8 Suara Kucing dan Artinya yang Perlu Diketahui, Kenali Pesan yang Ingin Disampaikan

Suara kucing dan artinya ternyata beragam, mulai dari mengeong hingga mendesis. Kenali 8 suara kucing dan makna di baliknya.

Diterbitkan 28 Agustus 2026, 18:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Suara kucing dan artinya ternyata cukup beragam untuk dipahami. Tak hanya mengeong, kucing juga berkomunikasi melalui dengkuran, desisan, geraman, trill, hingga suara pendek seperti cicitan yang memiliki makna berbeda.

Setiap suara dapat menjadi cara kucing menyampaikan kebutuhan, emosi, atau respons terhadap lingkungan di sekitarnya. Beberapa suara menunjukkan keramahan dan kenyamanan, sementara lainnya menjadi tanda ketakutan, stres, ancaman, atau keinginan tertentu.

Memahami berbagai suara kucing dapat membantu pemilik mengenali kondisi dan kebutuhan hewan peliharaan dengan lebih baik. Berikut ini Liputan6.com lansir dari laman Pawsmint, delapan jenis vokalisasi kucing yang umum terdengar beserta arti di balik setiap suara tersebut, Jumat (28/8/2026).

1. Mengeong, Suara untuk Menyampaikan Keinginan

Mengeong merupakan salah satu suara kucing yang paling mudah dikenali. Anak kucing biasanya mengeong untuk memberi tahu induknya ketika merasa lapar atau kedinginan. Ketika dewasa, suara ini lebih sering digunakan sebagai sarana berkomunikasi dengan manusia.

Nada dan durasi mengeong dapat memberikan petunjuk mengenai maksud kucing. Mengeong pendek dengan nada tinggi umumnya dapat menjadi sapaan atau tanda bahwa kucing menyadari kehadiran pemiliknya.

Sementara itu, suara mengeong yang panjang dan terdengar lebih rendah biasanya menunjukkan bahwa kucing menginginkan sesuatu. Misalnya, kucing mungkin meminta makanan, ingin pintu dibuka, atau menginginkan perhatian dari pemilik.

2. Dengkuran atau Purring, Tak Selalu Berarti Bahagia

Dengkuran atau purring sering dikaitkan dengan kondisi nyaman dan bahagia. Kucing yang sedang berada di pangkuan pemilik atau menikmati tempat yang hangat memang sering mengeluarkan suara bergetar tersebut.

Namun, arti dengkuran ternyata tidak selalu sesederhana itu. Kucing juga dapat mendengkur ketika sedang merasa takut, stres, kesakitan, atau mengalami kondisi yang tidak nyaman.

Secara mekanis, suara dengkuran dihasilkan melalui kerja laring dan otot diafragma dengan frekuensi sekitar 25 hingga 150 Hertz. Karena itu, pemilik sebaiknya memperhatikan konteks dan bahasa tubuh kucing ketika mendengar suara ini, bukan langsung menganggapnya sebagai tanda kebahagiaan.

3. Chirp atau Chatter, Berkaitan dengan Naluri Berburu

Pernah melihat kucing duduk di dekat jendela sambil mengeluarkan suara seperti “kek-kek-kek” ketika melihat burung? Suara tersebut dikenal sebagai chatter atau celotehan kucing.

Perilaku ini biasanya muncul ketika kucing melihat mangsa yang bisa diamati tetapi tidak dapat dijangkau secara langsung. Burung yang berada di luar jendela menjadi salah satu pemicu yang umum.

Alasan pasti kucing melakukan chattering masih belum sepenuhnya diketahui. Salah satu teori yang dikutip dalam artikel sumber menyebutkan bahwa gerakan rahang yang cepat mungkin menyerupai gerakan menggigit ketika kucing membunuh mangsanya. Namun, teori tersebut belum menjelaskan secara pasti penyebab perilaku ini.

4. Trill, Tanda Sapaan yang Ramah

Trill merupakan suara kucing yang terdengar seperti perpaduan antara dengkuran dan mengeong. Suaranya cenderung bergulir dan terdengar musikal, sehingga cukup mudah dibedakan dari mengeong biasa.

Suara ini umumnya berkaitan dengan interaksi yang bersahabat. Induk kucing menggunakan trill untuk mengarahkan anaknya agar mengikuti atau memperhatikannya.

Ketika kucing mengeluarkan suara trill saat menyambut pemilik di rumah, suara tersebut dapat menjadi tanda bahwa ia ingin menyapa atau mendapatkan perhatian. Dengan kata lain, trill merupakan salah satu bentuk komunikasi yang cenderung positif dan ramah.

5. Desisan atau Hiss, Tanda Meminta Jarak

Desisan atau hiss biasanya muncul ketika kucing merasa takut, terkejut, atau menghadapi ancaman. Suara ini merupakan respons pertahanan yang menjadi tanda bahwa kucing sedang merasa tidak aman.

