doa taubat secara rutin memberikan efek terapeutik yang luar biasa. Berdasarkan penelitian dalam jurnal dan skripsi di atas, aktivitas ini telah berhasil menjadi media rehabilitasi bagi mantan pecandu narkoba untuk meraih kembali kedamaian, kestabilan emosi, serta menjadi pribadi yang baru.

4. Mendatangkan Kegembiraan dan Kecintaan Allah

Allah sangat mencintai hamba yang mau bertaubat. Kegembiraan Allah menerima taubat hamba-Nya bahkan digambarkan melebihi kegembiraan seorang musafir yang sempat putus asa kehilangan bekal dan untanya di padang pasir, namun tiba-tiba menemukannya kembali.

5. Menumbuhkan Sifat Kerendahan Hati

Doa taubat memupuk rasa butuh yang teramat sangat kepada Allah. Hamba yang merutinkan doa ini akan dihindarkan dari sifat sombong, karena ia selalu menyadari kelemahan, kehinaan, dan kerentanannya terhadap dosa di hadapan Sang Pencipta yang Maha Sempurna.

 

Pertanyaan Seputar Sholat Taubat

1. Kapan waktu paling utama untuk membaca doa setelah sholat taubat?

Meski dapat dilakukan kapan saja, waktu yang paling utama (mustajab) adalah pada sepertiga malam terakhir, setelah melaksanakan shalat sunnah taubat.

2. Apakah taubat sah jika tidak didahului oleh mandi taubat?

Ya, taubat tetap sah. Mandi taubat hukumnya adalah sunnah sebagai media kebersihan fisik, namun inti terpenting dari pertaubatan adalah niat yang sungguh-sungguh dan penyesalan di dalam hati.

3. Berapa kali istighfar sebaiknya dibaca di dalam rangkaian doa taubat?

Dianjurkan untuk dibaca sebanyak-banyaknya. Sebagai teladan, Rasulullah SAW senantiasa membaca istighfar 70 hingga 100 kali setiap harinya.

4. Apa tanda-tanda doa dan taubat kita diterima oleh Allah?

Tanda taubat diterima di antaranya adalah munculnya ketenangan di dalam batin, perilaku yang semakin membaik, dan timbulnya rasa enggan yang kuat untuk kembali mengulangi perbuatan maksiat tersebut.

5. Bisakah doa setelah sholat taubat dibaca dengan menggunakan bahasa Indonesia?

Sangat diperbolehkan jika tidak menghafal bacaan bahasa Arabnya. Allah Maha Mengetahui segala niat dan bahasa hati hamba-Nya.