Liputan6.com, Jakarta - Tinggal sendiri di kontrakan bagi sebagian orang bukanlah sesuatu yang terasa sepi, melainkan kesempatan untuk menikmati ruang pribadi dan mengatur kehidupan sesuai keinginan sendiri. Dalam psikologi, kenyamanan menghabiskan waktu sendirian tidak otomatis berarti seseorang antisosial, introver, atau tidak membutuhkan orang lain.
Orang yang betah tinggal sendiri tetap dapat memiliki kehidupan sosial yang sehat karena menikmati kesendirian tidak sama dengan kehilangan kebutuhan untuk terhubung dengan orang lain. Penelitian tentang kesendirian menunjukkan bahwa dampaknya terhadap kesejahteraan sangat dipengaruhi oleh alasan seseorang memilih sendiri, kualitas hubungan sosialnya, serta apakah kesendirian tersebut dirasakan sebagai pilihan atau keterpaksaan.
Selengkapnya ciri orang yang betah tinggal sendiri di kontrakan menurut psikologi, dilansir Liputan6,com dari berbagai sumber, Kami (27/8).
Advertisement
1. Nyaman Mengatur Kehidupan dengan Caranya Sendiri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4963087/original/021202000_1728373680-IMG-20241008-WA0028.jpg)
Salah satu ciri orang yang betah tinggal sendiri adalah merasa nyaman ketika memiliki kendali penuh atas rutinitas sehari-hari. Ia dapat menentukan kapan ingin bangun, memasak, membersihkan kontrakan, bekerja, beristirahat, atau melakukan hobi tanpa harus menyesuaikan diri dengan penghuni rumah lainnya.
Dalam Self-Determination Theory yang dikembangkan Edward L. Deci dan Richard M. Ryan, autonomy atau kebutuhan untuk merasakan bahwa seseorang memiliki pilihan dan kendali atas tindakannya merupakan salah satu dari tiga kebutuhan psikologis dasar. Pemenuhan kebutuhan tersebut berkaitan dengan fungsi psikologis dan kesejahteraan yang lebih baik.
Karena itu, seseorang yang menikmati kebebasan mengatur kehidupan di kontrakan dapat merasa tinggal sendiri sebagai sesuatu yang menyenangkan. Namun, menyukai kemandirian tidak sama dengan tidak membutuhkan orang lain karena dalam teori yang sama, kebutuhan akan relatedness atau keterhubungan dengan orang lain tetap menjadi kebutuhan psikologis yang penting.
Advertisement
2. Tidak Merasa Harus Selalu Ditemani
Orang yang betah tinggal sendiri biasanya tidak merasa gelisah hanya karena sedang tidak memiliki teman di sekitarnya. Ia dapat makan sendirian, menonton film, membaca, mengerjakan pekerjaan, atau sekadar menikmati suasana kontrakan tanpa menganggap kesendirian sebagai masalah.
Penelitian tentang motivation for solitude menunjukkan bahwa alasan seseorang memilih kesendirian penting untuk diperhatikan. Pada orang dewasa muda, kesendirian yang dipilih secara intrinsik dan sesuai dengan keinginan pribadi berkaitan dengan kesejahteraan yang lebih baik, sedangkan kesendirian yang terjadi karena alasan yang tidak benar-benar dipilih sendiri berkaitan dengan kesepian, kecemasan sosial, dan gejala depresi.
Artinya, betah tinggal sendiri lebih tepat dipahami sebagai kenyamanan terhadap kesendirian yang dipilih, bukan sekadar banyaknya waktu yang dihabiskan sendirian. Seseorang bisa tinggal sendiri tetapi tetap membutuhkan interaksi sosial, sementara orang lain bisa sering berada di tengah banyak orang tetapi tetap merasa kesepian.
3. Memiliki Aktivitas yang Membuat Betah di Rumah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334218/original/089891000_1787824925-pexels-rdne-4910308.jpg)
Orang yang nyaman tinggal sendiri dapat memanfaatkan waktu di rumah untuk melakukan berbagai aktivitas yang disukai atau dianggap bermakna. Kontrakan tidak hanya menjadi tempat untuk tidur, tetapi juga ruang untuk memasak, membaca, merawat tanaman, menonton film, berolahraga, atau mengembangkan keterampilan.
Competence merupakan salah satu kebutuhan psikologis dasar, yaitu kebutuhan untuk merasa mampu dan efektif dalam melakukan sesuatu. Aktivitas yang dilakukan secara sukarela dan memberikan pengalaman mampu atau berkembang dapat membantu memenuhi kebutuhan tersebut, meskipun hal ini tidak berarti setiap orang yang betah tinggal sendiri pasti memiliki tingkat competence yang lebih tinggi.