Saat mendesis, kucing sering kali menunjukkan bahasa tubuh seperti melengkungkan punggung dan mengembangkan bulu. Kombinasi suara dan gerakan tersebut menjadi peringatan agar sumber gangguan menjauh.

Karena itu, pemilik sebaiknya tidak memaksa kucing yang sedang mendesis untuk didekati atau digendong. Memberikan ruang dapat membantu kucing merasa lebih aman dan tenang. Desisan tidak selalu berarti kucing ingin menyerang, tetapi lebih sering merupakan peringatan agar batas pribadinya dihormati.

6. Caterwaul, Suara Panjang dan Melengking

Caterwaul merupakan suara panjang, melodius, dan terdengar seperti lolongan yang cukup keras. Suara ini dapat terdengar sangat berbeda dari mengeong biasa dan terkadang bahkan menyerupai suara manusia.

Kucing betina yang sedang mengalami masa birahi dapat mengeluarkan suara tersebut untuk menarik perhatian kucing jantan di sekitarnya. Pada kondisi lain, caterwaul juga dapat terdengar dalam konflik antarkucing, terutama ketika dua kucing saling berhadapan atau berusaha mengintimidasi satu sama lain.

Jika terdengar suara panjang seperti ini dari lingkungan sekitar, pemilik perlu memperhatikan situasi di sekeliling kucing. Bisa jadi terdapat kucing lain yang memicu respons tersebut, terutama dalam kondisi teritorial.

7. Geraman dan Yowl, Peringatan Ketika Kucing Tertekan

Geraman atau growl berbeda dari desisan. Jika desisan terdengar seperti hembusan pendek, geraman merupakan suara rendah dan bergetar yang terdengar terus-menerus dari dalam dada.

Suara ini dapat menunjukkan bahwa kucing sedang sangat stres, marah, atau berusaha mempertahankan sesuatu. Bahkan, makanan yang berhasil dicuri dari meja dapat dianggap sebagai sesuatu yang harus dijaga oleh kucing.

Sementara itu, yowl merupakan suara yang lebih panjang dan dapat dikaitkan dengan berbagai kondisi, seperti perilaku kawin, konflik teritorial, tekanan, hingga masalah kesehatan tertentu. Jika kucing tiba-tiba sering mengeluarkan suara yowl yang tidak biasa, kondisi dan perilakunya perlu diperhatikan lebih lanjut.

8. Chirrup atau “Beep”, Sapaan Singkat

Selain chirp atau chatter, kucing juga dapat mengeluarkan suara pendek bernada tinggi yang terdengar seperti "bip". Suara ini dikenal sebagai chirrup dan sering terdengar ketika kucing berinteraksi secara singkat dengan pemilik.

Misalnya, kucing dapat mengeluarkan suara tersebut ketika pemilik berjalan melewatinya atau memanggil namanya. Suaranya seperti bentuk pengakuan sederhana bahwa kucing menyadari keberadaan seseorang.

Jika suara tersebut terdengar lembut dan kucing terlihat santai, kemungkinan ia merasa nyaman dengan kehadiran pemilik tetapi tidak sedang ingin memulai interaksi panjang. Dalam situasi tersebut, suara pendek itu dapat dianggap seperti sapaan singkat sebelum kucing kembali beristirahat.

Memahami Suara Kucing dari Konteksnya

Mengenali suara kucing tidak cukup hanya dengan menghafalkan arti setiap vokalisasi. Pemilik juga perlu memperhatikan situasi, bahasa tubuh, dan perubahan perilaku yang menyertai suara tersebut.

Mengeong, misalnya, dapat menjadi permintaan makanan atau sekadar sapaan. Dengkuran dapat menunjukkan kenyamanan, tetapi juga bisa muncul ketika kucing mengalami stres atau rasa sakit. Begitu pula geraman dan desisan yang perlu dipahami sebagai tanda bahwa kucing membutuhkan ruang.

Dengan memperhatikan kombinasi suara dan perilaku, pemilik akan lebih mudah memahami kebutuhan hewan peliharaan. Delapan jenis suara di atas dapat menjadi panduan awal untuk mengenali komunikasi kucing dan membangun interaksi yang lebih baik dengannya.

Pertanyaan Seputar Suara Kucing dan Artinya

Apa arti suara kucing mengeong?

Mengeong merupakan cara kucing berkomunikasi dengan manusia dan dapat menunjukkan kebutuhan, seperti meminta makanan, perhatian, atau membuka pintu.

Apakah kucing mendengkur selalu berarti bahagia?

Tidak selalu. Kucing juga dapat mendengkur ketika merasa takut, stres, kesakitan, atau mengalami kondisi yang tidak nyaman.

Mengapa kucing mendesis?

Desisan biasanya menjadi tanda kucing merasa takut, terkejut, atau terancam. Sebaiknya berikan ruang agar kucing dapat menenangkan diri.

Apa arti kucing mengeluarkan suara seperti "kek-kek-kek" saat melihat burung?

Suara tersebut dikenal sebagai chatter dan biasanya muncul ketika kucing melihat mangsa yang dapat dilihat tetapi tidak dapat dijangkaunya.