Pengusaha Kanada Ini Ungkap Hal Terburuk Mengenai Bitcoin

Pengusaha Kanada Frank Giustra menyampaikan pandangan mengenai bitcoin dan pendiri Strategy Michael Saylor.

Diterbitkan 05 Agustus 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pengusaha Kanada Frank Giustra yang juga dikenal luas di kalangan industri kripto mengungkapkan hal terburuk yang pernah terjadi pada bitcoin (BTC).

Hal ini seiring kondisi bitcoin yang masih diperdagangkan 50% di bawah rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH) sebesar US$ 126.080 atau Rp 2,27 miliar yang dicapai pada 6 Oktober 2025. Ia mengungkapkan, apa yang menurut dia, hal terburuk yang pernah terjadi pada bitcoin. Demikian mengutip Yahoo Finance, Selasa (4/8/2026).

Pada 2 Agustus 2026, Nic Carter berkomentar kalau era maximalism bitcoin telah berakhir dan bitcoin akan lebih baik jika terlepas dari kultus yang mengelilinginya. "Saylor harus bangkrut,” ujar Analis Jan Nieuwenhujis.

Michael Saylor adalah salah satu pendiri sekaligus ketua eksekutif Strategy, perusahaan dengan cadangan bitcoin terbesar di dunia. Menurut Niewenhujis, Saylor akan gagal dan pada akhirnya gulung tikar.

“Dia adalah hal terburuk yang pernah terjadi pada bitcoin,” tutur Giustra.

Ketika seorang pengguna mengatakan, Giustra hanya kesal karena dianggap tidak tampil baik dalam debat melawan Saylor pada April 2021, orang terkaya itu menanggapi saat itu, bitcoon diperdagangkan di kisaran US$ 65.000 atau Rp 1,17 miliar dan emas di harga US$ 1.700 atau Rp 30,66 juta per ons.

Sementara itu, harga bitcoin masih berada di kisaran yang sama, harga emas saat ini telah melampaui US$ 4.000  per ons.

Ini bukan kali pertama Giustra melontarkan kritik tajam terhadap Saylor. Sebelumnya, ia pernah mengkritik model akumulasi Bitcoin milik Strategy sebagai tindakan yang bersifat promosional serta didasari oleh keserakahan dan Fear of Missing Out (FOMO).

 

Strategy Lepas Bitcoin

Strategy mengungkapkan telah menjual 1.638 BTC senilai US$ 104,73 juta atau Rp 1,88 triliun pada 27 Juli-2 Agustus 2026. Ini merupakan penjualan bitcoin ketiga perusahaan pada 2026. Sebelumnya, Strategy menjual 32 BTC senilai US$ 2,5 juta atau Rp 45,09 miliar pada 26-31 Mei dan 3.588 BTC senilai US$ 216 juta atau Rp 3,89 triliun pada 29 Juni-3 Juli 2026.

Dengan kepemilikan 843.138 BTC dalam neraca keuangan, Strategy tetap menjadi pemegang cadangan bitcoin terbesar di dunia.

Pada 3 Agustus, ia mengatakan, prinsip jangan pernah menjual bitcoin hanya berlaku bagi penabung individu, bukan perusahaan publik seperti Strategy.

"Saya tidak pernah menjual milik saya. Satu Satoshi pun tidak,” kata dia.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.