Bek Prancis Gentar Lihat Brasil, Harapkan Neymar Cs Tersingkir Secepatnya di Piala Dunia 2022

Bek Prancis asal Arsenal, William Saliba tahu betul kualitas rekannya Gabriel Jesus yang main untuk Brasil di Piala Dunia 2022.

Diterbitkan 03 Desember 2022, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Doha- Bek Timnas Prancis, William Saliba berharap bisa menghindari Brasil di fase selanjutnya Piala Dunia 2022. Prancis menjadi pemimpin di grup D Piala Dunia Qatar.

Dengan demikian, Prancis bakal menghadapi Polandia yang jadi runner up di grup C di 16 besar. Jika terus melaju, Prancis berpotensi paling mungkin jumpa di final Piala Dunia 2022.

Kalau Prancis dan Brasil terus melaju, potensi jumpa di semifinal bisa terjadi. Maka itu, Saliba berharap Brasil bisa tersingkir secepatnya.

Secara khusus, Saliba ingin mengalahkan rekannya di Arsenal, Gabriel Jesus yang main di Brasil. Dia tahu betul kualitas tinggi yang dimiliki rekan-rekannya.

"Dia pemain top dan sudah banyak melakukan hal positif di Arsenal tahun ini," kata Saliba seperti dikutip espn.

"Saya berharap dia tampil bagus di Piala Dunia, tapi kali ini saya berharap mereka tersingkir secepat mungkin," dia menambahkan.

 

Memori Euro 2020

Prancis akan menghadapi Polandia di 16 besar Piala Dunia 2022. Ini sudah mengakhiri kutukan juara bertahan yang selalu tersingkir di tiga edisi terakhir Piala Dunia.

Meski begitu, Prancis masih punya memori buruk di Euro 2020. Saat itu, mereka tersingkir di 16 besar Euro 2020 dari Swiss.

Antoine Griezmann masih mengenang momen itu. Prancis unggul 3-1 tapi disusul Swiss dengan baik.

"Saya pikir kami terlalu santai saat melawan Swiss. Saat kami unggul 3-1, kami berpikir semua sudah berakhir," ujarnya.

"Di turnamen besar, Anda bakal sadar semua lawan itu sulit. Ini juga bakal berlaku saat melawan Polandia. Tak ada yang bisa digaransi, kami harus fokus dari sejak start sampai finis."

 

Penalti

Prancis sejauh ini belum mendapatkan penalti di sepanjang Piala Dunia 2022. Kalau didapatkan lawan Polandia, Prancis akan menghadapi kiper Polandia Wojciech Sczesny yang sudah menepis penalti 2 kali di Piala Dunia.

"Kami sudah punya penendang penalti. Tapi saya tak akan beri tahu Sczesny, dia cukup bagus. Jadi biar jadi kejutan," kata Griezmann.

Prancis akan jumpa Inggris atau Senegal kalau berhasil melaju ke perempat final.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) tak terima saat Kylian Mbappe Cs dipermalukan Tunisia 0-1. Prancis pun mengajukan keluhan kepada FIFA karena mereka mengklaim gol penyama kedudukan lewat Antoine Griezmann 'dianulir secara keliru' oleh VAR karena offside. Prancis mengajukan keluhan ke FIFA setelah gol menit-menit terakhir Griezmann melawan Tunisia dibatalkan oleh VAR - dengan federasi negara itu bersikeras bahwa itu 'dianulir secara keliru'. Griezmann melepaskan sepakan voli delapan menit memasuki waktu tambahan, tetapi gol itu dianulir setelah pemain depan yang bermain bersama Atletico Madrid tersebut dinyatakan offside ketika Aurelien Tchouameni mengirim bola ke area penalti. Bola tampak dibelokkan oleh bek Tunisia ke jalur Griezmann, yang pada saat itu berada dalam posisi onside, tetapi upaya itu dianulir dan Tunisia memenangkan pertandingan 1-0. “Kami menulis keluhan setelah gol Antoine Griezmann, menurut pendapat kami, (gol itu) dianulir secara keliru. Keluhan ini harus diajukan dalam waktu 24 jam setelah peluit akhir,” sebut pernyataan FFF, dilansir Daily Mail. FFF tidak merinci apakah keluhan atas gol itu sendiri atau fakta bahwa itu dikesampingkan setelah peluit akhir. Mereka berharap kejadian seperti ini tak akan terulang di laga selanjutnya.

Halaman
Show All
Defri Saefullah, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan