Sukses

Membedah Teknik Grappling Bersama Atlet ONE Championship Elipitua Siregar

Liputan6.com, Jakarta- Grappling merupakan salah satu bagian besar dalam teknik-teknik yang digunakan dalam seni bela diri campuran (MMA). Popularitas teknik grappling semakin meluas setelah Royce Gracie menerapkan Brazilian Jiu Jitsu untuk mengalahkan lawan-lawannya, bahkan yang bertubuh lebih besar maupun lebih kuat.

Menguasai teknik grappling kini sudah menjadi kewajiban bagi atlet yang ingin membangun karier profesional dalam dunia MMA. Setidaknya ada empat jenis grappling dalam MMA menurut Evolve yaitu BJJ, wrestling (gulat), judo, dan sambo.

Atlet profesional ONE Championship asal Indonesia, Elipitua “The Magician” Siregar, berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang teknik grappling. Jika striking terfokus pada pukulan serta tendangan, maka grappling lebih menitik beratkan pada serangan kuncian; serta bagaimana kaki, tangan, dan anggota tubuh lain bisa melilit dan melepaskan diri.

Menurut atlet asal Sumatera Utara ini, terdapat tiga elemen penting yang perlu dikuasai dalam grappling.

“Postur tubuh, posisi kuda-kuda, dan mencari momentum dalam pertandingan sangat penting sebelum kita menyerang dengan grappling,” ujarnya.

Ia pun membeberkan tiga elemen pengganggu yang bisa menggagalkan serangan grappling.

“Faktor clinch [bergulat dalam posisi berdiri], footwork [gerakan kaki], dan kondisi tubuh lawan yang berkeringat jadi faktor penting dalam penerapan grappling. Kesulitan lain adalah grappling harus dipelajari benar dari nol dan harus dilatih terus menerus,” urai atlet yang telah menorehkan 4 kemenangan dari 5 laga di ONE Championship ini.

2 dari 4 halaman

Berguna Saat Bertarung

Sebagai atlet gulat yang lama berkecimpung di sasana Ragunan, Elipitua memiliki sebuah kemampuan ciamik dalam grappling. Terbukti, tiga kemenangannya sejauh ini diraih lewt teknik rear-naked choke, atau kuncian leher dari belakang lawan.

“Saya pernah meraih 3 kemenangan dengan rear naked choke karena teknik itu termasuk kuncian yang paling mudah dipadu dengan grappling dan banyak digunakan atlet-atlet MMA,” ujarnya.

“Pertandingan dengan grapple yang kurang berhasil adalah ketika saya kalah melawan Lui Peng Shuai dalam gelaran ONE: CALL TO GREATNESS tahun lalu di Singapura karena grappling dan kuncian kurang rapat serta salah satu tangan masih di atas kepala,” kata petarung Bali MMA ini.

3 dari 4 halaman

Pentingnya Latihan Rutin

Terakhir, Elipitua juga menekankan pentingnya drilling untuk mengasah grappling sebagai atlet MMA di bawah pelatih berpengalaman yang mengerti betul tentang teknik ini. Bagaimanapun, latihan tanpa pengawasan bisa berujung sia-sia.

“Kami harus terus melatih pengulangan teknik dan melakukan sesi sparring dengan teknik grappling minimal 2 sampai 3 kali dalam seminggu di Bali MMA,” kata “The Magician”.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini