Liputan6.com, Jakarta Bagaimana sikap dalam berhemat energi minyak bumi sebenarnya bermula dari kesadaran bahwa cadangan sumber daya ini tidak akan pernah kembali. Sikap bijak berarti memakai bahan bakar dan energi turunannya seperlunya, bukan menuruti keinginan sesaat.
Wujud nyatanya bisa dimulai dari kebiasaan kecil, mulai dari cara berkendara sampai pemakaian listrik di rumah. Memahami bagaimana sikap dalam berhemat energi minyak bumi membuat setiap orang ikut menjaga ketahanan energi untuk generasi mendatang.
Minyak bumi tergolong sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui dan hanya bergantung pada ketersediaan di dalam perut bumi. Karena proses pembentukannya memakan waktu jutaan tahun, konsumsi yang berlebihan membuat cadangannya kian menipis sekaligus memicu emisi gas rumah kaca yang mempercepat pemanasan global.
Advertisement
Bagaimana Sikap Berhemat Energi Minyak Bumi saat Berkendara?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4202611/original/092413000_1666669380-pexels-lachlan-ross-7084295_1_.jpg)
Sektor transportasi menyerap porsi terbesar konsumsi bahan bakar, sehingga pertanyaan bagaimana sikap dalam berhemat energi minyak bumi paling mudah dijawab lewat kebiasaan di jalan. Gaya mengemudi yang halus, perawatan rutin, dan pemilihan moda transportasi menentukan seberapa boros kendaraan menghabiskan BBM.
Berdasarkan data Departemen Energi Amerika Serikat, mobil bensin konvensional berukuran sedang mencapai efisiensi sekitar 45 mpg pada kecepatan 55 mph, dibandingkan sekitar 32 mpg pada 75 mph. Artinya, fuel economy meningkat sekitar 41 persen ketika kecepatan diturunkan dari 75 mph menjadi 55 mph, meski penghematan konsumsi bahan bakar per jarak secara matematis berada di kisaran 29 persen.
Departemen Energi Amerika Serikat juga menyebut perilaku berkendara agresif, seperti melaju terlalu cepat serta melakukan akselerasi dan pengereman secara mendadak, dapat menurunkan efisiensi bahan bakar sekitar 15–30 persen pada kecepatan jalan raya.
-
Menjaga kecepatan stabil: Pacu kendaraan pada kecepatan konstan, umumnya di kisaran 50 sampai 80 km/jam. Naik-turun kecepatan yang terlalu sering membuat mesin bekerja tidak teratur dan menyedot bahan bakar lebih banyak. Menerapkan teknik eco driving membantu menjaga ritme berkendara tetap efisien.
-
Hindari akselerasi dan pengereman mendadak: Injak pedal gas secara halus dan lepaskan lebih awal saat mendekati lampu merah. Kebiasaan menyentak justru menjadi salah satu kebiasaan yang membuat BBM boros tanpa disadari.
-
Matikan mesin saat berhenti lama: Bila berhenti lebih dari satu menit, misalnya menunggu antrean panjang, sebaiknya matikan mesin. Membiarkan mesin menyala saat diam hanya membakar bahan bakar percuma sekaligus menambah emisi.
-
Gunakan AC dengan bijak: Sistem pendingin membebani kerja mesin dan bisa meningkatkan konsumsi bahan bakar. Matikan AC ketika udara sedang sejuk, tetapi hindari membuka jendela lebar-lebar pada kecepatan tinggi karena menambah hambatan angin.
-
Jaga tekanan angin ban: Ban yang kurang angin memperbesar hambatan gulir sehingga mesin butuh tenaga lebih besar. Pastikan tekanan ban sesuai spesifikasi pabrikan yang tertera di buku manual atau balik pintu pengemudi.
-
Rawat kendaraan secara rutin: Servis berkala setiap tiga bulan atau setiap 5.000 kilometer menjaga mesin, oli, dan filter udara tetap prima. Filter udara yang kotor memaksa mesin bekerja lebih keras dan membuat bahan bakar lebih cepat habis.
-
Kurangi beban dan barang tak perlu: Semakin berat kendaraan, semakin besar energi yang dibutuhkan untuk menggerakkannya. Keluarkan barang yang menumpuk di bagasi agar konsumsi bahan bakar lebih ringan.
-
Prioritaskan transportasi umum, sepeda, atau jalan kaki: Untuk perjalanan padat, beralih ke transportasi umum jauh lebih efisien karena satu armada mengangkut puluhan orang sekaligus. Menyimak manfaat memakai angkutan umum dapat mendorong keputusan untuk mengurangi kendaraan pribadi.
Jimmy Carter, Presiden ke-39 Amerika Serikat, dikutip dari NPR menyatakan, "Setiap tindakan penghematan energi seperti ini lebih dari sekadar akal sehat. Saya katakan kepada Anda, ini adalah tindakan patriotisme."
Baca juga: Setop Pakai Kendaraan Pribadi, Ini 5 Alasan Kamu Harus Naik Transportasi Umum
Advertisement
Menerapkan Efisiensi Energi Minyak Bumi di Rumah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305706/original/073107700_1784800354-Berlampu_LED_Kombinasi_Kayu_dan_Akrilik.jpg)
Sebagian besar pembangkit listrik di Indonesia masih ditopang bahan bakar fosil, sehingga bagaimana sikap dalam berhemat energi minyak bumi juga tercermin dari pemakaian energi harian. Kebiasaan hemat listrik dan air panas secara tidak langsung menurunkan permintaan terhadap minyak bumi.
Mengacu pada analisis International Energy Agency (IEA), efisiensi energi disebut sebagai “first fuel” atau “bahan bakar pertama” karena dapat menyumbang lebih dari 40 persen pengurangan emisi yang dibutuhkan untuk mencapai target iklim pada 2040.
-
Cabut peralatan elektronik yang menganggur: Perangkat dalam mode standby tetap menyedot daya meski tidak dipakai. Mencabut kabel dari stopkontak adalah salah satu kebiasaan yang menghemat listrik di rumah paling sederhana.
-
Beralih ke lampu LED: Lampu LED mengonsumsi energi hingga 80 persen lebih sedikit dari lampu pijar dan berumur jauh lebih panjang. Mengganti seluruh titik lampu di rumah menjadi LED memberi penghematan signifikan dalam jangka panjang.
-
Manfaatkan cahaya dan sirkulasi alami: Buka jendela dan gorden pada siang hari agar cahaya matahari menerangi ruangan tanpa lampu. Ventilasi yang baik juga membuat rumah lebih sejuk sehingga pemakaian kipas dan AC bisa dikurangi.
-
Atur suhu AC dan pemanas air secukupnya: Setel AC di kisaran suhu ideal 24 sampai 26 derajat Celsius. Untuk pemanas air, batasi suhu pada sekitar 49 derajat Celsius agar hemat energi sekaligus aman dari risiko air terlalu panas.
-
Tutup celah kebocoran udara: Rapatkan celah pada pintu dan jendela agar udara sejuk atau hangat tidak terbuang. Menutup kebocoran udara membuat kerja pendingin maupun pemanas ruangan menjadi jauh lebih efisien.
-
Gunakan peralatan berlabel hemat energi: Pilih kulkas, mesin cuci, dan AC dengan label efisiensi energi. Meski harga awalnya lebih mahal, konsumsi listriknya lebih rendah sehingga menghemat biaya dalam pemakaian jangka panjang.
-
Masak dan jemur pakaian secara efisien: Gunakan tutup panci saat memasak agar panas tidak terbuang, serta pilih ukuran api sesuai dasar panci. Jemur pakaian di bawah sinar matahari alih-alih memakai mesin pengering yang boros daya.
-
Lakukan audit energi rumah: Sesekali telusuri titik-titik pemborosan, mulai dari peralatan tua, penerangan berlebih, hingga alat yang lupa dimatikan. Ada banyak cara efisiensi energi di rumah yang bisa diadopsi bertahap sesuai kebutuhan.
Fatih Birol, Direktur Eksekutif International Energy Agency, dikutip dari World Economic Forum menyatakan, "Kita memiliki dua pilihan. Entah kita terus menggunakan bahan bakar fosil tanpa kendali - batu bara, minyak, dan gas - dan hidup dengan perubahan iklim serta cuaca ekstrem yang jauh lebih sering, atau kita mengubah cara kita memproduksi dan mengonsumsi energi."
Baca juga: 8 Tips Menghemat Listrik agar Tagihan Bulanan Tidak Membengkak
Mengurangi Ketergantungan pada Produk Berbahan Minyak Bumi
Bagaimana sikap dalam berhemat energi minyak bumi juga menyangkut apa yang kita beli dan konsumsi setiap hari. Minyak bumi tidak hanya dibakar sebagai bahan bakar, tetapi juga menjadi bahan baku plastik, kosmetik, hingga serat sintetis melalui industri petrokimia.
Sebagaimana disampaikan NOAA, banyak produk harian yang menempel di tubuh - seperti cat kuku, lipstik, losion, pengawet makanan, hingga kapsul vitamin - sebenarnya dibuat dari turunan minyak dan gas bumi.
-
Kurangi plastik sekali pakai: Kurangi kantong belanja, sedotan, dan kemasan sekali pakai yang berbahan dasar minyak bumi. Setiap plastik yang tidak jadi dipakai berarti menurunkan permintaan bahan baku fosil.
-
Gunakan botol dan tas belanja pakai ulang: Bawa botol minum isi ulang dan tas kain saat bepergian. Kebiasaan ini memangkas konsumsi air kemasan sekaligus tumpukan plastik yang sulit terurai.
-
Pilih kemasan minimal dan produk daur ulang: Utamakan produk dengan kemasan sedikit atau berbahan daur ulang. Mendaur ulang plastik membutuhkan energi jauh lebih kecil dibanding memproduksinya dari bahan mentah.
-
Beli produk lokal: Barang yang diproduksi dekat rumah tidak perlu diangkut lintas kota atau lintas negara yang menghabiskan banyak bahan bakar. Memilih produk lokal turut menekan konsumsi minyak bumi di jalur distribusi.
-
Pakai perkakas manual bila memungkinkan: Untuk pekerjaan ringan, gunakan alat manual seperti sapu atau pemotong rumput dorong. Selain mengurangi pemakaian energi berbahan fosil, cara ini juga membuat tubuh lebih aktif.
-
Pilah sampah dan dukung daur ulang: Pisahkan sampah plastik agar masuk ke sistem daur ulang yang tepat. Langkah kecil ini membantu konservasi sumber daya alam sekaligus mengurangi jejak karbon.
Advertisement
Beralih ke Energi Alternatif sebagai Solusi Jangka Panjang
Selain berhemat, langkah paling strategis adalah menggeser ketergantungan ke sumber energi terbarukan. Beberapa alternatif berikut mulai banyak dikembangkan di Indonesia maupun dunia sebagai pengganti minyak bumi.
Mengutip Council on Foreign Relations, cara paling efisien secara ekonomi untuk menekan konsumsi minyak adalah memadukan peningkatan efisiensi kendaraan, peralihan ke mobil hybrid dan listrik, serta pemanfaatan biofuel yang lebih luas.
-
Tenaga surya: Sinar matahari yang melimpah di daerah tropis dapat dikonversi menjadi listrik lewat panel surya. Sumber ini praktis tidak akan habis dan cocok dipasang di atap rumah maupun gedung.
-
Tenaga angin: Embusan angin dapat diubah menjadi listrik melalui pembangkit tenaga bayu. Indonesia memiliki potensi besar yang sebagiannya sudah dikembangkan, seperti di Sulawesi Selatan.
-
Tenaga air: Aliran sungai dan bendungan menghasilkan listrik yang bersih dan andal. Pemanfaatannya membantu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil untuk pembangkit.
-
Biogas: Fermentasi limbah organik dan kotoran ternak menghasilkan gas untuk memasak maupun bahan bakar mesin. Teknologinya sederhana dan cocok diterapkan di tingkat rumah tangga maupun komunitas pedesaan.
