Liputan6.com, Jakarta - Penyebab hubungan saudara kandung menjadi renggang sering kali tidak disadari karena prosesnya berlangsung perlahan selama bertahun-tahun. Banyak orang mengira hubungan kakak dan adik akan tetap dekat sepanjang hidup, padahal kenyataannya tidak selalu demikian. Berbagai pengalaman masa kecil hingga konflik saat dewasa dapat membuat ikatan keluarga perlahan memudar.
Hubungan saudara kandung merupakan salah satu hubungan yang paling panjang dalam kehidupan seseorang. Sejak kecil, saudara tumbuh bersama, berbagi pengalaman, hingga menghadapi berbagai perubahan dalam keluarga. Namun, kedekatan tersebut tidak selalu bertahan ketika masing-masing memasuki usia dewasa.
Menurut artikel What Pushes Adult Siblings Apart? yang ditulis Suzanne Degges-White, Ph.D. di Psychology Today, renggangnya hubungan saudara kandung umumnya bukan disebabkan oleh satu peristiwa besar, melainkan akumulasi berbagai luka emosional yang berlangsung dalam waktu lama. Berikut ulasan Liputan6.com, Sabtu (1/8/2026).
Advertisement
1. Luka Emosional yang Terus Menumpuk
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4845167/original/029876300_1716883044-IMG_1334.jpeg)
Salah satu penyebab terbesar renggangnya hubungan saudara kandung adalah akumulasi rasa sakit yang tidak pernah benar-benar diselesaikan. Setiap konflik kecil mungkin tampak sepele ketika terjadi, tetapi jika terus berulang tanpa adanya komunikasi yang sehat, luka tersebut akan semakin dalam.
Menurut Psychology Today, pengalaman negatif dalam hubungan berkembang secara kumulatif. Seiring waktu, seseorang mulai menyadari bahwa hubungan tersebut tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan emosionalnya. Pada titik tertentu, menjaga jarak dianggap sebagai cara terbaik untuk melindungi diri.
Inilah mengapa penyebab hubungan saudara kandung menjadi renggang sering kali berawal dari masalah kecil yang dibiarkan bertahun-tahun tanpa penyelesaian.
2. Persaingan Saudara yang Tidak Pernah Berakhir
Persaingan antar saudara merupakan hal yang umum terjadi sejak kecil. Namun, jika rasa iri, cemburu, atau kompetisi tidak pernah terselesaikan, dampaknya dapat terbawa hingga dewasa.
Dalam keluarga yang tampak harmonis sekalipun, rasa tidak puas terhadap perlakuan orang tua atau keberhasilan saudara dapat berkembang menjadi kebencian yang terpendam. Ketika masing-masing telah dewasa dan memiliki kehidupan sendiri, emosi tersebut bisa muncul kembali dalam bentuk konflik yang lebih serius.
Persaingan yang terus dipelihara membuat hubungan berubah dari saling mendukung menjadi saling membandingkan.
3. Pilih Kasih Orang Tua
Favoritisme orang tua menjadi salah satu faktor yang paling sering ditemukan dalam hubungan saudara yang bermasalah. Anak yang merasa kurang diperhatikan dapat membawa luka tersebut hingga dewasa.
Psychology Today menjelaskan bahwa dinamika seperti golden child, yaitu anak yang dianggap selalu benar, maupun scapegoat, yaitu anak yang sering disalahkan, dapat menciptakan ketimpangan dalam keluarga. Akibatnya, hubungan antar saudara menjadi dipenuhi kecemburuan, rasa tidak adil, dan sulit untuk saling percaya.
Konflik yang tampaknya terjadi antara kakak dan adik sebenarnya sering kali berakar dari pola pengasuhan dalam keluarga.
Advertisement
4. Manipulasi dan Penghinaan yang Terus Berulang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5538410/original/084008900_1774514256-2150248226.jpg)
Tidak semua kekerasan dalam keluarga berbentuk fisik. Banyak hubungan saudara yang rusak akibat komentar merendahkan, manipulasi emosional, kritik tanpa henti, atau penghinaan yang dilakukan berulang kali.
Dalam penelitian yang dikutip Psychology Today, beberapa responden menceritakan bagaimana mereka terus menerima serangan verbal dari saudara kandung selama bertahun-tahun. Setelah mencoba mempertahankan hubungan dalam waktu lama, mereka akhirnya memilih menjaga jarak demi kesehatan mental.
Perilaku yang tampak sepele jika dilakukan sesekali dapat menjadi sangat menyakitkan ketika berlangsung terus-menerus.
5. Pengkhianatan yang Menghancurkan Kepercayaan
Kepercayaan merupakan fondasi penting dalam setiap hubungan keluarga. Ketika kepercayaan itu rusak, proses memperbaikinya sering kali jauh lebih sulit dibandingkan hubungan pertemanan biasa.
Psychology Today menampilkan kisah seseorang yang mengalami kerugian finansial besar karena dikhianati saudara kandung dalam urusan bisnis. Ada pula konflik yang dipicu persoalan warisan dan keputusan keluarga yang menimbulkan rasa dikhianati.
Meski setiap keluarga memiliki persoalan berbeda, hilangnya rasa percaya sering menjadi titik balik yang membuat hubungan sulit dipulihkan.
6. Kekerasan dan Perundungan dalam Keluarga
Bentuk kekerasan yang dilakukan oleh saudara kandung dapat berupa kekerasan emosional, verbal, fisik, bahkan pelecehan seksual. Pengalaman tersebut meninggalkan trauma mendalam yang tidak mudah dihilangkan meski waktu terus berjalan.
Selain itu, perundungan atau intimidasi yang terjadi sejak masa kecil juga dapat terus membekas hingga dewasa. Korban mungkin tetap mengingat bagaimana dirinya dipermalukan, direndahkan, atau ditakut-takuti oleh saudara sendiri.
Dalam kondisi seperti ini, menjaga jarak bukan selalu berarti membenci keluarga, melainkan menjadi langkah untuk melindungi kesehatan psikologis.
7. Konflik yang Tidak Pernah Benar-Benar Selesai
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5468130/original/059477700_1767942202-silbiling-playing-together-their-room.jpg)
Banyak orang menganggap renggangnya hubungan keluarga dipicu oleh satu pertengkaran besar. Padahal menurut Suzanne Degges-White, keputusan menjauh hampir selalu merupakan puncak dari konflik yang berlangsung lama.
Rasa tidak dihargai, tidak didengar, atau terus-menerus diperlakukan tidak adil membuat seseorang kehilangan harapan bahwa hubungan tersebut masih dapat diperbaiki. Ketika berbagai upaya komunikasi gagal, jarak menjadi pilihan terakhir.
Karena itu, penyebab hubungan saudara kandung menjadi renggang umumnya bukan satu insiden, melainkan serangkaian pengalaman yang terus berulang.
8. Menjaga Jarak Demi Kesehatan Mental
Tidak semua keputusan untuk menjauh dari saudara kandung dilandasi kebencian. Dalam banyak kasus yang dipaparkan Psychology Today, keputusan tersebut justru diambil sebagai bentuk perlindungan diri.
Para responden menggambarkan bahwa setelah mengambil jarak, mereka merasakan kelegaan, ketenangan, dan berkurangnya kecemasan. Namun, di saat yang sama mereka tetap berduka karena kehilangan hubungan keluarga yang selama ini diharapkan bisa menjadi lebih baik.
Perasaan lega dan sedih dapat muncul secara bersamaan. Mereka tidak membenci saudara kandungnya, tetapi menyadari bahwa mempertahankan hubungan yang terus melukai hanya akan memperburuk kondisi mental.
Hubungan Saudara Bisa Diperbaiki, Tetapi Membutuhkan Usaha Bersama
Hubungan saudara kandung tidak selalu berakhir dengan perpisahan. Banyak konflik dapat diperbaiki melalui komunikasi yang jujur, kesediaan mengakui kesalahan, serta komitmen untuk membangun kembali rasa saling percaya.
Namun, jika hubungan dipenuhi kekerasan, manipulasi, atau ancaman terhadap kesehatan mental, menjaga batasan yang sehat juga merupakan pilihan yang valid. Yang terpenting adalah memahami bahwa setiap hubungan keluarga memiliki dinamika yang berbeda sehingga tidak ada satu solusi yang berlaku untuk semua orang.
Advertisement
Tanya Jawab Seputar Hubungan Saudara Kandung
1. Mengapa hubungan saudara kandung bisa berubah setelah dewasa?
Karena setiap orang mengalami perubahan prioritas hidup, membangun keluarga sendiri, serta membawa pengalaman masa kecil yang mungkin belum pernah diselesaikan.
2. Apakah hubungan saudara yang renggang bisa diperbaiki?
Bisa, selama kedua belah pihak memiliki keinginan untuk memperbaiki hubungan, bersedia berkomunikasi dengan terbuka, dan menghormati batasan masing-masing.
3. Apakah memilih menjaga jarak dari saudara kandung adalah hal yang salah?
Tidak selalu. Dalam kondisi hubungan yang penuh kekerasan atau manipulasi, menjaga jarak dapat menjadi cara untuk melindungi kesehatan mental.
4. Apa tanda hubungan saudara kandung sudah tidak sehat?
Beberapa tandanya meliputi penghinaan yang terus berulang, manipulasi emosional, tidak adanya rasa saling menghormati, pengkhianatan, serta konflik yang tidak pernah selesai.
5. Bagaimana cara mencegah hubungan saudara menjadi renggang?
Membangun komunikasi yang jujur, menghindari sikap saling membandingkan, menyelesaikan konflik sejak dini, serta menghormati perbedaan dapat membantu menjaga hubungan tetap sehat.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5555013/original/059216600_1776139675-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-14T102537.741.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311589/original/001361600_1785409060-pendamping_lokal_desa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5573660/original/028626000_1777948829-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-05T093819.531.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312395/original/029328500_1785490278-Screenshot_2026-07-31_154400.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4714224/original/024842100_1705056522-pexels-vika-glitter-4140308.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269743/original/092797600_1751358995-Gianni_Infantino.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313011/original/001380400_1785572173-cabai_HL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313065/original/018106200_1785575800-2149405367.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313017/original/096485800_1785572495-batu_bara_tanaman_rambat_4a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311076/original/067563800_1785387094-8NYGfOwvKlxUTjDY52ro5FS6yPZbZGJkJkeL4uWi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309388/original/050574200_1785226507-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313030/original/041528000_1785574262-mendol.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311062/original/035607100_1785387078-jQyj6bGTu1NF9Mekx2PY3Z75LsQMywL3RqhNDcsY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312998/original/059458700_1785571820-59404952-f444-492f-a839-bf8aff211296.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312941/original/046518900_1785569367-Tanaman_air_yang_cocok_untuk_kolam_mini_bergaya_Jepang.jpg)