Jika FIFA Pindahkan Piala Dunia U-20 2023, Indonesia Takkan Bisa Ikut Serta

Jatah Indonesia di Piala Dunia U-20 2023 akan diberikan kepada tuan rumah pengganti. Kondisi ini sangat merugikan Indonesia.

OlehThomas
Diterbitkan 26 Maret 2023, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

“Namun karena event olahraganya tak terlalu besar, maka tak menjadi perhatian masyarakat. Namun karena Piala Dunia U-20 merupakan event yang besar, maka banyak pihak yang memperhatikannya,” terang Gita.

Lupakan Tuan Rumah Olimpiade

Lanjut Gita, saat ini negara yang paling siap menyelenggarakan Piala Dunia U-20 adalah Qatar. Sebab mereka baru menyelesaikan Piala Dunia. Jika Piala Dunia U-20 dipindah ke Qatar, menurut Gita tertutuplah kesempatan Indonesia untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia tahun 2040 dan Olimpiade 2036 yang rencananya akan dilaksanakan di Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Sebab peluang Israel untuk ikut Piala Dunia dan Olimpiade sangat besar. Indonesia bisa dianggap sebagai negara yang tidak bisa menerima kontingen dari negara lain yang diterima IOC dan FIFA. Kecuali IOC dan FIFA yang melarang Rusia karena telah melakukan invasi ke Ukraina. Sedangkan Israel tak dilarang baik oleh IOC maupun FIFA. Indonesia tak bisa mengatakan ingin menjadi tuan rumah untuk Piala Dunia dan Olimpiade namun tak mau menerima Israel,” kata Gita.

Jadi Isu Politik

Sementara itu Pengamat Timur Tengah yang juga Dosen Hubungan Internasional Universitas Bina Nusantara, Tia Mariatul Kibtiah S. Ag., M.Si menilai isu penolakan timnas Piala Dunia U-20 Israel saat ini sudah dijadikan isu politik. Menurutnya partai atau pemimpin daerah yang menentang kehadiran timnas Israel hanya mencari muka dan ingin mendapatkan dukungan dari masyarakat yang selama ini mendukung kemerdekaan Palestina.

“Kelihatan sekali penolakan terhadap timnas Israel ini dipolitisasi. Saya melihat ada faktor kepentingan politik domestik oleh politikus di Indonesia. Terlihat sekali beberapa kepala daerah yang tak setuju dengan kehadiran timnas Israel dari parpol tertentu. Sebab yang selama ini lantang menentang Israel adalah PKS. Motif kepala daerah dan parpol tersebut hanya untuk mendapatkan dukungan serta menarik simpati masyarakat yang selama ini tak memilih partai tersebut. Jika mendukung kehadiran timnas Israel popularitas mereka akan jatuh,” kata Tia.

Tia menjelaskan saat ini negara-negara Arab yang selama ini berkonflik langsung dengan Israel sudah menjalin hubungan diplomatik dan bisnis dengan mereka. Seperti Uni Emirat Arab dan Bahrain. Bahkan Saudi Arabia sudah mulai menjalin komunikasi diplomatik dengan Israel.

Menurut Tia, jika ingin mendukung isu kemerdekaan Palestina, seharunya disuarakan di Dewan Keamanan PBB. Bukan di event Piala Dunia U-20.

“Harusnya yang lantang menentang kehadiran Israel di Piala Dunia U-20 adalah negara Arab yang memiliki konflik dengan Israel. Jika Indonesia menolak kedatangan timnas Israel, tidak ada dampaknya terhadap kemerdekaan Palestina. Justru akan merugikan Indonesia. Masyarakat harusnya bijak mensikapi kehadiran timnas Israel ini. Kehadiran timnas Israel tak mengubah kebijakan politik Indonesia untuk kemerdekaan Palestina. Aneh dan lebai jika Indonesia menolak timnas Israel bertanding di Piala Dunia U-20,” ucap Tia.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Thomas, Bogi TriyadiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan