Sukses

Mengetahui Kegunaan Cold Spray, Semprotan Ajaib yang Sering Digunakan Pesepak Bola Saat Cedera

Liputan6.com, Jakarta - Piala Dunia telah membuat banyak orang menaruh perhatian terhadap penggunaan sebuah semprotan "ajaib" yang sering telihat digunakan untuk menyembuhkan cedera para pemain sepak bola di lapangan. Ya, bagi para penonton sepak bola pasti tidak asing lagi dengan semprotan yang sering kali dikeluarkan saat seorang pemain jatuh ke tanah karena terluka.

Semprotan ini merupakan zat aerosol yang penggunaannya tidak jarang menimbulkan rasa penasaran baru. Semprotan ini biasanya akan digunakan oleh dokter sebuah tim sepak bola. Mereka akan menggunakan semprotan ini ketika ada pemain yang cedera di lapangan dan membutuhkan penanganan instan.

Semprotan ini pun menjadi barang penyelamatnya. Dokter akan menyemprotkan zat ini ke bagian tubuh pemain yang terluka, sebelum mengirim mereka kembali bermain di lapangan. Luka tersebut pun tampak seketika sembuh dan pemain dapat langsung aktif bertanding.

Namun, melansir dari NBC News, Senin (05/12/2022), para ahli menyatakan bahwa semprotan yang biasa digunakan dalam pertandingan sepak bola ini ternyata tidak benar-benar bekerja untuk melakukan penyembuhan apapun. Sebaliknya, semprotan ini hanya menawarkan rasa dingin dan mati rasa yang bekerja sementara untuk menghilangkan rasa sakit.

Selain itu, setiap botol semprotan ini pun memiliki kandungan zat yang berbeda-beda tergantung dari mereknya. Secara umum, semprotan ini biasanya mengandung zat etil-klorida, yaitu obat resep yang digunakan sebagai antiseptik topikal dan zat pendingin, atau metil salisilat, zat anti-iritasi yang dapat menyebabkan rasa dingin dan panas pada permukaan kulit, serta biasa ditemukan dalam kandungan obat gosok.

Untuk beberapa merek, semprotan ini pun dapat ditemukan dengan mudah karena dijual di toko obat atau toko online. Semprotan ini dijual dengan sebutan "Cold Spray" atau "Pain Relief Spray" oleh beberapa merek seperti Cramer atau MyDerm.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Cold Spray Bekerja Sebagai Anestesi Sementara

Seorang ahli fisioterapi spesialis dalam kedokteran olahraga nonoperatif di Tufts Medical Center, Dr. Shane Davis mengatakan bahwa semprotan ini bekerja sebagai anestesi sementara yang menyebabkan perasaan mati rasa dan pembekuan kulit.

"Ini sangat mirip jika Anda meletakkan kompres es, Anda akan kehilangan sensasi di area tersebut, itu menenangkan rasa sakit," Dr. Shane Davis menjelaskan melalui situs NBC News. 

Oleh karena itu, kelegaan yang disebabkan semprotan ini hanya akan berlangsung selama beberapa saat. Namun, hal ini cukup untuk membuat pemain mengatasi rasa sakit cedera tersebut untuk pertama kali. Cold spray bekerja layaknya kompres es terhadap sebuah luka atau memar.

Karena penggunaan kompres es akan membutuhkan waktu lama untuk diterapkan dan pemain tidak bisa menghabiskan waktu lama untuk mengatasi cedera, di sinilah cold spray akan digunakan.

Bagi beberapa pemain, semprotan ini dapat memunculkan efek placebo. Ini karena saat rasa sakit itu hilang, adrenalin mereka dalam bertanding pun kembali dengan cepat dan membuat mereka dapat sedikit mengabaikan rasa sakitnya.

3 dari 4 halaman

Tidak Aman Digunakan untuk Luka Terbuka

Cedera pada tulang yang dapat menyebabkan munculnya memar, umum dialami oleh para pemain sepak bola saat bertanding di lapangan. Luka ini bisa menyebabkan rasa sakit, tetapi tidak sering menyebabkan cedera dalam jangka waktu lama. Akan tetapi, semprotan ini ternyata tidak aman untuk digunakan pada luka yang parah, seperti patah tulang atau robek.

Saat atlet sudah mengalami luka seperti ini, ada baiknya pemain segera ditarik keluar dari area lapangan. Seorang terapis fisik dalam kedokteran olahraga di Ohio State Wexner Medical Center, Mitch Therriault mengungkapkan, jika ada kekhawatiran akan kerusakan struktural atau kekhawatiran atlet dapat memperburuk keadaan, ada baiknya pemain tersebut ditarik keluar dari pertandingan.

Jadi, cold spray hanya dapat digunakan untuk luka seperti memar yang rasa sakitnya dirasakan dalam jangka pendek. Sementara untuk luka terbuka, para ahli tidak menyarankan penggunaan dari semprotan tersebut.

4 dari 4 halaman

Dapat Menimbulkan Risiko Jika Penggunanya Tidak Terlatih

Meskipun semprotan ajaib ini umum digunakan dalam beberapa olahraga selain pemain sepak bola, tidak semua tim mengandalkan semprotan ini. Ini diungkapkan oleh seorang juru bicara dari organisasi U.S. Soccer Federation yang mengatakan timnas mereka memiliki aturan tidak menggunakan cold spray.

Pelatih atletik untuk sepak bola pria di University of Pittsburgh, Sam Cervantes, mengatakan cold spray dapat menimbulkan risiko ketika diterapkan oleh pengguna tidak terlatih. Sifat zat yang membekukan dapat merusak kulit saat diaplikasikan terlalu lama.

Selain itu, produk juga tidak boleh digunakan kepada orang yang memiliki kondisi rentan terhadap dingin atau yang mengganggu sensasi kulit mereka. Menalsir NBC News, ia juga berpendapat kalau cold spray yang digunakan di Piala Dunia tidak berbeda dengan efek yang kita rasakan saat menggosok tulang kering setelah terbentur pintu atau meja.

Sementara itu, di luar dunia olahraga, semprotan dengan kandungan etil-klorida terkadang akan digunakan oleh dokter untuk membius bagian tubuh yang akan disuntik, membuat area tersebut menjadi mati rasa.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS