Kesalahan AC Milan Terbongkar: Gagal Rekrut Rayan yang Kini Meledak di Bournemouth

Gianluca Di Marzio mengungkap AC Milan nyaris merekrut Rayan sebelum sang wonderkid Brasil bersinar di Bournemouth.

Diterbitkan 22 Mei 2026, 15:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cerita kegagalan AC Milan ini bermula dari Gianluca Di Marzio yang membahas keputusan AS Roma mendepak direktur mereka, Tiago Pinto. Namun, pria asal Portugal itu kini justru menunjukkan kualitasnya bersama Bournemouth di Premier League.

Jurnalis transfer ternama Italia itu menyoroti perkembangan tersebut dalam siniar Caffe Di Marzio. Ia menilai Tiago Pinto berhasil membuktikan kapasitasnya setelah meninggalkan ibu kota Italia.

Di tengah pujian terhadap kinerja Pinto, muncul pula cerita menarik soal salah satu talenta muda Brasil bernama Rayan Vitor Simplicio Rocha. Pemain yang kini bersinar bersama Bournemouth itu ternyata sempat sangat dekat dengan AC Milan.

Kini, keputusan Bournemouth memboyong Rayan mulai terlihat sebagai investasi jitu. Penyerang muda asal Vasco da Gama tersebut langsung menunjukkan tajinya di Inggris dan membuat Milan disebut-sebut kehilangan salah satu prospek terbaik Amerika Selatan.

Tiago Pinto Bangkit Setelah Tinggalkan Roma

Nama Tiago Pinto kembali menjadi pembicaraan setelah Bournemouth tampil mengejutkan musim ini. Klub kecil Premier League itu sukses bersaing dan bahkan mampu menembus kompetisi Eropa.

Di Marzio menilai pencapaian tersebut tidak lepas dari tangan dingin Pinto di balik layar. Ia menyebut mantan direktur Roma itu berhasil membangun fondasi skuad dengan strategi transfer yang cerdas.

Menurut Di Marzio, kemampuan Pinto bukan hanya sekadar mencari pemain berbakat. Ia juga dianggap piawai mengelola nilai jual pemain sehingga Bournemouth mendapatkan keuntungan besar dari aktivitas transfer mereka.

“Tiago Pinto, yang dikorbankan di altar entah apa dinamika internal di Roma, kini telah menjadi manajer pertama yang membawa Bournemouth yang kecil namun hebat ke kompetisi internasional. Tiago Pinto bukan hanya spesialis dalam perekrutan pemain; Roma masih memiliki Dybala, dan Svilar, yang direkrut dengan status bebas transfer, adalah aset yang luar biasa, baik secara teknis maupun berpotensi menghasilkan keuntungan modal yang signifikan," ucapnya, dilansir SempreMilan.

“Di Bournemouth, ia juga membuktikan dirinya sebagai pedagang yang terampil, tidak hanya dalam penjualan Huijsen ke Real Madrid seharga €60 juta dan kemudian direkrut seharga €18 juta, Semenyo ke Manchester City, dan Kerkez sendiri… Tetapi juga dalam kemampuannya untuk mengidentifikasi pemain yang tepat untuk direkrut.”

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Dalam pembahasannya, Di Marzio juga mengungkap fakta menarik mengenai Rayan. Talenta muda Brasil itu ternyata sempat menjadi target serius AC Milan sebelum akhirnya memilih hijrah ke Inggris. Rayan tampil luar biasa bersama Vasco da Gama pada 2025 lalu. Meski masih berusia 18 tahun, ia mampu mencetak 16 gol dalam 42 pertandingan dan langsung menarik perhatian sejumlah klub Eropa. Milan disebut sudah memantau situasi Rayan sejak musim panas lalu. Rossoneri bahkan kembali mencoba mendekatinya menjelang bursa transfer Januari sambil membahas kemungkinan transfer Samuel Chukwueze ke Fulham. Namun, Bournemouth bergerak lebih cepat dalam perburuan tersebut. Klub Premier League itu akhirnya menyepakati transfer hampir €30 juta dan kini mulai menikmati hasil investasi mereka setelah Rayan mencetak tujuh gol dalam 15 pertandingan pertamanya di Inggris. “Ambil contoh Rayan dari Vasco da Gama, yang juga hampir bergabung dengan AC Milan,” ujar Di Marzio. (SempreMilan)

Halaman
Show All
Dimas Ardi PrasetyaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan