Saudari Presiden Irlandia Ditangkap Israel dalam Misi Global Sumud Flotilla

Sang presiden Irlandia sendiri telah lama menyuarakan dukungan terhadap rakyat Palestina.

Diterbitkan 19 Mei 2026, 12:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Dublin - Saudari Presiden Irlandia Catherine Connolly termasuk di antara para aktivis Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 tujuan Gaza yang ditahan oleh pasukan Israel.

"Margaret Connolly termasuk di antara sedikitnya enam warga negara Irlandia yang berada di atas flotila tersebut dan ditahan oleh Israel," bunyi laporan Irish Independent dengan mengutip para aktivis.

Menurut GSF, 10 kapal dari konvoi puluhan kapal dicegat di perairan internasional dan dinaiki pasukan Israel pada Senin (18/5/2026) dini hari.

Penyelenggara mengatakan pencegatan terjadi sekitar 129,6 kilometer dari Pulau Siprus, dengan sedikitnya enam dari 15 peserta asal Irlandia ditahan. 

Mereka juga telah merilis video dari Connolly dan lima aktivis lainnya yang direkam sebelum pencegatan terjadi. 

"Jika Anda menonton video ini, itu berarti saya telah diculik dari kapal saya di flotilla oleh pasukan pendudukan Israel dan saya sekarang ditahan secara ilegal di penjara Israel," kata Connolly dalam video tersebut. "Saya sangat bangga bisa ambil bagian dalam flotila ini — ini adalah yang terbesar hingga saat ini."

Dilaporkan terdapat sekitar 100 aktivis yang ditangkap pada Senin dalam serangan Israel ke flotila kemanusiaan yang berupaya mengirimkan bantuan logistik (pangan dan obat-obatan) ke Gaza dengan menembus blokade laut ilegal Israel.

Flotila yang terdiri atas lebih dari 50 kapal tersebut berlayar pada Kamis dari Marmaris di Turki. Penyelenggara mengatakan misi tersebut melibatkan 426 peserta, termasuk 96 aktivis Turki dan peserta dari 39 negara lainnya, termasuk Jerman, Amerika Serikat, Argentina, Australia, Bahrain, Brasil, Aljazair, Indonesia, Maroko, Prancis, Afrika Selatan, Inggris, Irlandia, Spanyol, Italia, Kanada, Mesir, Pakistan, Tunisia, Oman, dan Selandia Baru.

     

 

5 WNI Juga Ditangkap Israel

Tidak hanya warga Irlandia, lima warga negara Indonesia (WNI) juga ditangkap Israel pada Senin. Dari lima WNI tersebut, empat di antaranya merupakan jurnalis dari media nasional.

Steering Committee Global Sumud Flotilla asal Indonesia Maimon Herawati mengatakan bahwa lima WNI yang ditangkap terdiri dari Toudy Badai Rifan dan Bambang Noroyono alias Abeng dari Republika, Rahendro Herubowo dari iNews, Andre Prasetyo dari Tempo, serta seorang relawan Rumah Zakat bernama Angga.

Maimon menambahkan, "Kemungkinan either mereka dibawa ke Asdod maka kemudian komunikasi kepada mereka melalui tim pengacara Adalah atau mereka seperti kemarin dibawa ke Siprus barangkali. Nah mungkin di sana tim sudah ada dan Insyaallah dari sana nanti bisa berkomunikasi dengan mereka. Pelayaran tetap dilanjutkan. Tidak ada lagi sepertinya yang problem."

Maimon memastikan bahwa saat ini empat WNI lainnya masih melanjutkan pelayaran.

"Masih ada dua kapal yang berlayar yang membawa warga negara Indonesia, yaitu kapal Kastri Sadabad dan kapal Zephyro. Di kapal Zephyro ada Ronggo dan Herman, sedangkan di kapal Kastri Sadabad ada As'ad dan Hendro," tuturnya.Â