Sukses

Anti Tenggelam, Kapal XSV-17 Thunder Child Jadi Solusi Penyelamat di Lautan

Liputan6.com, Jakarta Transportasi adalah kendaraan yang sangat dibutuhkan manusia. Transportasi terbagi dengan berbagai macam jenis yaitu transportasi darat, laut, dan udara. Salah satu transportasi andalan masyarakat, terlebih lagi di Indonesia adalah transportasi laut.

Transportasi laut atau biasa disebut sebagai kapal menjadi salah satu transportasi yang diandalkan. Sebagian besar wilayah pesisir di Indonesia bisa dijangkau dengan kapal. Namun salah satu permasalahan pada transportasi laut adalah adanya potensi kebocoran dan tenggelam disaat cuaca sedang buruk.

Karena tidak sedikit kasus kapal yang karam, ada salah satu perusahaan membuat kapal yang diklaim anti tenggelam untuk menjadi salah satu kapal penyelamat disaat kapal penumpang sedang karam.

Bernama XSV-17 Thunder Child, kapal ini dikembangkan oleh perusahaan Safehaven Marine, yang berbasis di Irlandia. XSV-17 Thunder Child diklaim tidak bisa tenggelam di cuaca yang sangat buruk bahkan jika kapal ini terbalik. 

 

1 dari 3 halaman

Kuat Disaat Ombak Sedang Tidak Bersahabat

XSV-17 Thunder Child adalah kapal pencari dan penyelamatan revolusioner yang hampir tidak mungkin tenggelam. Bahkan saat terbalik di air, kapal ini mampu membalikan dirinya ke posisi semula.

Karena kemutakhirannya di lautan, kapal ini digunakan oleh Angkatan Laut Irlandia. XSV-17 Thunder Child dapat mencapai kecepatan hingga 54 knot (100 km/jam). Kapal penyelamat ini bisa menampung hingga 10 orang dan dirancang untuk menghadapi ombak yang ganas.

Fitur yang paling mengesankan dari kapal ini adalah kemampuannya untuk bangkit kembali ke posisi tegak dalam situasi apa pun, yang membuatnya tidak mungkin tenggelam.

"XSV-17 Thunder Child adalah kombinasi dari tiga faktor, pusat gravitasi yang sangat rendah, daya apung kabin dan kabin juga harus benar-benar kedap air," kata Frank Kowalksi selaku managing direktur Safehaven Marine.

 

2 dari 3 halaman

Lubang Udara Bisa Membuka dan Menutup Secara Otomatis

"Luas kabin harus mengandung cukup udara agar kapal tetap mengapung dan air tidak boleh masuk ke dalam kabin," lanjutnya.

Untuk memastikan bahwa kapal ini terus mengambang diatas permukaan air, lubang masuk udara akan tertutup secara otomatis.

Pusat gravitasi yang rendah tidak hanya membuat Thunder Child sulit dibalik, namun pada kesempatan yang sama, gelombang yang kuat dapat dilaluinya. Ketika berada di bawah air, pusat gravitasi bergeser ke bagian paling atas kapal, hal ini membuatnya mampu kembali ke posisi normalnya.

Untuk membuktikan kemampuan Thunder Child, salah satu perusahaan Irlandia baru-baru ini melakukan demonstrasi dimana mereka menggunakan derek untuk membalikkan perahu. Hasilnya perahu tersebut membalikkan dirinya secara langsung ke posisi yang normal.

Artikel Selanjutnya
Satgasus Polri Periksa Kapal Diduga Angkut Sabu
Artikel Selanjutnya
Kapal Diduga Bermuatan Sabu di Karimun Masih dalam Pemeriksaan