Jangan Salahkan Mesin, Simak 6 Kebiasaan yang Bikin BBM Boros

Sudah rajin servis tapi bensin tetap cepat habis? Yuk, cek 6 kebiasaan sepele saat menyetir yang diam-diam bikin mobil Anda makin haus BBM.

Diterbitkan 15 Juli 2026, 10:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) merupakan impian bagi setiap pemilik kendaraan roda empat. Banyak pengendara yang rela memburu tips hemat bensin hingga memilih jenis bahan bakar tertentu demi menekan pengeluaran harian. Namun, pernahkah Anda merasa bensin tetap cepat habis padahal mobil sudah diservis secara rutin?

Faktanya, tingkat efisiensi konsumsi bahan bakar tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi mesin mobil semata. Perilaku dan kebiasaan pengemudi di balik kemudi justru memegang peran yang sangat besar. Tanpa disadari, ada beberapa kesalahan sepele saat menyetir yang menjadi biang keladi melonjaknya penggunaan bensin kendaraan Anda.

Dikutip dari laman resmi Hyundai Mobil Indonesia, Selasa (14/7/2026), berikut adalah 6 kebiasaan berkendara yang diam-diam membuat mobil Anda menjadi lebih boros BBM:

1. Berkendara Terlalu Agresif di Jalan

Gaya berkendara yang agresif membutuhkan suplai bahan bakar yang lebih banyak dibandingkan berkendara dengan halus. Kebiasaan menginjak pedal gas secara tiba-tiba akan membuat BBM lebih banyak terbuang. Sebaliknya, berkendara secara konstan dan tenang membuat mesin bekerja lebih efisien, sehingga tidak membutuhkan banyak bahan bakar untuk proses pembakaran.

2. Sering Mengerem Mendadak

Banyak pengemudi yang memiliki kebiasaan memacu kendaraan dalam kecepatan tinggi, lalu mengerem secara mendadak dan keras—kebiasaan yang sering dijumpai pada pengemudi pemula. Pola berkendara "gas-rem" yang agresif seperti ini membuat energi kendaraan terbuang sia-sia, sehingga mesin harus bekerja ekstra keras lagi untuk berakselerasi dari awal.

3. Membawa Beban Muatan yang Berlebihan di Dalam Kabin

Mobil sering kali dijadikan "gudang berjalan" dengan menumpuk berbagai barang yang tidak terlalu dibutuhkan di bagasi belakang. Setiap penambahan bobot kendaraan otomatis akan meningkatkan beban kerja mesin untuk melaju. Semakin berat beban yang diangkut, semakin besar pula pasokan bensin yang harus dibakar oleh mesin.

4. Tekanan Angin Ban yang Kurang Ideal

Membiarkan kondisi ban mobil kurang angin adalah kesalahan sepele yang berdampak besar. Ban yang kempis akan membuat area tapak ban yang menempel pada aspal menjadi lebih lebar. Kondisi ini meningkatkan tahanan gulung (rolling resistance), sehingga mesin membutuhkan tenaga dan bensin yang jauh lebih besar hanya untuk membuat roda menggelinding secara normal.

5. Jarang Melakukan Servis Secara Berkala

Filter udara yang kotor, oli mesin yang sudah melewati masa pakai, hingga busi yang mulai aus dapat membuat proses pembakaran menjadi tidak optimal. Akibatnya, konsumsi bahan bakar ikut meningkat. Melakukan servis secara berkala di bengkel resmi membantu memastikan seluruh komponen kendaraan bekerja sesuai standar pabrikan agar efisiensi tetap terjaga.

6. Melewatkan Penggunaan Fitur Eco Mode

Banyak mobil modern kini telah dilengkapi dengan fitur canggih untuk menghemat bahan bakar, salah satunya adalah Eco Mode. Fitur ini berfungsi mengatur respons mesin dan transmisi agar penggunaan bahan bakar menjadi lebih efisien saat digunakan.

Sayangnya, banyak pengendara yang tidak memanfaatkan fitur ini dan lebih sering menggunakan mode Normal atau Sport sepanjang perjalanan yang memicu pemborosan BBM. Padahal, Eco Mode sangat ideal digunakan saat membelah kemacetan lalu lintas perkotaan agar konsumsi bensin lebih irit.