Sukses

Cek Fakta: Tidak Benar Ada Gereja Dibakar Saat Serangan Teror pada 27 November 2020 di Sigi

Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang sebuah gedung gereja dibakar dalam serangan teror di Sigi, Sulawesi Tengah pada Jumat 27 November 2020 beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan akun Facebook Muhammad Sadli pada 28 November 2020.

Akun Facebook Muhammad Sadli mengunggah sebuah narasi yang berisi adanya gedung gereja dibakar saat aksi serangan teror di Sigi.

"Dikabarkan ada serangan teror ke gereja di Sulawesi Tengah pada Jumat pagi, 27 November

Serangan dilakukan di Lewonu Lembantongoa, Sulawesi tengah dengan Korban :

1. Gedung Gereja Pos Pelayanan Lewonu Lembantongoa dibakar habis

2. 6 Rumah jemaat dibakar

3. 4 orang jemaat meninggal ( 2 orang meninggal dipotong, 1 orang putus leher dengan badan dan 1 orang dibakar )Pemerintah harus bertindak tegas...," tulis akun Facebook Muhammad Sadli.

Konten yang disebarkan akun Facebook Muhammad Sadli telah 15 kali dibagikan dan mendapat 37 komentar warganet.

Benarkah ada gedung gereja yang dibakar dalam serangan teror di Sigi, Sulawesi Tengah pada Jumat 27 November 2020? Berikut penelusurannya.

 

 

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri kabar tentang adanya gedung gereja dibakar dalam serangan teror di Sigi, Sulawesi Tengah pada Jumat 27 November 2020.

Penelusuran dilakukan menggunakan situs pencari Google Search dengan memasukkan kata kunci "gereja dibakar sigi". Hasilnya terdapat beberapa artikel yang membantah kabar tersebut.

Satu di antaranya artikel berjudul "Polisi Pastikan Tidak Ada Gereja Dibakar di Sigi" yang dimuat situs merdeka.com pada 29 November 2020.

Merdeka.com - Polisi memastikan tidak ada gereja di Desa Lembontongo Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) yang dibakar kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora. Ini diketahui setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara.

"Berdasarkan olah tempat kejadian perkara, tidak ada gereja yang dibakar sebagaimana isu yang berkembang di luar, hanya saja tempat rumah yang bisa dijadikan pelayanan umat," kata Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol. Didik Supranoto saat dikonfirmasi Merdeka.com, Sabtu (28/11).

Pasca terjadinya pembunuhan dan pembakaran, Polres Sigi dibantu Satgas Ops Tinombala baik dari Polri dan TNI serta Densus 88 mulai melakukan pengejaran terhadap pelaku. Berdasarkan keterangan dari saksi-saksi, setelah ditunjukkan foto DPO teroris MIT, membenarkan bahwa mereka pembunuhan dan pembakaran rumah. Sehingga dapat dipastikan pelaku adalah kelompok MIT Poso.

"Diharapkan masyarakat tetap tenang, tidak terpancing berita - berita yang provokatif, pihak kepolisian bersama TNI telah berusaha semaksimal mungkin untuk menangani masalah ini," tutup Didik.

Sebelumnya, Polisi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pembunuhan satu keluarga di Desa Lembontongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Hasil olah TKP, pelaku diketahui merupakan terduga teroris kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora.

"Saksi setelah diperlihatkan DPO teroris MIT, meyakini bahwa identitas tiga orang tak dikenal adalah teroris kelompok Ali Ahmad alias Ali Kalora," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono saat dikonfirmasi, Sabtu (28/11).

Menurut Awi, olah TKP dilakukan oleh Tim Gabungan Polres Sigi dan Polda Sulawesi Tengah pada Jumat, 27 November 2020 sekitar pukul 18.00 sampai dengan 23.00 Wita.

"Tim telah melakukan evakuasi jenazah dan mencari saksi-saksi," ujar dia.

 

 

3 dari 4 halaman

Kesimpulan

Kabar tentang adanya gedung gereja dibakar dalam serangan teror di Sigi, Sulawesi Tengah pada Jumat 27 November 2020 ternyata tidak benar.

Faktanya tidak ada gereja yang dibakar saat serangan teror tersebut. Polisi mengatakan, yang dibakar oleh para pelaku teror adalah rumah yang bisa dijadikan pelayanan umat. Konten yang disebarkan akun Facebook Muhammad Sadli masuk kategori palsu.

 

4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.