Bahlil Tegaskan Indonesia Belum Bisa Ekspor Listrik, Ini Alasannya

Bahlil menegaskan izin ekspor listrik ada di Kementerian ESDM dan bukan di Danantara.

Diterbitkan 02 November 2026, 19:42 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, menegaskan Indonesia belum berencana mengekspor listrik dalam waktu dekat. Pasalnya, kebutuhan listrik di dalam negeri masih harus menjadi prioritas.

“Indonesia dalam waktu dekat belum bisa mengekspor listrik, ya. Kita masih butuh listrik,” ujar Bahlil, dikutip dari Antara, Senin (2/11/2026).

Bahlil mengingatkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) untuk tidak menerima lobi-lobi yang dilakukan negara yang akan menjadi penerima ekspor listrik Indonesia.

Dia bahkan menegaskan jika izin ekspor listrik ada di Kementerian ESDM dan bukan di Danantara. “Saya sudah kasih tahu Danantara, jangan kamu mau dilobi-lobi. Enggak ada. Izin itu ada di ESDM, bukan di Danantara,” ucap Bahlil.

kedaulatan dan wibawa negara, tambah Bahlil, harus didahulukan dan bukan sesuatu yang tidak bisa ditawar-tawar. “Jangan mau senangnya saja negara-negara itu. Begitu kita ada sesuatu yang tidak pas, mulai buat gerakan tambahan,” ucap Bahlil.

Bahlil Pasang Syarat Ekspor Listrik: Harga Kami yang Tentukan

Sebelumnya, Bahlil Lahadalia, memberi sinyal tegas terkait wacana ekspor listrik ke luar negeri. Ia menekankan, Indonesia tidak akan asal-asalan melepas pasokan listrik hijau jika harga jualnya tidak ditentukan oleh negara sendiri.

Bahlil mengungkapkan, permintaan ekspor listrik berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) dari negara tetangga sebenarnya sudah bergulir sejak 2020 lalu.

"Dunia sekarang lagi mendorong untuk bagaimana industri mereka, produk mereka itu memakai green energy,” ujar Bahlil dalam acara di Hotel Raffles, Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Ia menyoroti gelagat negara pembeli yang ingin menguasai pasokan energi sekaligus menentukan harganya sendiri.

"Bayangkan kalau ada satu negara, dia enggak punya energi, tapi dia punya modal dan dia punya teknologi, ruangnya sudah tidak ada lagi, kemudian dia impor dari kita, minta, habis itu bahan bakunya dari kita. Ya sudah, kita serahkan kita punya kepala saja,” tambahnya.

Bahlil menilai penentuan harga ekspor listrik secara mandiri merupakan bagian krusial dari upaya menjaga kedaulatan bangsa dan posisi tawar (bargaining position) Indonesia.

"Saya pikir boleh kita ekspor, yang penting harganya kita yang tentukan. Kau mau beli barang, tapi harga pun kau yang tentukan, emang kau pikir negara kita ini negara orang yang enggak punya otak apa? Sudah dia mau menentukan harganya, pengusahanya pun dia mau tentukan. Ini Abuleke kelas tinggi ini," tegas Bahlil.

Menurutnya, perdagangan internasional tetap harus menjunjung prinsip saling menghargai. "Jadi boleh kita dagang tapi juga harus menjaga kedaulatan kita. Jangan diri kita kita jual murah, enggak boleh. Kita harus sama-sama punya bargaining position yang sama," lanjutnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • liputan6
    Listrik adalah daya atau kekuatan yang dapat digunakan untuk menghasilkan panas, cahaya, atau untuk menjalankan suatu mesin.
    Listrik
  • Bahlil Lahadalia adalah Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Kabinet Indonesia Maju era Joko Widodo Ma'ruf Amin.
    Bahlil Lahadalia adalah Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Kabinet Indonesia Maju era Joko Widodo Ma'ruf Amin.
    Bahlil Lahadalia
  • danantara