Penelitian tentang kesendirian juga menunjukkan bahwa pengalaman ketika seseorang berada sendirian dipengaruhi oleh aktivitas dan alasan di balik kesendirian tersebut. Orang yang memiliki kegiatan yang membuatnya merasa nyaman atau produktif dapat lebih mudah menikmati waktu sendiri dibandingkan seseorang yang menghabiskan waktu sendirian tanpa aktivitas yang diinginkan.
Advertisement
4. Tidak Terlalu Bergantung pada Validasi Orang Lain
Orang yang betah tinggal sendiri umumnya dapat merasa nyaman ketika harus menentukan berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari tanpa terus-menerus menyesuaikan diri dengan orang lain. Misalnya, ia bebas menentukan jadwal makan, waktu beristirahat, tata letak kamar, hingga kegiatan yang ingin dilakukan pada akhir pekan.
Dalam Self-Determination Theory, kondisi tersebut dapat dikaitkan dengan autonomy, yaitu pengalaman bahwa seseorang menjalankan tindakan berdasarkan kemauan dan pilihannya sendiri. Autonomy bukan berarti tidak membutuhkan pendapat atau dukungan orang lain, melainkan merasa bahwa keputusan yang diambil tidak semata-mata berasal dari tekanan atau paksaan eksternal.
Karena itu, orang yang menikmati kehidupan sendiri tidak harus memiliki karakter yang keras, sangat mandiri, atau tidak peduli terhadap pendapat orang lain. Ia tetap dapat meminta saran dan membutuhkan dukungan emosional, tetapi merasa cukup nyaman ketika memiliki ruang untuk menentukan pilihan hidupnya sendiri.
5. Tetap Memiliki Hubungan Sosial meski Tinggal Sendiri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334219/original/075709100_1787824927-pexels-freestockpro-12940864.jpg)
Betah tinggal sendiri bukan berarti seseorang memutuskan hubungan dengan keluarga, teman, pasangan, atau lingkungan sosialnya. Justru, salah satu tanda kesendirian yang relatif sehat adalah seseorang tetap memiliki hubungan yang bermakna meskipun kehidupan sehari-harinya berlangsung seorang diri.
Self-Determination Theory menempatkan relatedness sebagai salah satu kebutuhan psikologis dasar, yakni kebutuhan untuk merasa terhubung, diperhatikan, dan memiliki hubungan yang bermakna dengan orang lain. Jadi, seseorang dapat sangat menikmati tinggal sendiri sekaligus tetap membutuhkan pertemanan dan kedekatan emosional.
Hal ini juga penting karena tinggal sendiri dan merasa kesepian merupakan dua hal yang berbeda. Penelitian terhadap orang dewasa lanjut usia di Singapura menemukan bahwa kesepian merupakan prediktor yang lebih kuat terhadap gejala depresi dan kesejahteraan psikologis dibandingkan kondisi tinggal sendirian itu sendiri.
Advertisement
6. Menjadikan Kontrakan sebagai Ruang untuk Memulihkan Diri
Bagi sebagian orang, kontrakan dapat menjadi tempat untuk menikmati waktu pribadi setelah menjalani berbagai aktivitas di luar rumah. Ketika kesendirian tersebut memang diinginkan, seseorang dapat menggunakan waktunya untuk beristirahat, melakukan hobi, atau menjalani aktivitas dengan ritme yang sesuai dengan keinginannya.
Penelitian mengenai desired solitude menunjukkan bahwa pengalaman menyendiri yang memang diinginkan dapat berkaitan dengan pengalaman emosional yang lebih positif. Salah satu penelitian terhadap pasangan dewasa lanjut usia menemukan bahwa desired solitude berkaitan dengan positive affect, sedangkan kesendirian yang dirasakan mengganggu (bothersome solitude) berkaitan dengan lebih banyak negative affect.
Namun, temuan tersebut tidak berarti bahwa tinggal sendiri selalu memberikan efek positif atau bahwa semua orang yang tinggal sendiri membutuhkan kesendirian untuk memulihkan diri. Dampaknya tetap bergantung pada konteks, preferensi, dan pengalaman subjektif masing-masing individu.
7. Tidak Menganggap Kesendirian sebagai Sesuatu yang Menakutkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334220/original/034529900_1787824929-pexels-helenalopes-27176000.jpg)
Orang yang menikmati tinggal sendiri dapat merasa biasa saja ketika berada sendirian di rumah. Ia tidak selalu menganggap suasana yang tenang atau minim interaksi sebagai sesuatu yang harus segera diatasi dengan mencari teman atau keluar rumah.
Meski demikian, penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara preferensi terhadap kesendirian dan kesehatan mental cukup kompleks. Studi terhadap sekitar 9.000 orang berusia 20–79 tahun menemukan adanya hubungan antara preferensi terhadap kesendirian, isolasi sosial, dan kondisi kesehatan mental, dengan kesulitan dalam bersosialisasi turut berperan dalam hubungan tersebut.
Temuan ini menunjukkan bahwa menyukai kesendirian tidak dapat otomatis dianggap sebagai tanda kesehatan psikologis yang baik maupun buruk. Untuk memahami kondisi seseorang, perlu diperhatikan alasan ia memilih sendiri, bagaimana perasaannya ketika sendirian, serta apakah ia tetap mampu membangun dan mempertahankan hubungan sosial yang bermakna.
Advertisement
8. Bisa Membedakan antara Butuh Me Time dan Menarik Diri
Orang yang nyaman tinggal sendiri dapat menikmati waktu pribadinya tanpa harus menghilangkan hubungan dengan orang-orang yang penting dalam kehidupannya. Ia mungkin membutuhkan waktu untuk dirinya sendiri, tetapi tetap dapat berkomunikasi dengan keluarga, bertemu teman, menjalin hubungan romantis, atau berinteraksi dengan lingkungan sosial ketika menginginkannya.
Hal ini penting karena preference for solitude tidak sama dengan isolasi sosial. Penelitian mengenai kesendirian menunjukkan bahwa pengalaman berada sendiri dapat berbeda bergantung pada apakah kondisi tersebut dipilih secara sukarela atau terjadi karena seseorang merasa tidak memiliki pilihan lain.
Dengan demikian, menikmati kehidupan sendiri tidak sama dengan "tidak membutuhkan siapa-siapa". Dari perspektif psikologi, yang lebih relevan adalah apakah seseorang dapat menikmati ruang pribadinya sekaligus tetap memiliki kesempatan dan kemampuan untuk terhubung dengan orang lain ketika membutuhkan hubungan sosial.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ciri Orang yang Betah Tinggal Sendiri di Kontrakan Menurut Psikologi
Apakah betah tinggal sendiri berarti seseorang introver?
Tidak selalu. Betah tinggal sendiri lebih berkaitan dengan kenyamanan seseorang terhadap waktu pribadi, sedangkan introversi merupakan salah satu dimensi kepribadian. Seseorang yang ekstrover pun dapat menikmati tinggal sendiri selama tetap memiliki kesempatan untuk berinteraksi dan terhubung dengan orang lain.
Apakah orang yang betah tinggal sendiri berarti tidak kesepian?
Tidak selalu. Tinggal sendiri dan merasa kesepian merupakan dua kondisi yang berbeda. Seseorang dapat tinggal sendiri tetapi tidak merasa kesepian karena memiliki hubungan sosial yang bermakna, sementara seseorang yang sering berada di tengah banyak orang juga tetap dapat mengalami kesepian.
Kapan betah tinggal sendiri perlu diperhatikan?
Betah tinggal sendiri pada dasarnya bukan masalah selama seseorang tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari dan mempertahankan hubungan sosial yang bermakna. Kondisi tersebut perlu lebih diperhatikan apabila seseorang sengaja menghindari orang lain karena ketakutan, mengalami kesulitan berfungsi dalam kehidupan sehari-hari, atau merasa sangat terisolasi dan tertekan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334225/original/010172500_1787825621-demo_motor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333889/original/091356200_1787811731-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-27T131833.691.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334046/original/006423000_1787818653-cek_fakta_demo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333970/original/076820900_1787815384-Your_paragraph_text.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334217/original/010643400_1787824924-pexels-silverkblack-23495691.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322787/original/062467400_1786589050-pexels-cottonbro-7408634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333422/original/085105500_1787755254-nep6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334200/original/068910100_1787824836-kiiii.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334121/original/083799800_1787821021-Gemini_Generated_Image_xu9pmmxu9pmmxu9p.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334190/original/013730900_1787823787-9b58aff8-0b34-4d19-b65e-3c367c8cfd45.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334168/original/024779000_1787822648-pexels-olly-3791159.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333747/original/096863400_1787805412-fe258b87-709f-4664-8437-442d6fa3b0ad.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329515/original/081347900_1787283679-5Ug9sAHtgPyKvKWbzp3bq5zZuZ0TeqqI0CWT5Q2b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3154951/original/071013400_1592374158-young-couple-arguing-about-high-bills-with-laptop-documents_1163-4808.jpg)