Liputan6.com, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi berbicara soal rencana revisi Undang-undang (UU) Kewarganegaran Ganda untuk talenta unggul. Dia memastikan pemerintah akan selektif dalam menentukan para talenta unggul yang menerima kewarganegaraan ganda.
"Yang pasti adalah pemikiran itu tentunya manakala pun nanti misalnya kita setujui bersama-sama tentunya sangat-sangat selektif," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Sabtu (15/8/2026).
Dia menekankan pemerintah tak akan sembarangan memberikan kewarganegaraan ganda. Nantinya, akan ada ketentuan yang ditetapkan.
Advertisement
"Bukan kemudian sebuah kebijakan itu berlaku kemudian untuk bisa semuanya atau bisa dengan mudahnya itu tidak seperti itu," ujar Prasetyo.
Namun, Prasetyo menuturkan wacana RUU Dwi Kewarganegaraan masih dikaji. Menurut dia, pemerintah belum menentukan skema pemberian kewarganegaraan ganda.
"Baru disampaikan sebagai sebuah pemikiran gitu yang kemudian minta untuk mari kita kaji bersama-sama. Belum sampai kepada skemanya seperti apa," jelas Prasetyo.
Prabowo Izinkan WNI Punya Kewarganegaraan Ganda
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mendorong dwikenegaraan untuk talenta-talenta unggul asal Indonesia yang berkarier di luar negeri. Prabowo akan mengusulkan revisi Undang-undang (UU) agar talenta unggul Indonesia tersebut dapat memiliki kewarganegaran ganda.
"Hari ini saya sampaikan ke dewan saran pemerintah Indonesia, saran kami untuk kita izinkan dwi kewarganegaraan bagi talenta-talenta tertentu yang dibutuhkan oleh bangsa Indonesia," kata Prabowo saat menyampaikan pidatoRUU APBN tahun 2027 beserta Nota Keuangannya di Kompleks Parlemen Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Dia menyebut Indonesia memiliki jutaan diaspora yang memiliki kemampuan unggul di bidangnya. Mulai dari, ilmuwan, dokter, insinyur, ahli kecerdasan buatan, peneliti, pengusaha, seniman, atlet, pemain bola, hingga profesional kelas dunia.
Prabowo menuturkan sebagian dari diaspora itu terpaksa mengambil kewarganegaraan lain karena kebutuhab kariernya, kelurga, atau pengabdian mereka di luar negeri. Menurut dia, pemerintah tak dapat memaksa talenta terbaik memilih antara karier atau ikatan terhadap Indonesia.
"Kita tidak boleh memaksa talenta terbaik Indonesia memilih antara kesempatan berkarya di dunia dan ikatan mereka kepada tanah air," ujarnya.
Untuk itu, pemerintah akan mengajukan revisi UU Dwikenagaraan untuk talenta unggul Indonesia yang berada di luar negeri. Prabowo memastikan kebijakan tersebut akan dirancang secara terukur.
"Hari ini pemerintah akan mengajukan kepada sidang yang terhormat ini perubahan undang-undang untuk membuka kewarganegaraan ganda secara terbatas bagi mereka yang memiliki talenta istimewa dan dapat memberi sumbangan luar biasa bagi kepentingan nasionl," jelas Prabowo.
"Kebijakan ini akan kita rancang dengan selektif terukur, disertai uji integritas, kewajiban yang jelas, serta perlindungan penuh terhadap keamanan dan kepentingan negara," sambungnya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5432608/original/039355600_1764817183-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-04T072013.095.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5300825/original/063294400_1753929347-20250721_132106.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542212/original/065975700_1774936641-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5523300/original/073953200_1772800710-IMG_0778.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7767979/original/011455400_1780578714-IMG_3908__1_.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5184984/original/001805500_1744356237-Prabowo_Subianto.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320727/original/011352000_1786374817-Gempa_Kolombia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4729325/original/021423500_1706521231-20240129-Houthi-Yaman-AFP-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2797336/original/032322400_1557127403-gedung_pancasila_kemlu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1679084/original/064714700_1502716829-20170814-Retno-Marsudi-CMS-GM5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320743/original/011765100_1786380116-col5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314708/original/052637800_1785763408-WhatsApp_Image_2026-08-03_at_18.23.34.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782471/original/014509800_1782888266-WhatsApp_Image_2026-07-01_at_13.43.00.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314673/original/003448200_1785758649-WhatsApp_Image_2026-08-03_at_18.40.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3594740/original/004269900_1633544537-000_9P49CT.jpg)