-
Biodiesel dan bioetanol: Bahan bakar nabati dari sawit, tebu, atau singkong dapat menggantikan sebagian solar dan bensin. Program mandatori biodiesel seperti B30 hingga B40 menjadi bukti nyata pengurangan konsumsi minyak bumi di sektor transportasi. Simak juga berbagai macam sumber energi alternatif yang bisa dikembangkan.
-
Kendaraan listrik: Mobil dan motor listrik yang lebih hemat dibanding bensin tidak mengonsumsi BBM saat digunakan. Meski butuh investasi awal, biaya operasionalnya jauh lebih rendah dan emisinya lebih bersih. Pahami lebih dulu bahwa kendaraan listrik jadi opsi paling ramah lingkungan untuk mobilitas harian.
Hermann Scheer, pakar energi terbarukan asal Jerman, dikutip dari The Guardian menyatakan, "Ketergantungan kita pada bahan bakar fosil setara dengan piromania global, dan satu-satunya alat pemadam api yang kita miliki adalah energi terbarukan."
Baca juga: Contoh Energi Alternatif dan Bedanya dengan Energi Terbarukan
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Hemat Energi Minyak Bumi
Bagaimana sikap dalam berhemat energi minyak bumi yang bisa dimulai dari rumah?
Sikap hemat bisa dimulai dengan mematikan dan mencabut peralatan elektronik yang tidak dipakai, mengganti lampu ke LED, memaksimalkan cahaya alami, serta mengatur suhu AC secukupnya. Kebiasaan sederhana ini menekan pemakaian listrik yang sebagian besar masih dihasilkan pembangkit berbahan bakar fosil, sehingga secara tidak langsung menghemat minyak bumi.
Mengapa kita perlu menghemat minyak bumi?
Minyak bumi termasuk sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui dan cadangannya terus menipis seiring meningkatnya konsumsi. Pemakaian berlebihan berisiko memicu kelangkaan energi di masa depan sekaligus menghasilkan emisi gas rumah kaca penyebab pemanasan global. Penghematan juga menjaga ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor.
Apa saja bahan bakar alternatif pengganti minyak bumi?
Beberapa alternatif yang mulai berkembang antara lain biogas dari limbah organik, biodiesel dan bioetanol dari tanaman seperti sawit dan tebu, serta listrik untuk kendaraan listrik. Energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, dan air juga dapat menggantikan peran minyak bumi pada pembangkit listrik dan berbagai kebutuhan sehari-hari.
Menjawab bagaimana sikap dalam berhemat energi minyak bumi pada akhirnya kembali pada konsistensi setiap orang menjalankan kebiasaan kecil di jalan, di rumah, dan dalam berbelanja. Semakin banyak yang menerapkannya, semakin panjang pula usia cadangan energi bumi yang bisa dinikmati bersama.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320188/original/007408700_1786339779-cek_fakta_-_sri_mulyani_berbagi_dana_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6210955/original/079363800_1779089133-cek_fakta_BLT_umkm.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295706/original/066644800_1783939615-cek_fakta_-_prasetyo_hadi_umumkan_dana_pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317894/original/043579200_1786076765-Screenshot_2026-08-07_110222.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4798501/original/040288100_1712583477-menghemat_energi.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317545/original/060918300_1786020508-2309d1d6-9054-45dd-8ee6-d24e9c526b4d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315733/original/071459700_1785866125-DFSK_01__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315976/original/052867400_1785906457-Zeekr_hadir_di_GIIAS_2026_membawa_deretan_kendaraan_elektrifikasi_yang_siap_mencuri_perhatian_Sa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8630196/original/049757800_1782628026-WhatsApp_Image_2026-06-28_at_12.58.06.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5408225/original/087800200_1762766239-Menteri_ESDM_Bahlil_Lahadalia-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312837/original/089299200_1785562902-Wuling_Raih_Transportasi_Indonesia_Award_Atas_Kontribusinya_Pada_Adopsi_Kendaraan_Listrik.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314548/original/009853300_1785749863-email-attachment_2026_08_03_ariefhakim-at-klyid_kssk-sektor-keuangan-ri-tetap-terjaga-di-tengah-geopolitik-global_1000396683.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5557647/original/031551600_1776349399-IMG_2038.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302964/original/031932300_1784615073-15344223892694501281.jpeg)