Waspada Hoaks Gempa Bumi Mencatut BMKG, Intip Cara Agar Tak Terpengaruh

Awas hoaks gempa bumi mencatut BMKG, mengkonsumsi informasi kanal resmi menjadi cara agar terhindar dari informasi bohong.

Diterbitkan 16 Juni 2026, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Hoaks terkait gempa bumi mencatut BMKG kerap bermunculan di tengah potensi aktivitas seismik, untuk itu kita perlu mewaspadainya agar tidak terpengaruh dengan mendapatkan informasi yang akurat dan terpercaya.

BMKG secara konsisten mengimbau publik untuk selalu merujuk pada sumber resmi mereka guna memverifikasi setiap pembaruan, termasuk mengenai gempa hari ini, 16 Juni 2026. Langkah ini penting untuk memastikan keselamatan dan menghindari kepanikan akibat informasi yang tidak benar.

BMKG telah menyediakan beragam kanal resmi yang dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat untuk memperoleh data gempa bumi terkini. Kanal-kanal ini dirancang untuk memberikan informasi secara cepat, akurat, dan komprehensif, mulai dari magnitudo hingga potensi tsunami.

Selain akses informasi yang mudah, BMKG juga aktif mengedukasi masyarakat tentang bahaya hoaks terkait gempa bumi. Penyebaran informasi palsu dapat menimbulkan keresahan dan kepanikan yang tidak perlu, sehingga kemampuan untuk mengidentifikasi dan menghindari hoaks menjadi sangat penting.

Mengakses Informasi Gempa Akurat dari BMKG

Untuk mendapatkan data gempa bumi yang valid, masyarakat dapat memanfaatkan situs web resmi BMKG. Pengguna cukup mengunjungi laman BMKG, lalu memilih menu "Gempabumi & Tsunami". Di sana, tersedia opsi "Gempabumi Terkini (M>5.0)" untuk melihat detail gempa dengan magnitudo di atas 5.0. Situs ini juga menyajikan informasi gempa yang dirasakan, data gempa real-time, serta gempa bumi yang berpotensi tsunami. Informasi yang ditampilkan meliputi magnitudo, kedalaman, koordinat lokasi, wilayah yang merasakan guncangan (skala MMI), serta arahan resmi dari BMKG.

Alternatif lain yang sangat direkomendasikan adalah aplikasi resmi "Info BMKG". Aplikasi ini tersedia untuk diunduh melalui Google Play Store bagi pengguna Android dan App Store untuk perangkat iOS. Setelah terinstal, pengguna dapat membuka aplikasi dan memilih menu "Gempabumi", kemudian "Gempabumi Terkini (M>5.0)" untuk melihat informasi gempa bumi dengan magnitudo sama dengan atau lebih besar dari 5.0. Aplikasi ini juga menampilkan gempa bumi yang dirasakan, gempa bumi real-time, dan bahkan jarak lokasi gempa dengan posisi pengguna.

Aplikasi Info BMKG tidak hanya menyediakan data gempa, tetapi juga informasi cuaca, iklim, kualitas udara, cuaca maritim, dan cuaca penerbangan. Fitur peringatan dini cuaca serta notifikasi juga tersedia, dirancang untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi secara cepat, akurat, dan mudah.

Selain itu, BMKG juga memanfaatkan platform media sosial untuk menyebarkan pembaruan informasi gempa bumi. Masyarakat dianjurkan untuk memantau akun media sosial resmi BMKG, yang biasanya ditandai dengan tanda verifikasi (centang biru) untuk menjamin keasliannya.

Waspada Hoaks Gempa: Kenali Ciri dan Cara Verifikasinya

Penyebaran hoaks terkait gempa bumi dapat memicu kepanikan massal. BMKG telah menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada teknologi yang mampu memprediksi secara pasti kapan, di mana, dan seberapa kuat gempa akan terjadi. Oleh karena itu, informasi yang meramalkan gempa besar atau tsunami di masa depan dipastikan adalah hoaks.

Ciri-ciri lain dari hoaks gempa bumi meliputi ketiadaan lembaga atau nomor kontak yang bertanggung jawab atas informasi tersebut, berbeda dengan informasi resmi BMKG yang selalu jelas sumbernya. Hoaks juga seringkali menggunakan judul yang sensasional, provokatif, atau menghasut untuk menarik perhatian. Klaim yang tidak masuk akal atau penggunaan tata bahasa yang buruk juga menjadi indikasi kuat bahwa informasi tersebut palsu. Pesan berantai yang mengklaim prediksi gempa bumi berkekuatan besar atau gempa megathrust dalam waktu dekat, dan tidak berasal dari sumber kredibel, juga termasuk hoaks.

Untuk menghindari hoaks bencana alam, masyarakat harus selektif dalam memilih sumber informasi. Selalu percayai sumber terpercaya seperti BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kesehatan, atau media massa ternama. Penting untuk tidak mudah percaya pada situs web atau akun media sosial yang tidak dikenal atau mencurigakan.

Apabila menerima informasi yang mengklaim berasal dari lembaga tertentu, segera lakukan verifikasi langsung ke situs web resmi, akun media sosial resmi, atau hubungi nomor telepon resmi lembaga terkait. Cermati judul dan isi berita, serta bandingkan dengan referensi lain dari situs resmi atau media terpercaya. Waspadai judul yang terdengar terlalu bagus atau terlalu buruk untuk menjadi kenyataan. Selain itu, periksa keaslian gambar dan video menggunakan alat seperti reverse image search untuk mendeteksi manipulasi.

Masyarakat diimbau untuk tidak terburu-buru menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama dalam situasi bencana, guna mencegah kepanikan. Mengaktifkan notifikasi gempa dan cuaca dari aplikasi resmi BMKG atau mengikuti akun resmi BPBD juga merupakan langkah proaktif untuk mendapatkan informasi valid. Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat menjadi agen pemutus hoaks dengan mengenali ciri-cirinya dan tidak meneruskan berita bohong.

  • liputan6
    Gempa adalah peristiwa bergetar atau bergoncangnya bumi karena pergerakan atau pergeseran lapisan batuan pada kulit bumi secara tiba‐tiba.
    Gempa
  • liputan6
    Beberapa kejadian gempa bumi tercatat di Indonesia pada bulan Mei 2026, termasuk di Muna, Sulawesi Tenggara, dan Gayo Lues, Aceh, dengan magnitudo bervariasi.
    Gempa Bumi Terbaru
  • liputan6
    BMKG adalah singkatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika yang berstatus Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPN).
    BMKG
  • liputan6
    Sub-topik ini menguraikan peran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai lembaga resmi penyedia informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami di Indonesia.
    Bmkg Informasi Gempa
  • Gempa Bumi
  • Hoaks
  • Hoaks gempa