5 Masalah yang Bikin Chelsea Sulit Bersinar di Bawah Komando Frank Lampard

Performa Chelsea di Premier League kocar-kacir. Tidak adanya sosok pemimpin di lapangan dan kurang pengalamannya para pemain muda menjadi alasan mendasar.

Diterbitkan 24 Januari 2020, 02:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta - Kontribusi positif selama bermain membuat Frank Lampard begitu disegani di Chelsea. Dia mempersembahkan 13 trofi dan mencatatkan diri sebagai top skorer sepanjang masa klub dengan torehan 211 gol.

Kini, Lampard dipercaya menjadi manajer Chelsea selama tiga musim. Namun, kiprah Lampard sebagai manajer Chelsea di Premier League 2019/2020 berjalan tak sesuai harapan.

The Blues bermain dengan skuat muda karena larangan mendatangkan pemain baru. Kondisi ini semakin pelik dengan hengkangnya Eden Hazard ke Real Madrid.

Performa Chelsea di Premier League juga kocar-kacir. Tidak adanya sosok pemimpin di lapangan dan kurang pengalamannya para pemain muda menjadi alasan mendasar.

Terbaru, Chelsea hanya bermain imbang 2-2 dengan Arsenal di Stamford Bridge, Rabu (22/2/2020). Padahal mereka unggul dalam jumlah pemain setelah David Luiz mendapat kartu merah.

Hasil imbang tersebut membuktikan ada masalah yang sulit diatasi Lampard di Chelsea. Berikut lima masalah mendasar tersebut yang membuat Chelsea kocar-kacir dilansir Sportskeeda, Kamis (23/1/2020).

1. Bek Kiri yang Lesu

Performa bek kiri Chelsea kerap mendapat kecaman dari fans. Marcos Alonso dan Emerson tidak bisa bermain dengan maksimal setelah pulih dari cedera.

Kondisi ini membuat Lampard kerap menggeser Cesar Azpilicueta ke posisi bek kiri. Manajer asal Inggris itu mencoba peruntungan dengan memainkan pemain muda, Reece James, di bek kanan jika Azpilicueta digeser ke kiri.

Kelemahan bek kiri ini juga terbukti saat gol pertama menghadapi Arsenal, Rabu (22/1/2020). Saat situasi sepak pojok, Emerson terlalu maju dan meninggalkan N'Golo Kante sendirian di belakang.

Praktis ketika Kante tergelincir tidak ada yang bisa menahan laju Gabriel Martinelli.

"Kami memiliki orang-orang di tepi kotak yang berlari maju ketika mereka seharusnya berlari mundur. Itu meninggalkan N'Golo. Ketika dia tergelicir, itu bukan kesalahannya. Itu sesuatu yang bisa terjadi. Tepi lapangan adalah kesalahan, seperti yang saya katakan, pekerjaan yang seharusnya dilakukan tetapi tidak dikerjakan," kata Lampard setelah pertandingan.

2. Kurangnya Pemain Kelas Dunia

Setelah kepergian Eden Hazard ke Real Madrid, Chelsea tinggal menyisakan N'Golo Kante yang merupakan pemain kelas dunia.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Ia berhasil meraih gelar Premier League dengan dua klub berbeda serta peraih pemain terbaik Premier League 2016-2017. Ia juga tampil luar biasa saat membantu Timnas Prancis juara Piala Dunia 2018. Chelsea memiliki kesempatan membeli pemain bintang pada bursa transfer musim dingin 2020 setelah larangan transfer dicabut oleh CAS. The Blues telah santer diberitakan mengincar wonderkid Borussia Dortmund, Jadon Sancgo dan Striker Paris Saint-Germain, Edison Cavani.

Halaman
Show All
Hanif Sri Yulianto, Harley Ikhsan, Yus Mei SawitriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan