10 Ciri Kepribadian Orang yang Tidur Bersama Hewan Peliharaan Menurut Psikologi

Tidur bersama hewan peliharaan bukan sekadar kebiasaan. Kenali 10 ciri kepribadian di baliknya dan cek apakah Anda merasakan hal yang sama setiap malam.

Diterbitkan 26 Agustus 2026, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Bagi sebagian orang, hewan peliharaan telah menjadi teman bermain dalam sehari-hari. Selain itu, anjing ataupun kucing kesayangan justru punya tempat tetap di kasur, tidur berdampingan dengan pemiliknya setiap malam. Kebiasaan ini menyimpan sejumlah ciri kepribadian yang jarang disadari pemiliknya sendiri.

Liputan6.com, Jakarta - Orang yang sangat terikat dengan hewan peliharaannya dalam penelitian Wells dan Treacy menunjukkan skor conscientiousness yang lebih tinggi.

Dalam psikologi kepribadian Big Five, conscientiousness berkaitan dengan kecenderungan seseorang untuk bertanggung jawab, teratur, dapat diandalkan, dan memperhatikan kewajiban.

Psikolog menyebut kebiasaan berbagi kasur dengan hewan peliharaan berkaitan dengan cara seseorang menjalin kedekatan, mengatur rasa aman, dan menghadapi gangguan kecil di malam hari. Pola ini juga terlihat pada cara orang tersebut menjalani hubungan dengan manusia di sekitarnya.

Setidaknya ada 10 ciri kepribadian yang melekat pada kebiasaan ini, mulai dari kepekaan terhadap orang lain sampai kemampuan menenangkan diri sendiri. Berikut ulasan Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber, Rabu (26/8).

1. Empati dan Kepekaan Terhadap Orang Lain

Orang yang membiarkan hewan peliharaan naik ke kasur umumnya punya kepekaan tinggi terhadap kondisi orang lain. Mereka memperhatikan detail kecil, termasuk posisi tidur hewan peliharaan yang nyaman.

Saat kucing atau anjing sudah terlelap di sisi kasur, pemilik jenis ini memilih tetap diam meski posisi tidurnya jadi terbatas. Mereka menahan diri agar hewan peliharaan tidak terbangun.

Kebiasaan ini menunjukkan kemampuan mengutamakan kenyamanan pihak lain di atas kenyamanan diri sendiri. Sifat ini pun terbawa ke hubungan dengan manusia di sekitar mereka.

2. Cenderung memiliki keterikatan yang lebih kuat terhadap hewan

 

 

Tidur bersama hewan peliharaan juga dapat menjadi bagian dari hubungan yang sangat dekat antara pemilik dan hewan.

Dalam penelitian Wells dan Treacy, kekuatan pet attachment berkorelasi positif dengan neuroticism dan conscientiousness. Para peneliti juga menemukan bahwa neuroticism dan conscientiousness menjadi prediktor signifikan terhadap skor keterikatan pemilik dengan hewan peliharaannya.

Hal ini menunjukkan bahwa hubungan manusia dan hewan peliharaan cukup kompleks. Seseorang bisa memiliki keterikatan yang sangat kuat terhadap hewan kesayangannya karena berbagai faktor psikologis dan pengalaman pribadi.

Jadi, jika seseorang selalu ingin kucing atau anjingnya berada di samping tempat tidur, hal tersebut bisa saja mencerminkan betapa pentingnya keberadaan hewan tersebut dalam kehidupan sehari-harinya.

3. Menjalin Ikatan yang Kuat dan Setia

Pemilik yang membiarkan hewan peliharaan tidur bersama biasanya membangun ikatan emosional dengan cepat. Hewan peliharaan diperlakukan sebagai anggota keluarga, bukan sekadar peliharaan.

Ikatan ini bertahan lama dan jarang goyah oleh gangguan kecil sehari-hari. Kesetiaan menjadi nilai utama dalam hubungan mereka dengan makhluk lain.

Pola serupa muncul pada hubungan dengan manusia. Mereka menempatkan kepercayaan dan kesetiaan di atas kepentingan pribadi semata.

4. Mencari Kenyamanan Lewat Sentuhan

Sebagian orang butuh sentuhan atau suara familiar untuk bisa tidur nyenyak. Napas anjing yang teratur atau dengkuran kucing membantu pikiran mereka jadi tenang.

Sentuhan fisik dari hewan peliharaan memberi rasa hadir yang menenangkan tubuh sebelum tidur. Kebutuhan ini berbeda dari orang yang justru butuh ruang sunyi tanpa gangguan.

Kebiasaan ini menunjukkan cara seseorang meredakan ketegangan pikiran lewat kedekatan fisik. Sentuhan menjadi jalan pintas menuju rasa tenang setiap malam.

5. Butuh Rasa Aman Saat Malam Tiba

Malam kerap memunculkan kekhawatiran yang tidak muncul di siang hari. Pikiran tentang pekerjaan, hubungan, atau rencana esok hari sering datang begitu lampu dipadamkan.

Kehadiran hewan peliharaan di kasur memberi rasa terlindungi bagi sebagian pemiliknya. Mereka merasa lebih tenang menghadapi malam ketika ada makhluk lain di dekatnya.

Pola ini berakar dari kebutuhan dasar manusia akan rasa aman. Hewan peliharaan berperan sebagai penjaga yang meredakan kekhawatiran menjelang tidur.

6. Tahan Terhadap Gangguan Kecil

Hewan peliharaan bergerak, mendengkur, menggaruk, bahkan terbangun tiba-tiba di tengah malam. Kebiasaan ini bisa mengganggu tidur, tapi pemiliknya tetap memilih berbagi kasur.

Orang dengan sifat ini menempatkan kebersamaan di atas kenyamanan tidur yang sempurna. Mereka tidak mudah kesal menghadapi gangguan kecil yang berulang setiap malam.

Sikap ini menunjukkan kemampuan menerima ketidaksempurnaan tanpa kehilangan kesabaran. Kedekatan dengan hewan peliharaan dinilai lebih penting daripada tidur tanpa gangguan.

7. Suka Menjalani Rutinitas Tetap

Anjing dan kucing hidup mengikuti jam biologis yang tetap, mulai dari waktu makan sampai waktu tidur. Pemiliknya ikut menyesuaikan jadwal harian mengikuti pola ini.

Rutinitas malam dan pagi hari tersusun rapi di sekitar kebiasaan hewan peliharaan. Pola tetap ini membantu pemiliknya menjaga jam tidur tetap teratur.

Kebiasaan menjaga rutinitas ini juga terbawa ke aspek lain dalam hidup mereka. Mereka lebih nyaman menjalani hari dengan jadwal yang jelas dan berulang.

8. Peka Membaca Sinyal Tanpa Kata

Hewan peliharaan tidak bicara lewat kata, hanya lewat gerakan, suara kecil, atau posisi tubuh. Pemilik yang tidur bersama hewan peliharaan terlatih membaca sinyal ini.

Kepekaan terhadap sinyal tanpa kata ini juga muncul saat berhadapan dengan manusia. Mereka menangkap perubahan raut wajah atau nada bicara tanpa perlu penjelasan panjang.

Kemampuan ini membuat mereka lebih cepat memahami kondisi orang lain. Komunikasi tanpa kata menjadi kekuatan tersendiri dalam hubungan sehari-hari.

9. Mengutamakan Kedekatan Daripada Kenyamanan Praktis

Berbagi kasur dengan hewan peliharaan jelas mengurangi ruang gerak dan kenyamanan fisik. Meski begitu, banyak pemilik tetap memilih kebiasaan ini setiap malam.

Pilihan ini menunjukkan bahwa kedekatan emosional dinilai lebih penting daripada kenyamanan praktis semata. Mereka rela menukar sedikit kenyamanan demi kebersamaan.

Pola pikir ini juga muncul pada keputusan lain dalam hidup mereka. Hubungan dan kebersamaan sering ditempatkan di atas pertimbangan praktis.

10. Mampu Menenangkan Diri Sendiri

Kehadiran hewan peliharaan membantu menurunkan ketegangan pikiran sebelum tidur. Napas dan gerakan hewan peliharaan bekerja seperti pengingat untuk ikut rileks.

Orang dengan kebiasaan ini terbiasa mencari kedekatan sebagai cara meredakan pikiran, bukan menutup diri sendirian. Cara ini membantu mereka pulih dari hari yang padat.

Perlu diingat, kebiasaan tidur bersama hewan peliharaan bukan tolok ukur tunggal kepribadian seseorang. Ciri-ciri di atas hanya gambaran umum, bukan kesimpulan pasti tentang diri Anda.

Pertanyaan Seputar Tidur Bersama Hewan Peliharaan

Apakah tidur dengan hewan peliharaan berbahaya bagi kesehatan?

Tidur bersama hewan peliharaan umumnya aman selama kebersihan hewan tetap dijaga. Risiko muncul pada pemilik yang punya alergi atau masalah pernapasan, karena bulu dan kotoran hewan bisa memicu gangguan. Bila muncul reaksi alergi yang mengganggu, sebaiknya periksa ke dokter.

Apakah kebiasaan ini bisa mengganggu kualitas tidur?

Gerakan, dengkuran, atau kebiasaan bangun tiba-tiba dari hewan peliharaan bisa memotong siklus tidur pemiliknya. Sebagian orang tetap merasa lebih tenang meski kualitas tidur sedikit berkurang.

Kenapa kucing atau anjing suka tidur di atas kasur pemiliknya?

Hewan peliharaan mencari kehangatan, bau familiar, dan rasa aman dari pemiliknya. Kasur pemilik jadi tempat paling nyaman dibanding sudut lain di rumah.

Apakah tidur bersama hewan peliharaan menunjukkan kepribadian tertentu?

Kebiasaan ini terkait dengan pola kedekatan, rasa aman, dan cara menghadapi gangguan kecil. Namun kebiasaan ini bukan alat ukur pasti, hanya gambaran umum tentang cara seseorang menjalin kedekatan.

Bagaimana cara mengatasi gangguan tidur akibat berbagi kasur dengan hewan peliharaan?

Menyediakan tempat tidur khusus di dekat kasur bisa jadi jalan tengah. Cara ini menjaga kedekatan tanpa mengorbankan kualitas tidur sepenuhnya.