Profil John Herdman, Guru SD yang Bawa Kanada ke Piala Dunia 2022

Sukses menangani timnas sepakbola wanita di Selandia Baru dan Kanada, John Herdman mengantar timnas Kanada ke Piala Dunia 2022 di Qatar

Diterbitkan 19 September 2022, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Andai John Herdman lolos dalam trial di Noots County, salah satu klub tertua di Inggris dari Nottingham mungkin dunia tidak mengenalnya sebagai pahlawan sepak bola Kanada.

Tak hanya sekadar pahlawan, Herdman juga sangat layak bila disebut sebagai legenda sepak bola Kanada. Ia jadi pelatih pertama dalam sejarah yang berhasil membawa tim sepak bola wanita dan pria suatu negara untuk lolos ke Piala Dunia.

Kegagalan di Noots County itu yang kemudian membulatkan tekadnya untuk fokus dalam dunia kepelatihan dan memulai kursus saat usianya baru 16 tahun. Di usia 17 tahun, John Herdman yang dilahirkan di kota kecil bernama Consett pada 19 Juli 1975, sudah mendapat lencana kepelatihan pertamanya.

Usai mendapatkan sertifikat kepelatihan ia melanjutkan kuliah ke Leeds Trinity University, mengambil jurusan sport science dan bergabung ke dalam tim sepakbola universitas. Tak sekadar bermain, John Herdman juga menyalurkan ilmunya sebagai pelatih.

Setelah lulus, John Herdman kemudian kembali ke Consett dan menjadi seorang guru SD di St. Patrick, sekolahnya dulu semasa kecil. Kemudian melanjutkan karier sebagai pelatih Akademi Sunderland.

Meski begitu ia sempat diragukan kredibilitasnya sebagai seorang pelatih. Maklum saja, ada skeptisisme di Inggris terhadap seorang pelatih yang tidak punya karier sebagai pemain professional

Herdman menyadari bahwa masa depan kariernya di sepak bola Inggris yang konservatif sangatlah tipis.

“Ada mantan pemain timnas Inggris, dan saya melatih putranya di Sunderland. Dia berkata: ‘Dengar John, Anda adalah guru-pelatih yang sangat baik. Saya berharap memiliki keterampilan mengajar yang Anda miliki, tetapi satu hal yang tidak akan pernah Anda miliki adalah pengalaman berdiri di lapangan di depan 60.000 orang. Itulah mengapa Anda tidak akan pernah mencapai level tertinggi,” tutur John Herdman, dikutip dari inews.

Diragukan

Meski diragukan, John Herdman mampu bertahan selama 3 tahun hingga 2001. Saat itu, ia juga nyambi sebagai dosen paruh waktu di Northumbria University. Di situ ia bertemu dengan Dr. Paul Potrac yang mengajaknya pindah ke Selandia Baru.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

John Herdman pindah ke Selandia Baru pada tahun 2002, menjadi direktur sepak bola regional, sekaligus Manajer Pendidikan Pelatih di bawah asosiasi sepakbola Selandia Baru. Empat tahun kemudian Herdman diangkat menjadi pelatih kepala timnas sepakbola wanita Selandia Baru. Selain tim senior, Herdman juga memimpin tim junior dan menjabat sebagai Direktur Pengembangan Sepakbola Selandia Baru hingga tahun 2011. Selama ditangani Herdman, sepa kbola wanita Selandia Baru meraih prestasi terbaik mereka sejak tahun 1980-an. Timnas senior Selandia Baru berhasil dibawanya lolos ke Piala Dunia Wanita pada 2007 dan 2011, serta lolos ke Olimpiade Beijing 2008. Herdman juga berhasil membawa Selandia Baru memenangi 2 kejuaraan Oceania dan menjadi runner-up Piala Siprus 2010. Sementara di level junior, John Herdman berhasil membawa anak asuhnya mencapai 2 Piala Dunia Wanita U-20 pada tahun 2006 dan 2008. Prestasi Herdman di Selandia Baru itu membuat Asosiasi Sepakbola Kanada kepincut. Ia lalu diperkenalkan pada 2 September 2011 sebagai pelatih kepala tim sepakbola wanita Kanada.  

Halaman
Show All
Yo Kavya, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan