Cerita Media Officer Akademi Persib Bandung yang Diserang Oknum Suporter

Pandu Persada, Media Officer Akademi Persib, dianiaya oknum suporter di Rest Area Batang KM 360.

Diterbitkan 12 Oktober 2026, 19:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pandu Persada, Media Officer Akademi Persib Bandung, menjadi korban penganiayaan oleh oknum suporter di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026) malam. Kejadian berlangsung saat ia dalam perjalanan ke Bandung bersama rombongan Elite Pro Academy (EPA) Persib U-18. Pandu mengalami memar di kepala dan pendarahan pada hidung.

Ia menuturkan tidak mengetahui pemicu penyerangan karena sebelumnya tidak ada interaksi dengan kelompok suporter lain yang berada di lokasi sama. Menurutnya, rombongan hanya singgah tanpa komunikasi dengan pihak mana pun sebelum situasi berubah.

"Jadi kalau tadi ada pertanyaan apa sih pemicunya. Nah memang sepengetahuan saya enggak ada, kita enggak ada interaksi sama sekali dengan mereka," kata Pandu kepada awak media, Senin (12/10/2026).

Pandu menyebut suporter klub lain baru menyadari identitas rombongan ketika mereka turun dari kendaraan. Ia menduga mereka mengetahui Persib U-18 sebelumnya bermain di Solo, namun menegaskan tidak ada percakapan atau kontak apa pun sebelum insiden.

"Cuma ketika kita turun aja, mereka akhirnya sadar gitu bahwa ini tuh rombongan Persib. Dan mungkin mereka juga punya background, oh ada Persib U-18 main di Solo, mungkin. Tapi memang enggak ada interaksi, enggak ada komunikasi apa-apa, enggak ada," jelasnya.

Peringatan Rekan Hingga Kerumunan di Sekitar Bus

Sebelum kejadian, Pandu mengaku sempat mendapat peringatan dari Ridwan, ofisial Akademi Persib, terkait keberadaan kelompok suporter klub lain di sekitar area istirahat. Ia awalnya tidak menganggap hal itu sebagai ancaman karena merasa rombongan tidak melakukan tindakan yang berpotensi memicu keributan.

"Memang saya pernah sempet dikasih peringatan sama satu ofisial Ridwan. Bahwa ini ada salah satu kelompok suporter sana gitu. Wah ya, sudahlah enggak apa-apalah, kami enggak ganggu, mudah-mudahan mereka juga enggak ganggu, tapi ternyata saya salah," ungkapnya.

Situasi memanas ketika Pandu dan Ridwan kembali menuju bus. Sejumlah orang disebut tiba-tiba mengerumuni rombongan. Di tengah kerumunan, Pandu sempat membantu rekannya yang mendapat tarikan dari oknum suporter.

"Di situ ada salah satu yang sudah mulai ditarik, saya awalnya enggak, cuma ada interaksi sedikit aja. Tapi ada penarikan ke teman saya, saya lepaskan, dia suruh masuk ke bus. Nah sisa saya," katanya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Pandu kemudian menjadi sasaran kerumunan. Ia mengaku diminta melepas baju atau jaket, mengikuti permintaan tersebut, lalu terjatuh. Setelah itu, salah satu orang di antara mereka meminta dirinya meninggalkan lokasi. "Sisa saya sudah terlanjur dikerubungi sama yang lain, jadi memang sudah sulit saja bergerak. Akhirnya ada permintaan dari mereka buat copot baju atau jaket, saya ikutin. Sampai akhirnya saya jatuh, terus salah satu di antara mereka akhirnya ada yang minta saya pergi," lanjutnya.

Halaman
Show All
Muhammad Faqih, Harley Ikhsan, Yus Mei SawitriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan