Negara Tetangga Minta Indonesia Ekspor Listrik, Bahlil: Harganya Harus Win-Win

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan, kerja sama itu harus saling menguntungkan.

Diterbitkan 22 September 2026, 15:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Menteri ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkap banyak negara tetangga meminta Indonesia ekspor listrik. Namun, dia meminta harga yang berlaku perlu saling menguntungkan.

Bahlil menegaskan, tak masalah jika RI harus mengirim listrik ke negara tetangga. Menurut dia, hal tersebut bisa jadi salah satu cara untuk membantu negara-negara sahabat.

"Beberapa negara tetangga kita meminta untuk kita melakukan ekspor listrik bagi kami Indonesia tidak apa-apa kita ekspor,, kita harus saling membantu," ungkap Bahlil dalam Electricity Connect 2026, di ICE BSD, Tangerang, Banten, Selasa (22/9/2026).

Dia menekankan perlu adanya kesepakatan harga dari proses ekspor tersebut. Dia meminta ada kerja sama yang saling menguntungkan, bukan sebatas keuntungan bagi importir listrik.

"Tapi harganya juga jangan harga yang mau kamu saja, enggak boleh, harganya yang harus win-win. Kerja sama itu saling menguntungkan, bukan kerja sama itu saling menekan, enggak boleh, saya enggak mau ingin lagi seperti itu," beber dia.

Bahlil menerangkan, Presiden Prabowo Subianto memandatkan perlunya berkawan dengan semua negara. "Kita ingin untuk berkawan kepada semua orang, tetapi perkawanan itu harus dimaknai sebagai bentuk etikat baik dengan saling menghargai tapi jangan coba-coba menekan negara kami, jangan coba-coba," beber dia.

 

Belum Sepakat Soal Harga ASEAN Power Grid

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia buka-bukaan belum menandatangani kesepakatan jaringan listrik ASEAN atau ASEAN Power Grid. Salah satunya ada harga yang dinilai belum saling menguntungkan.

Informasi, ASEAN Power Grid jadi salah satu rencana untuk menyanbungkan jaringan listrik lintas negara anggota ASEAN. Tujuannya diharapkan mampu memudahkan perdagangan listrik dan ketahanan energi masing-masing negara.

Namun, Bahlil menegaskan belum sepakat dalam hal harganya. "Harganya belum win-win, jelas-jelas aja," kata dia, di sela-sela Electricity Connect 2026, di ICE BSD, Tangerang, Banten, Selasa (22/9/2026).

 

Belum Ambil Sikap

Dia mengatakan, Menteri Energi Malaysia telah menyinggung kembali soal rencana ASEAN Power Grid tersebut. Hal itu menjadi salah satu komitmen negara-negara Asia Tenggara dalam KTT ASEAN di Filipina beberapa waktu lalu.

"Tinggal Indonesia katanya belum tanda tangan, karena betul, itu saya belum tanda tangan, marena hitungan saya belum win-win, alau sudah win-win saya akan teken," ungkap Bahlil.

Dia menegaskan, saling menguntungkan harus bisa adil bagi semua pihak yang terlibat, yakni negara anggota ASEAN. Dia meminta setiap negara mampu terbuka.

"Bukan kamu untung 70, kita untung 30, itu bukan win-win, abuleke namanya itu. Itu kira-kira jadi kita udah lah, kita hidup di era keterbukaan kayak begini, gak usah lagi kita main lempar batu sembunyi tangan, gak perlu, kita fair-fair saja," jelas dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6