Infografis: Update Kebakaran Hutan Kalteng dan Sumsel

BNPB mencatat 3.908 titik panas di Kalteng dan 1.991 titik di Sumsel, termasuk titik dengan tingkat tinggi.

Jadi intinya...
  • Karhutla di Kalteng dan Sumsel membakar 343,55 hektare lahan.
  • Kualitas udara berbahaya dan jarak pandang sangat rendah akibat karhutla.
  • Pemadaman darat dan OMC dilakukan, namun operasi udara terhambat jarak pandang.

Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Sumatera Selatan (Sumsel) masih berlangsung. Berdasarkan data BNPB per Senin malam, 12 Oktober 2026, total luas lahan yang terbakar di kedua provinsi mencapai 343,55 hektare.

Dampak karhutla turut terlihat pada kualitas udara yang dilaporkan berada dalam kategori berbahaya. Jarak pandang di bandara tercatat hanya 0,2 kilometer di Kalteng dan berkisar 0,3 hingga 7 kilometer di Sumsel. BNPB juga mendeteksi ribuan titik panas di kedua wilayah tersebut.

Petugas terus melakukan pemadaman melalui jalur darat dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Namun, rendahnya jarak pandang membuat operasi udara, termasuk water bombing di Sumsel, belum dapat dilaksanakan. Berikut kondisi terkini karhutla di Kalteng dan Sumsel.

Infografis Sebaran Hotspot Kebakaran Hutan Kalteng dan Sumsel

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6